Konflik Sepak Bola Tak Pengaruhi Komitmen Setia Bina Nusa
Editor Bolanet | 23 Mei 2012 08:34
- Carut marutnya kondisi sepak bola Indonesia sejauh ini, sama sekali tidak menyurutkan niat PT. Setia Bina Nusa untuk berkecimpung di lapangan hijau. Hal ini ditegaskan oleh CEO mereka, Fandayani Soesilo.
Menurut Fanda, sejauh ini mereka tetap komit untuk terus melanjutkan dan mengusahakan terciptanya iklim sepak bola industri di Indonesia. Salah satu langkah yang mereka lakukan, sambungnya, adalah membantu pengelolaan klub-klub sehingga nantinya mereka menjadi mandiri. Saat ini, ada tiga klub yang telah dikelola oleh Setia Bina Nusa. Klub-klub tersebut adalah: Arema Indonesia IPL, PSIS Semarang dan Persires Bali Devata.
Lebih lanjut, jebolan salah satu universitas di Inggris ini juga menampik adanya kabar yang mengatakan bahwa mereka akan angkat kaki dari sepak bola Indonesia.
Itu kabar dari mana, Mas? Ah, itu kabar yang dihembuskan orang-orang yang tidak suka dengan apa yang kami lakukan untuk mewujudkan sepak bola industri, ungkapnya. Kami komit untuk membantu sepak bola Indonesia.
Namun demikian, Fanda juga berharap agar seluruh stakeholder sepak bola Indonesia, terutama PSSI, bisa mengakhiri konflik, yang menyebabkan karut-marut di sepak bola Indonesia.
Kami berharap agar konflik ini segera usai dan kami bisa bersama-sama memajukan sepak bola Indonesia, dia berharap.
Kami juga berharap PSSI bisa lebih profesional, demikian juga dengan pengelolaan liga. Dengan demikian, kita bisa sama-sama berkembang. (den/dzi)
Menurut Fanda, sejauh ini mereka tetap komit untuk terus melanjutkan dan mengusahakan terciptanya iklim sepak bola industri di Indonesia. Salah satu langkah yang mereka lakukan, sambungnya, adalah membantu pengelolaan klub-klub sehingga nantinya mereka menjadi mandiri. Saat ini, ada tiga klub yang telah dikelola oleh Setia Bina Nusa. Klub-klub tersebut adalah: Arema Indonesia IPL, PSIS Semarang dan Persires Bali Devata.
Lebih lanjut, jebolan salah satu universitas di Inggris ini juga menampik adanya kabar yang mengatakan bahwa mereka akan angkat kaki dari sepak bola Indonesia.
Itu kabar dari mana, Mas? Ah, itu kabar yang dihembuskan orang-orang yang tidak suka dengan apa yang kami lakukan untuk mewujudkan sepak bola industri, ungkapnya. Kami komit untuk membantu sepak bola Indonesia.
Namun demikian, Fanda juga berharap agar seluruh stakeholder sepak bola Indonesia, terutama PSSI, bisa mengakhiri konflik, yang menyebabkan karut-marut di sepak bola Indonesia.
Kami berharap agar konflik ini segera usai dan kami bisa bersama-sama memajukan sepak bola Indonesia, dia berharap.
Kami juga berharap PSSI bisa lebih profesional, demikian juga dengan pengelolaan liga. Dengan demikian, kita bisa sama-sama berkembang. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi BRI Liga 1: PSIS Semarang vs PSS Sleman 9 Mei 2025
Bola Indonesia 9 Mei 2025, 06:14
-
PSIS vs PSS, Finalnya Zona Degradasi BRI Liga 1
Bola Indonesia 8 Mei 2025, 10:28
LATEST UPDATE
-
Cari Pengganti Rafael Leao, AC Milan Ikut Berebut Winger West Ham
Liga Italia 4 Juni 2026, 21:50
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47














