Komdis PSSI Enggan Disebut Lembek Terhadap Persib Bandung
Editor Bolanet | 25 Oktober 2014 07:02
- Komisi Disiplin (Komdis) PSSI enggan disebut lembek dalam hal menangani pelanggaran Persib Bandung. Menurut Ketua Komdis PSSI, Hinca IP Pandjaitan, Persib tetap akan menerima sanksi dari lembaga sepakbola tertinggi di Indonesia itu.
Kami meminta Persib untuk bisa melakukan tindakan preventif (pencegahan). Keputusan ini, bukan bersifat lembek. Sebab, nyatanya mereka (Persib) tetap kami hukum, kata Ketua Komdis PSSI, Hinca IP Pandjaitan.
Adapun tindakan preventif yang dimaksudkan Hinca, yakni Persib harus memastikan pertandingan versus Mitra Kukar tersebut berjalan tanpa cela. Misalnya saja, membuat suasana aman dan nyaman, mulai dari jelang pertandingan, saat pertandingan dan sesudah pertandingan, harus berlangsung tanpa adanya kejadian flare ataupun rasisme.
Coba hitung saja, berapa biaya yang harus mereka keluarkan untuk menjalankan tindakan preventif tersebut. Yang perlu juga dipahami, tugas Komdis bukan hanya menghukum, tapi merawat. Yakni, bagaimana kesalahan atau pelanggaran serupa tidak terjadi. Sehingga, bukan hanya dengan menghukum atau sanksi materiil saja, pungkasnya.
Panggilan untuk menghadiri sidang yang digelar Komdis PSSI, sudah dilakoni Persib Bandung sebanyak dua kali. Sidang pertama, digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (22/10). Atau, dilakukan tidak lama usai laga lawan Persebaya Surabaya. Lalu kedua, di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Jumat (24/10) malam.
Ketika laga lawan Bajul Ijo- julukan Persebaya- tersebut, oknum suporter Persib Bandung terbukti melakukan ulah tidak terpuji. Yakni, penyulut flare dan menyanyikan lagu-lagu bernada rasial.
Meski begitu, Maung Bandung- julukan Persib- tetap dapat izin menggelar pertandingan terbuka saat meladeni Mitra Kutai Kartanegara, lanjutan babak delapan besar kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim ini, di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung Minggu (26/10).
Bahkan, Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) dan Manajemen Persib serta suporter, tidak mendapatkan sanksi materiil dari Komdis PSSI. [initial]
(esa/mac)
Kami meminta Persib untuk bisa melakukan tindakan preventif (pencegahan). Keputusan ini, bukan bersifat lembek. Sebab, nyatanya mereka (Persib) tetap kami hukum, kata Ketua Komdis PSSI, Hinca IP Pandjaitan.
Adapun tindakan preventif yang dimaksudkan Hinca, yakni Persib harus memastikan pertandingan versus Mitra Kukar tersebut berjalan tanpa cela. Misalnya saja, membuat suasana aman dan nyaman, mulai dari jelang pertandingan, saat pertandingan dan sesudah pertandingan, harus berlangsung tanpa adanya kejadian flare ataupun rasisme.
Coba hitung saja, berapa biaya yang harus mereka keluarkan untuk menjalankan tindakan preventif tersebut. Yang perlu juga dipahami, tugas Komdis bukan hanya menghukum, tapi merawat. Yakni, bagaimana kesalahan atau pelanggaran serupa tidak terjadi. Sehingga, bukan hanya dengan menghukum atau sanksi materiil saja, pungkasnya.
Panggilan untuk menghadiri sidang yang digelar Komdis PSSI, sudah dilakoni Persib Bandung sebanyak dua kali. Sidang pertama, digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (22/10). Atau, dilakukan tidak lama usai laga lawan Persebaya Surabaya. Lalu kedua, di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Jumat (24/10) malam.
Ketika laga lawan Bajul Ijo- julukan Persebaya- tersebut, oknum suporter Persib Bandung terbukti melakukan ulah tidak terpuji. Yakni, penyulut flare dan menyanyikan lagu-lagu bernada rasial.
Meski begitu, Maung Bandung- julukan Persib- tetap dapat izin menggelar pertandingan terbuka saat meladeni Mitra Kutai Kartanegara, lanjutan babak delapan besar kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim ini, di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung Minggu (26/10).
Bahkan, Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) dan Manajemen Persib serta suporter, tidak mendapatkan sanksi materiil dari Komdis PSSI. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Siaran Langsung Persib vs Melbourne Victory di ACL Two di RCTI
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:00
-
Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung di BRI Super League
Bola Indonesia 25 Oktober 2026, 16:00
LATEST UPDATE
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:32
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:06
-
Link Streaming Java United vs Bhayangkara FC di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 15:17
-
Prediksi Barcelona vs Alaves 1 November 2026
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 14:26
-
Prediksi Milan vs Inter 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 13:29
-
Prediksi Bayern vs Dortmund 1 November 2026
Bundesliga 30 Oktober 2026, 12:31
-
Prediksi Udinese vs Roma 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 11:25
-
Prediksi Man City vs Brighton 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 10:38
-
Prediksi Chelsea vs Man Utd 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 09:38
-
Prediksi Le Havre vs PSG 31 Oktober 2026
Liga Eropa Lain 30 Oktober 2026, 08:15
-
Sesko Cedera, Ini 5 Striker yang Bisa Direkrut Manchester United pada Januari
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 07:02
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
-
Mendalami Kebangkitan Ronald Araujo di Liverpool usia Tinggalkan Barcelona
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:48
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





