KPSI Ambil Alih Roda Organisasi PSSI
Editor Bolanet | 29 Desember 2011 00:28
- Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) telah mencabut kewenangan pengurus PSSI dalam menjalankan roda organisasi karena hingga batas waktu yang ditetapkan PSSI tidak merespon pernyataan mosi tak percaya dan tuntutan digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB).
Sekretaris Eksekutif KPSI, Hinca Panjaitan, SH kepada wartawan menegaskan, kepengurusan PSSI di bawah kepemimpinan Djohar Arifin sudah dinyatakan tak memiliki nilai apa pun karena hingga 28 Desember 2011 tidak merespon mosi tak percaya tersebut yang terbit melalui Rapat Akbar Sepakbola Nasional (RASN) yang dihadiri 452 anggota PSSI pada 18 Desember lalu.
Karena hingga batas waktu 28 Desember yang diminta untuk merespon mosi tak percaya itu PSSI tidak memberikan tanggapannya, maka terhitung sejak dikeluarkan mosi tak percaya, terhitung per 18 Desember 2011 pengurus PSSI sudah tidak mempunyai nilai apa pun, ujar Hinca Panjaitan.
Hal itu dikatakan Hinca Panjaitan ketika memberikan keterangan pers bersama Ketua KPSI Tony Apriliani yang didampingi Roberto Rouw dan Ketua Pengprov PSSI DKI Hardi Hasan di Ballroom Hotel Sultan Jakarta.
KPSI memberikan keterangan pers secara resmi mengenai langkah yang dipersiapkan, termasuk untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) terkait dengan amanah yang diemban dari 452 anggota PSSI dalam RASN dan KPSI menggelar rapat pertama sejak dibentuk 18 Desember lalu.
Hinca menjelaskan, secara kronologis PSSI telah diminta untuk menjawab pernyataan mosi tak percaya dan tuntutan digelarnya KLB dengan batas waktu 28 Desember dan tuntutan itu sah adanya karena diminta oleh lebih dari dua pertiga anggota PSSI.
Namun hingga batas waktu yang ditentukan, PSSI tidak memberikan respon sehingga KPSI harus menindaklanjuti tuntutan 452 anggota PSSI untuk melaksanakan persiapan digelarnya KLB mulai dari pembentukan Komite Pemilihan dan Komite Banding.
Mengenai hal itu, Ketua KPSI Tony Apriliani mengungkapkan pada 21 Januari 2011 akan digelar Kongres tahunan PSSI dengan agenda membentuk Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan.
Kongres tahunan PSSI itu akan digelar di Bandung pada 21 Januari untuk membentuk Komite Pemilihan dan Komite Banding, ujar Tony Apriliani.
Mengenai pelaksanaan KLB, Tony mengungkapkan akan digelar di Jawa Timur pada 6 Maret 2012.
Kami mengatur jadwal ini sesuai dengan aturan. Bahkan kami juga membentuk Komisi Disiplin dan Komisi Banding selain menunjuk Indra Muchlis Adnan (Ketua Pengprov PSSI Riau) sebagai Ketua Badan Liga Amatir Indonesia, ujarnya.
Tony menambahkan, KPSI sesegera mungkin akan menyampaikan atau mengirimkan dokumen dari 452 anggota PSSI ke AFC dan FIFA yang menuntut digelarnya KLB. (ant/end)
Sekretaris Eksekutif KPSI, Hinca Panjaitan, SH kepada wartawan menegaskan, kepengurusan PSSI di bawah kepemimpinan Djohar Arifin sudah dinyatakan tak memiliki nilai apa pun karena hingga 28 Desember 2011 tidak merespon mosi tak percaya tersebut yang terbit melalui Rapat Akbar Sepakbola Nasional (RASN) yang dihadiri 452 anggota PSSI pada 18 Desember lalu.
Karena hingga batas waktu 28 Desember yang diminta untuk merespon mosi tak percaya itu PSSI tidak memberikan tanggapannya, maka terhitung sejak dikeluarkan mosi tak percaya, terhitung per 18 Desember 2011 pengurus PSSI sudah tidak mempunyai nilai apa pun, ujar Hinca Panjaitan.
Hal itu dikatakan Hinca Panjaitan ketika memberikan keterangan pers bersama Ketua KPSI Tony Apriliani yang didampingi Roberto Rouw dan Ketua Pengprov PSSI DKI Hardi Hasan di Ballroom Hotel Sultan Jakarta.
KPSI memberikan keterangan pers secara resmi mengenai langkah yang dipersiapkan, termasuk untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) terkait dengan amanah yang diemban dari 452 anggota PSSI dalam RASN dan KPSI menggelar rapat pertama sejak dibentuk 18 Desember lalu.
Hinca menjelaskan, secara kronologis PSSI telah diminta untuk menjawab pernyataan mosi tak percaya dan tuntutan digelarnya KLB dengan batas waktu 28 Desember dan tuntutan itu sah adanya karena diminta oleh lebih dari dua pertiga anggota PSSI.
Namun hingga batas waktu yang ditentukan, PSSI tidak memberikan respon sehingga KPSI harus menindaklanjuti tuntutan 452 anggota PSSI untuk melaksanakan persiapan digelarnya KLB mulai dari pembentukan Komite Pemilihan dan Komite Banding.
Mengenai hal itu, Ketua KPSI Tony Apriliani mengungkapkan pada 21 Januari 2011 akan digelar Kongres tahunan PSSI dengan agenda membentuk Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan.
Kongres tahunan PSSI itu akan digelar di Bandung pada 21 Januari untuk membentuk Komite Pemilihan dan Komite Banding, ujar Tony Apriliani.
Mengenai pelaksanaan KLB, Tony mengungkapkan akan digelar di Jawa Timur pada 6 Maret 2012.
Kami mengatur jadwal ini sesuai dengan aturan. Bahkan kami juga membentuk Komisi Disiplin dan Komisi Banding selain menunjuk Indra Muchlis Adnan (Ketua Pengprov PSSI Riau) sebagai Ketua Badan Liga Amatir Indonesia, ujarnya.
Tony menambahkan, KPSI sesegera mungkin akan menyampaikan atau mengirimkan dokumen dari 452 anggota PSSI ke AFC dan FIFA yang menuntut digelarnya KLB. (ant/end)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Dari Harapan ke Kehancuran: 45 Menit yang Kelam bagi Newcastle di Camp Nou
Liga Champions 19 Maret 2026, 12:27
LATEST EDITORIAL
-
5 Calon Pelatih Baru Chelsea Jika Liam Rosenior Dipecat, Mourinho Masuk Daftar
Editorial 18 Maret 2026, 17:00
-
4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Leverkusen
Editorial 17 Maret 2026, 19:28
















