Kuncoro dan Sumpah Pocong Penolak Isu Match Fixing
Ari Prayoga | 8 Desember 2018 07:51
Bola.net - Kuncoro memiliki kiat khusus untuk menepis merebaknya isu match fixing, yang berpotensi merusak harmoni tim. Eks penggawa Arema Malang ini mengaku sempat menantang rekan-rekan satu timnya untuk melakukan sumpah pocong, demi menepis kecurigaan antar mereka kala isu match fixing merebak.
Menurut Kuncoro, merebaknya isu match fixing ini terjadi ketika ia masih berstatus sebagai pemain Arema. Waktu itu, Arema masuk ke Babak Delapan Besar Liga Indonesia pada 2001 lalu di Makassar.
Ketika hendak menjalani sebuah pertandingan melawan tuan rumah, merebak isu match fixing di antara para penggawa tim berjuluk Singo Edan ini. Kabarnya, waktu itu ada tawaran sejumlah besar uang pada Arema agar mereka mengalah.
"Jumlahnya cukup besar. Kabarnya, tiap pemain bisa dapat sekitar Rp5 juta," kenang Kuncoro, pada Bola.net.
"Namun, kami sudah sepakat untuk menolak tawaran ini dan tetap akan bermain sebaik mungkin," sambungnya.
Kendati ditolak, tak ayal isu suap ini merusak harmoni tim. Para pemain saling curiga. Mereka bersyak wasangka rekannya diam-diam menerima tawaran suap tersebut.
Sebagai salah seorang pemain senior, Kuncoro tak ingin kondisi ini terus merusak persiapan timnya. Akhirnya, ia menawarkan solusi agar seluruh pemain melakukan sumpah pocong. Siapa pun yang menerima suap, akan mendapat hukuman berat dari Tuhan.
"Kita ini umat beragama. Sumpah pocong ini berarti mengembalikan segalanya pada Tuhan. Waktu itu pikiran saya hanya itu," ucap pria yang saat ini menjadi asisten pelatih Arema FC tersebut.
"Syukurlah, dengan sumpah pocong ini, kondisi tim berangsur normal. Para pemain kembali saling percaya dengan rekan-rekannya," imbuh Kuncoro.
Merusak Harmoni Tim
Menurut Kuncoro, isu match fixing atau suap sangat merusak. Kendati tak terbukti, harmoni dalam tim bisa berantakan dihantam isu ini.
"Jadi belum tentu bahwa suap ini benar-benar ada. Namun, dengan adanya isu itu, para pemain saling tak percaya. Manajemen pun demikian," tutur Kuncoro.
"Kalau kondisi sudah seperti ini, bagaimana mau menang? Sementara, kalau nanti kalah, pasti isu ini akan semakin santer," ia menambahkan.
Tak Selalu Dilakukan Lawan
Kuncoro menyebut, pelaku match fixing tak selalu calon lawan. Bisa jadi, sang pelaku adalah pihak-pihak yang sama sekali tak ada hubungannya dengan kedua tim, tapi berusaha menangguk keuntungan.
Pria yang kini berusia 45 tahun tersebut mengaku yakin bahwa upaya percobaan suap yang sempat dialaminya tak dilakukan PSM Makassar, yang akan menjadi lawan mereka. Bisa jadi, sambungnya, upaya ini dilakukan para petaruh di meja judi.
"Kalau saya bilang, tawaran itu nggak jelas. Siapa orang yang menawari ini pun nggak jelas. Bahkan, saya juga nggak yakin, uang yang mereka janjikan ini benar-benar ada," papar Kuncoro.
Terima Uangnya, Tolak Ajakannya
Lebih lanjut, Kuncoro memiliki kiat lain untuk menyikapi praktik lancung suap atau match fixing tersebut. Eks pemain Timnas Indonesia ini menyarankan agar para pemain yang hendak disuap mengambil uang suap tersebut.
"Minta uang di muka, lalu laporkan ke manajemen dan rekan satu tim. Jangan sampai diam saja. Kalau diam saja itu namanya kena suap," kata Kuncoro.
"Lalu, meski sudah menerima uangnya, tetap bermain sebaik mungkin. Jangan pernah terpengaruh. Ini agar orang yang berusaha curang tadi malu," ia menandaskan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil BRI Super League: 4-0, Sepak Sudut Arema FC Sukses Hancurkan Isenmulang!
Bola Indonesia 4 September 2026, 17:29
-
Link Nonton Siaran Langsung Arema FC vs Insenmulang FC di Indosiar dan Vidio
Bola Indonesia 4 September 2026, 13:10
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Isenmulang FC 4 September 2026
Bola Indonesia 3 September 2026, 16:16
LATEST UPDATE
-
Michael Carrick Prediksi MU Bakal Kerepotan di Kandang Everton
Liga Inggris 6 September 2026, 06:30
-
Bos Inter Milan Sanjung Napoli: Mereka Lawan yang Benar-benar Merepotkan!
Liga Italia 6 September 2026, 06:00
-
Cristiano Ronaldo Tak Berkutik, Al-Nassr Telan Kekalahan Pertama di Musim 2026/2027
Asia 6 September 2026, 05:28
-
Comeback Lawan Napoli, Chivu Sanjung Mental Juara Inter Milan
Liga Inggris 6 September 2026, 05:03
-
Man of the Match Inter vs Napoli: Lautaro Martinez
Liga Italia 6 September 2026, 01:27
-
5 Pelajaran Manchester City vs Coventry City: Debut Enzo Fernandez Jadi Sorotan
Liga Inggris 6 September 2026, 00:05
-
Erling Haaland Pecahkan Rekor Sergio Aguero di Manchester City
Liga Inggris 5 September 2026, 23:36
-
Rapor Pemain Manchester City vs Coventry City: Cherki Bersinar, Haaland Tetap Berbahaya
Liga Inggris 5 September 2026, 23:25
-
Man of the Match Man City vs Coventry City: Erling Haaland
Liga Inggris 5 September 2026, 23:16
-
Hasil Man City vs Coventry City: Haaland Jadi Penentu, The Citizens Sapu Bersih 3 Laga
Liga Inggris 5 September 2026, 22:54
-
Dikabarkan Cedera, Hansi Flick Ungkap Kondisi Terbaru Lamine Yamal
Liga Spanyol 5 September 2026, 20:30
-
Link Live Streaming Inter vs Napoli di Serie A 2026/2027
Liga Italia 5 September 2026, 20:00
-
Luka Modric Lanjut Bela Kroasia di Usia 41 Tahun
Piala Dunia 5 September 2026, 19:30
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51




