Lagi, Oknum Panpel Picu Kerusuhan ISL
Editor Bolanet | 11 Mei 2012 20:00
- Kerusuhan yang dipicu pemukulan pemain yang dilakukan official pertandingan kembali mewarnai Indonesia Super League (ISL). Kali ini, kerusuhan seperti itu terjadi pada laga Persela Lamongan saat menjamu Mitra Kukar di Surajaya Lamongan, Jumat (11/5) sore tadi.
Kerusuhan ini berawal dari protes salah satu official Mitra Kukar kepada hakim garis pada saat laga memasuki 2 menit injury time babak kedua. Mantan pemain Persela yang kini membela tim tamu, Zulham Zamrun ikut mendatangi hakim garis tersebut dan bermaksud untuk protes.
Belum sampai Zulham ke hakim garis, ia sudah ditarik dua pria yang diduga oknum dari panitia pelaksana (panpel) official pertandingan. Bukan hanya menariknya dengan penuh emosi saja, kedua pria itu terlihat ingin memukul pemain yang juga mencetak gol di laga tersebut.
Ulah kedua orang tadi membuat kapten Mitra Kukar, Hamka Hamzah dan beberapa pemain Naga Mekes yang ada di bangku cadangan mengejar keduanya. Apalagi mereka dalam kondisi tertinggal 1-2 dan gagal memetik kemenangan meski sempat unggul terlebih dahulu.
Rusuh kian bertambah karena LA Mania yang berada di tribun VIP ikut-ikutan dengan melempari botol. Namun, perkelahian antara pemain dan official urung terjadi karena pihak kepolisian dengan sigap mengamankannya. Kedua oknum panpel tadi langsung diamankan.
Setelah emosi terlihat mereda, pengawas pertandingan meminta pemain dari kedua tim guna memasuki lapangan dengan tertib untuk melanjutkan dua menit tambahan waktu yang tersisa. Ajakan itu disambut teriakan oleh pemain Mitra Kukar. Tertib apanya? Official kok mukul pemain, sahut striker Jajang Mulyana dengan nada tinggi.
Kalau memang dia tadi panpel, mana tanda pengenalnya. Kok bisa seenaknya masuk lapangan mukul pemain, teriak Hamka.
Pertandingan pun tidak dilanjutkan kembali karena pelatih Steffan Hansson menolak untuk meneruskan sisa satu setengah menit tersebut. For what? The game is over, tegasnya.
Berikut beberapa foto yang menggambarkan panasnya duel Persela Lamongan vs Mitra Kukar.
Kerusuhan ini berawal dari protes salah satu official Mitra Kukar kepada hakim garis pada saat laga memasuki 2 menit injury time babak kedua. Mantan pemain Persela yang kini membela tim tamu, Zulham Zamrun ikut mendatangi hakim garis tersebut dan bermaksud untuk protes.
Belum sampai Zulham ke hakim garis, ia sudah ditarik dua pria yang diduga oknum dari panitia pelaksana (panpel) official pertandingan. Bukan hanya menariknya dengan penuh emosi saja, kedua pria itu terlihat ingin memukul pemain yang juga mencetak gol di laga tersebut.
Ulah kedua orang tadi membuat kapten Mitra Kukar, Hamka Hamzah dan beberapa pemain Naga Mekes yang ada di bangku cadangan mengejar keduanya. Apalagi mereka dalam kondisi tertinggal 1-2 dan gagal memetik kemenangan meski sempat unggul terlebih dahulu.
Rusuh kian bertambah karena LA Mania yang berada di tribun VIP ikut-ikutan dengan melempari botol. Namun, perkelahian antara pemain dan official urung terjadi karena pihak kepolisian dengan sigap mengamankannya. Kedua oknum panpel tadi langsung diamankan.
Setelah emosi terlihat mereda, pengawas pertandingan meminta pemain dari kedua tim guna memasuki lapangan dengan tertib untuk melanjutkan dua menit tambahan waktu yang tersisa. Ajakan itu disambut teriakan oleh pemain Mitra Kukar. Tertib apanya? Official kok mukul pemain, sahut striker Jajang Mulyana dengan nada tinggi.
Kalau memang dia tadi panpel, mana tanda pengenalnya. Kok bisa seenaknya masuk lapangan mukul pemain, teriak Hamka.
Pertandingan pun tidak dilanjutkan kembali karena pelatih Steffan Hansson menolak untuk meneruskan sisa satu setengah menit tersebut. For what? The game is over, tegasnya.
Berikut beberapa foto yang menggambarkan panasnya duel Persela Lamongan vs Mitra Kukar.
Official pertandingan ikut menjadi sasaran protes
Suasana di pinggir lapangan ketika pemain Mitra Kukar protes (fjr/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kronologi Kerusuhan Suporter Usai Laga Persib vs Persija: Bentuk Kemarahan Bobotoh
Bola Indonesia 24 September 2024, 04:55
-
Kerusuhan Pecah Usai Laga Persib vs Persija, Buntut Konflik Bobotoh dengan Manajemen
Bola Indonesia 24 September 2024, 04:40
-
Format dan Regulasi Liga 2 2024/2025: Siapa yang Promosi dan Degradasi?
Bola Indonesia 3 September 2024, 08:36
LATEST UPDATE
-
FIFA Hapus Kartu Merah Leandro Paredes di Final Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juli 2026, 22:29
-
Real Madrid dan Seragam Putih yang Lahir dari Sebuah Mimpi di Inggris
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 22:10
-
Pemain PSG di Piala Dunia 2026: Fabian Ruiz Juara, Dembele Bersinar
Piala Dunia 21 Juli 2026, 21:21
-
Marcos Santos Bangun Identitas Baru untuk Arema FC Musim 2026/2027
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 21:07
-
Setelah Jadi Pahlawan Spanyol, Ferran Torres Diincar Real Madrid dan PSG
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 21:00
-
Menanti Daya Ledak Kembalinya Iwan Budianto Tangani Arema FC
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 20:59
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55












