Kontrak Lebih Rendah, Denyz Pilih Tinggalkan PSM
Editor Bolanet | 7 Desember 2012 11:28
-
Denyz Sapriyanto memutuskan tidak memperpanjang kontraknya dengan PSM Makassar musim depan. Ia pilih pergi karena kontrak yang ditawarkan manajemen jauh lebih rendah dari musim lalu.
Setelah menunggu lama negosiasi dengan CEO PT Pagolona Sulawesi Mandiri (PSM), Rully Habibie, ternyata belum juga menemui titik temu. Ia pun masih rutin mengikuti latihan bersama rekannya di Lapangan Karebosi.
Pemain asal Padang, Sumatera Barat, itu berharap nilai kontraknya naik untuk musim depan. Kenyataannya, tawaran manajemen malah memotong kontraknya hingga 50 persen dari musim lalu.
Kiper berusia 25 tahun itu pun terpaksa memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya. Ia berniat mencari klub yang lebih menghargai kualitasnya.
Saya sebenarnya masih ingin bermain di PSM musim depan. Tapi tawaran manajemen sangat rendah. Saya hanya minta kontak tetap seperti musim lalu, tapi malah diturunkan 50 persen. Saya kecewa sekali, kecewa berat,” curhat Denyz melalui BlackBerry Messenger (BBM).
“Manajemen sepertinya sudah tidak membutuhkan tenaga saya lagi. Tetapi, ya sudahlah. Mungkin memang saya hanya sampai musim ini saja di PSM,” kata Denyz.
Karena kecewanya, Kiper kedua PSM musim lalu itu langsung menolak ikut latihan Kamis (6/12/2012) sore. Ia hanya datang untuk pamit dengan rekan-rekannya. Denyz langsung bertolak ke kampung halamannya di Padang, Jumat (7/12/2012) pagi.
Denyz akan menunggu tawaran klub lain. Ia mengaku akan melakukan negosiasi dengan sejumlah klub yang sudah menyatakan minatnya. Namun, Denyz enggan menyebut nama-nama klub tersebut.
“Sampai ketemu lagi teman-teman. Saya pasti akan merindukan kalian semua,” tulis Denyz di satus BlackBerry Messenger (BBM).
Ilija Spasojevic mengaku sedih harus berpisah dengan Denyz. Menurutnya, Denyz adalah teman yang baik dan pemain yang memiliki talenta hebat.
Denyz Sapriyanto memutuskan tidak memperpanjang kontraknya dengan PSM Makassar musim depan. Ia pilih pergi karena kontrak yang ditawarkan manajemen jauh lebih rendah dari musim lalu.
Setelah menunggu lama negosiasi dengan CEO PT Pagolona Sulawesi Mandiri (PSM), Rully Habibie, ternyata belum juga menemui titik temu. Ia pun masih rutin mengikuti latihan bersama rekannya di Lapangan Karebosi.
Pemain asal Padang, Sumatera Barat, itu berharap nilai kontraknya naik untuk musim depan. Kenyataannya, tawaran manajemen malah memotong kontraknya hingga 50 persen dari musim lalu.
Kiper berusia 25 tahun itu pun terpaksa memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya. Ia berniat mencari klub yang lebih menghargai kualitasnya.
Saya sebenarnya masih ingin bermain di PSM musim depan. Tapi tawaran manajemen sangat rendah. Saya hanya minta kontak tetap seperti musim lalu, tapi malah diturunkan 50 persen. Saya kecewa sekali, kecewa berat,” curhat Denyz melalui BlackBerry Messenger (BBM).
“Manajemen sepertinya sudah tidak membutuhkan tenaga saya lagi. Tetapi, ya sudahlah. Mungkin memang saya hanya sampai musim ini saja di PSM,” kata Denyz.
Karena kecewanya, Kiper kedua PSM musim lalu itu langsung menolak ikut latihan Kamis (6/12/2012) sore. Ia hanya datang untuk pamit dengan rekan-rekannya. Denyz langsung bertolak ke kampung halamannya di Padang, Jumat (7/12/2012) pagi.
Denyz akan menunggu tawaran klub lain. Ia mengaku akan melakukan negosiasi dengan sejumlah klub yang sudah menyatakan minatnya. Namun, Denyz enggan menyebut nama-nama klub tersebut.
“Sampai ketemu lagi teman-teman. Saya pasti akan merindukan kalian semua,” tulis Denyz di satus BlackBerry Messenger (BBM).
Ilija Spasojevic mengaku sedih harus berpisah dengan Denyz. Menurutnya, Denyz adalah teman yang baik dan pemain yang memiliki talenta hebat.
(nda/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
-
Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
Liga Inggris 22 Juli 2026, 20:35
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55














