La Nyalla Sebut Persebaya 1927 Kloningan
Editor Bolanet | 10 April 2013 10:19
- Wakil Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mahmud Mattalitti menegaskan bahwa menurutnya Persebaya Surabaya yang berlaga di Divisi Utama PT Liga Indonesia lah yang asli. Sementara yang berlaga di Indonesian Premier League (IPL) merupakan hasil kloningan yang dilakukan Saleh Ismail Mukadar.
Pada prinsipnya, Persebaya 1927 yang ikut kompetisi IPL itu lah yang kloningan. Saya tahu persis ceritanya, terang La Nyalla, usai rapat exco PSSI di Surabaya Rabu kemarin (9/04).
La Nyalla pun menceritakan masa-masa musim kompetisi 2009/2010. Kala itu dirinya yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum KONI Jatim dimintai tolong oleh Saleh Ismail Mukadar untuk membantu perijinan pertandingan Persebaya. Klub berjuluk Bajul Ijo ini kala itu kesulitan mendapatan ijin setelah menyeberang ke kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI). Saya lah orang yang membantu Saleh untuk mengeluarkan ijin pertandingan. Saya masih ingat, saat itu Kapoldanya Badarodin Haiti, saya sendiri yang telepon, ceritanya.
Pria yang juga baru saja ditunjuk menjadi Ketua Badan Tim Nasional (BTN) ini menegaskan, bahwa Persebaya DU lah yang legitimasinya dapat dipertanggung-jawabkan. Masih menurut La Nyall, surat dari Nurdin Halid agar menyiapkan tim Divisi Utama karena Persebaya memang terdegradasi itu lah bukti keabsahannya.
Kalau Persebaya IPL yang asli, buat apa ditambahi 1927. Buat apa juga logonya diganti? tegas La Nyalla.
Upaya Saleh Mukadar dan Cholid Ghoromoah yang mengadukan ke Badan Arbritasi Keolahragaan Indonesia (BAKI) juga ditanggapi La Nyalla. Pihaknya juga siap jika harus ditentukan melalui meja hijau. Ini negara hukum. PSSI siap bertanggungjawab. Kalau pengadilan mengatakan sah, silahkan, pungkas La Nyalla. (fjr/mac)
Pada prinsipnya, Persebaya 1927 yang ikut kompetisi IPL itu lah yang kloningan. Saya tahu persis ceritanya, terang La Nyalla, usai rapat exco PSSI di Surabaya Rabu kemarin (9/04).
La Nyalla pun menceritakan masa-masa musim kompetisi 2009/2010. Kala itu dirinya yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum KONI Jatim dimintai tolong oleh Saleh Ismail Mukadar untuk membantu perijinan pertandingan Persebaya. Klub berjuluk Bajul Ijo ini kala itu kesulitan mendapatan ijin setelah menyeberang ke kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI). Saya lah orang yang membantu Saleh untuk mengeluarkan ijin pertandingan. Saya masih ingat, saat itu Kapoldanya Badarodin Haiti, saya sendiri yang telepon, ceritanya.
Pria yang juga baru saja ditunjuk menjadi Ketua Badan Tim Nasional (BTN) ini menegaskan, bahwa Persebaya DU lah yang legitimasinya dapat dipertanggung-jawabkan. Masih menurut La Nyall, surat dari Nurdin Halid agar menyiapkan tim Divisi Utama karena Persebaya memang terdegradasi itu lah bukti keabsahannya.
Kalau Persebaya IPL yang asli, buat apa ditambahi 1927. Buat apa juga logonya diganti? tegas La Nyalla.
Upaya Saleh Mukadar dan Cholid Ghoromoah yang mengadukan ke Badan Arbritasi Keolahragaan Indonesia (BAKI) juga ditanggapi La Nyalla. Pihaknya juga siap jika harus ditentukan melalui meja hijau. Ini negara hukum. PSSI siap bertanggungjawab. Kalau pengadilan mengatakan sah, silahkan, pungkas La Nyalla. (fjr/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PSSI akan Gelar Rapat Exco untuk Bahas Nasib Simon
Tim Nasional 4 November 2019, 23:45
-
Caketum PSSI Ketuk Hati Voters pada Kongres Pemilihan
Bola Indonesia 29 Oktober 2019, 23:10
-
La Nyalla Tarik Diri, PSSI Jelaskan Alasan Kongres Digelar pada 2 November 2019
Bola Indonesia 29 Oktober 2019, 22:45
-
PSSI Komentari Keputusan La Nyalla Tarik Diri dari Kongres
Bola Indonesia 26 Oktober 2019, 16:58
-
La Nyalla: Saya Menarik Diri, bukan Mundur dari Caketum PSSI
Bola Indonesia 26 Oktober 2019, 16:09
LATEST UPDATE
-
Wah! Andai Jadi Juara EPL, Gelar Arsenal Bisa Dipertanyakan
Liga Inggris 6 Maret 2026, 12:17
-
Absen di Dua Laga Terakhir Arsenal, Begini Update Cedera Martin Odegaard
Liga Inggris 6 Maret 2026, 11:45
-
Gelandang Juventus Ini Masuk Daftar Belanja Manchester United?
Liga Inggris 6 Maret 2026, 11:25
LATEST EDITORIAL
-
5 Perebutan Transfer Panas Man Utd vs Man City: Siapa Lebih Unggul?
Editorial 4 Maret 2026, 14:37















