La Nyalla: Blatter Larang Pemerintah Utak-Atik PSSI Hingga 2019
Editor Bolanet | 11 Mei 2015 12:34
- Pertemuan Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mahmud Mattalitti dengan Presiden FIFA, Sepp Blatter ketika Kongres AFC di Bahrain belum lama ini, masih menjadi pertanyaan bagi sejumlah kalangan.
Sebab selama ini, hanya ada surat, tapi tidak diketahui persis apa yang terjadi. La Nyalla mengungkapkan jika pihaknya menyampaikan semua hal yang terjadi di Indonesia.
Apalagi seharusnya, Indonesia sudah mendapatkan sanksi dari FIFA, begitu PSSI dibekukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada 17 April lalu.
Sebab, di situ ada intervensi. Perlu diingat, yang Menpora tidak tahu adalah dia beranggapan jika PSSI dibekukan, maka kepengurusan PSSI yang ada saat ini tidak berlaku. Otomatis di-suspend juga oleh FIFA, padahal tidak begitu, terang La Nyalla.
Saya tanya ke FIFA, mereka justru mengakui kepengurusan saya. Mereka malah menyatakan single majority. Angka saya 92 suara, sementara saingan hanya 14. Kata BIatter, ini satu kekuatan besar untuk menyatukan sepakbola Indonesia. Itu yang disampaikan Blatter dan Shaikh Salman (Presiden AFC), bahwa kepengurusan saya tidak bisa diutak-atik sampai 2019, lanjutnya.
Sedangkan terkait sanksi yang akan diberikan FIFA untuk sepakbola Indonesia, diutarakan La Nyalla, masih bisa diupayakan dengan sejumlah catatan. Karena itu, La Nyalla terus berjuang supaya Menpora Imam segera mencabut pembekuan terhadap organisasi olahraga tertua di Indonesia tersebut.
Saat Blatter menyatakan ini harus di-suspend, saya bilang jangan dulu. Nanti saya usahakan mengadakan pendekatan. Mereka kasih usul, kalau begitu PSSI tulis surat kepada Menpora. Ingatkan bahwa kalau sampai Indonesia disuspend, berarti Indonesia tidak bisa mengikuti SEA Games, Pra-Piala Dunia, menjadi tuan rumah U-16 dan tuan rumah U-19, pungkasnya. [initial]
(esa/pra)
Sebab selama ini, hanya ada surat, tapi tidak diketahui persis apa yang terjadi. La Nyalla mengungkapkan jika pihaknya menyampaikan semua hal yang terjadi di Indonesia.
Apalagi seharusnya, Indonesia sudah mendapatkan sanksi dari FIFA, begitu PSSI dibekukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada 17 April lalu.
Sebab, di situ ada intervensi. Perlu diingat, yang Menpora tidak tahu adalah dia beranggapan jika PSSI dibekukan, maka kepengurusan PSSI yang ada saat ini tidak berlaku. Otomatis di-suspend juga oleh FIFA, padahal tidak begitu, terang La Nyalla.
Saya tanya ke FIFA, mereka justru mengakui kepengurusan saya. Mereka malah menyatakan single majority. Angka saya 92 suara, sementara saingan hanya 14. Kata BIatter, ini satu kekuatan besar untuk menyatukan sepakbola Indonesia. Itu yang disampaikan Blatter dan Shaikh Salman (Presiden AFC), bahwa kepengurusan saya tidak bisa diutak-atik sampai 2019, lanjutnya.
Sedangkan terkait sanksi yang akan diberikan FIFA untuk sepakbola Indonesia, diutarakan La Nyalla, masih bisa diupayakan dengan sejumlah catatan. Karena itu, La Nyalla terus berjuang supaya Menpora Imam segera mencabut pembekuan terhadap organisasi olahraga tertua di Indonesia tersebut.
Saat Blatter menyatakan ini harus di-suspend, saya bilang jangan dulu. Nanti saya usahakan mengadakan pendekatan. Mereka kasih usul, kalau begitu PSSI tulis surat kepada Menpora. Ingatkan bahwa kalau sampai Indonesia disuspend, berarti Indonesia tidak bisa mengikuti SEA Games, Pra-Piala Dunia, menjadi tuan rumah U-16 dan tuan rumah U-19, pungkasnya. [initial]
Jangan Lewatkan!
Dituduh Lakukan Intimidasi Terhadap Jokdri, Ini Jawaban La Nyalla
Tim Transisi Terbentuk, PSSI Tetap Jalankan Program Kerja
PT LI Ternyata Pernah Berutang ke La Nyalla dan Nirwan Bakrie
Iming-imingi Persipura dan Persib Bonus, PSSI Sebut Badai Pasti Berlalu
La Nyalla: Sesuai UU Pelaksana Kompetisi Adalah PSSI
La Nyalla: Semua Klub QNB League Sepakat Ikut PSSI
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Marselino Ferdinan Fokus Rehabilitasi usai Operasi Lutut di Sevilla
Bola Indonesia 14 Agustus 2026, 16:25
-
PSSI Tunda Evaluasi John Herdman Usai Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF 2026
Tim Nasional 10 Agustus 2026, 19:16
-
Jawa Barat Dominan, IMC 2026 Tegaskan Kebangkitan Muaythai Indonesia
Olahraga Lain-Lain 10 Agustus 2026, 08:44
-
Gianni Infantino Diserang Javier Tebas, Era Presiden FIFA Dinilai Sudah Berakhir
Piala Dunia 10 Agustus 2026, 08:12
LATEST UPDATE
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
-
Jorge Martin Resmi Bisa Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:50
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
-
Hasil FP1 MotoGP Malaysia 2026: Marc Marquez Tercepat Meski Sempat Terjadi Insiden
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:40
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:32
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:06
-
Link Streaming Java United vs Bhayangkara FC di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 15:17
-
Prediksi Barcelona vs Alaves 1 November 2026
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 14:26
-
Prediksi Milan vs Inter 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 13:29
-
Prediksi Bayern vs Dortmund 1 November 2026
Bundesliga 30 Oktober 2026, 12:31
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




