"Langkah KPSI Tak Lebih Dari Pepesan Kosong"
Editor Bolanet | 25 Januari 2012 02:02
- Manuver-manuver yang dilakukan oleh Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia tak lebih dari sekedar pepesan kosong. Penilaian ini dilontarkan oleh Direktur LSM Sepakbola Menuju Prestasi Tertinggi (SEMPRIT), Ari Wibowo.
Berbagai manuver KPSI hanya semarak di beberapa media pendukungnya saja dan dijadikan alat propaganda. Tapi sejatinya secara substansi KPSI itu masuk kategori mandul, ungkap Ari Wibowo pada Bola.net.
Menurut Ari, hampir semua produk keputusan KPSI yang strategik selalu gagal dieksekusi. Hanya berlaku sebagai klaim sepihak di internal pendukungnya saja. Mereka kuat dalam propaganda, tetapi secara substansi tidak ada apa-apa dan memang tak bisa apa-apa. Mirip sebuah pertandingan sepak bola yang sejatinya sunyi di stadion, tapi saat live di-dubbing berbagai bunyi-bunyian selama 2x45 menit supaya terkesan meriah dan banyak penonton, ketusnya.
Mantan General Manager PSIS Semarang ini mencontohkan, saat di RASN (Rapat Akbar Sepakbola Nasional) tanggal 18 Desember 2011 yang lalu ada keputusan KPSI yang membekukan kepengurusan PSSI, nyatanya KPSI gagal mengeksekusi keputusannya sendiri. PSSI tetap eksis menjalankan program kerjanya, misalnya pembentukan timnas U17 dan U21, juga masih lancar menggelar kompetisi resmi yang bernama Indonesian Premier League (IPL).
Lebih lanjut, Ari memprediksi bahwa ada dua langkah yang bakal ditempuh oleh para pendukung KPSI. Pertama, mereka akan membuat chaos supaya Indonesia terkena sanksi. Atau mereka akan kembali ke pangkuan PSSI dan meninggalkan para elite yang telah menjerumuskan mereka.
Namun, kami meramalkan bahwa mereka akan memilih opsi pertama yaitu membuat kondisi menjadi chaos. Pasalnya, manuver KPSI ini bukan lagi murni dinamika sebuah federasi sepakbola, tapi sudah ditunggangi kepentingan politik praktis meski tidak diakui oleh pihak yang bersangkutan, tandasnya. (den/mxm)
Berbagai manuver KPSI hanya semarak di beberapa media pendukungnya saja dan dijadikan alat propaganda. Tapi sejatinya secara substansi KPSI itu masuk kategori mandul, ungkap Ari Wibowo pada Bola.net.
Menurut Ari, hampir semua produk keputusan KPSI yang strategik selalu gagal dieksekusi. Hanya berlaku sebagai klaim sepihak di internal pendukungnya saja. Mereka kuat dalam propaganda, tetapi secara substansi tidak ada apa-apa dan memang tak bisa apa-apa. Mirip sebuah pertandingan sepak bola yang sejatinya sunyi di stadion, tapi saat live di-dubbing berbagai bunyi-bunyian selama 2x45 menit supaya terkesan meriah dan banyak penonton, ketusnya.
Mantan General Manager PSIS Semarang ini mencontohkan, saat di RASN (Rapat Akbar Sepakbola Nasional) tanggal 18 Desember 2011 yang lalu ada keputusan KPSI yang membekukan kepengurusan PSSI, nyatanya KPSI gagal mengeksekusi keputusannya sendiri. PSSI tetap eksis menjalankan program kerjanya, misalnya pembentukan timnas U17 dan U21, juga masih lancar menggelar kompetisi resmi yang bernama Indonesian Premier League (IPL).
Lebih lanjut, Ari memprediksi bahwa ada dua langkah yang bakal ditempuh oleh para pendukung KPSI. Pertama, mereka akan membuat chaos supaya Indonesia terkena sanksi. Atau mereka akan kembali ke pangkuan PSSI dan meninggalkan para elite yang telah menjerumuskan mereka.
Namun, kami meramalkan bahwa mereka akan memilih opsi pertama yaitu membuat kondisi menjadi chaos. Pasalnya, manuver KPSI ini bukan lagi murni dinamika sebuah federasi sepakbola, tapi sudah ditunggangi kepentingan politik praktis meski tidak diakui oleh pihak yang bersangkutan, tandasnya. (den/mxm)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Arsenal Mulai Negosiasi Victor Osimhen dengan Galatasaray
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 10:15
-
Curtis Jones Bisa Ikuti Jejak Roberto Firmino Jika Tinggalkan Liverpool
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 10:05
-
Napoli Capai Kesepakatan untuk Rekrut Bek Chelsea
Liga Italia 14 Agustus 2026, 09:45
-
Bagaimana Evaluasi Ruben Amorim Pengaruhi Aktivitas Transfer AC Milan
Liga Italia 14 Agustus 2026, 09:15
-
Jeremy Doku Resmi Perpanjang Kontrak di Manchester City hingga 2031
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 09:15
-
Dari Juara Premier League ke League One, Leicester City Kini Dijual
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 08:45
-
Karim Adeyemi dan Titik Balik Kariernya di Barcelona
Liga Spanyol 14 Agustus 2026, 08:26
-
5 Pilihan! Real Madrid Kini Punya Kedalaman Luar Biasa untuk Posisi Sayap Kanan
Liga Spanyol 14 Agustus 2026, 07:36
-
Juventus Sepakat dengan Bologna, Jhon Lucumi Segera Jadi Bek Baru Luciano Spalletti
Liga Italia 14 Agustus 2026, 06:37
-
Ruben Amorim Masukkan Christopher Nkunku dan Fikayo Tomori ke Daftar Jual AC Milan
Liga Italia 14 Agustus 2026, 06:07
-
Cuma Semusim, Tijjani Reijnders Tinggalkan Manchester City ke Arab Saudi
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 05:30
-
Deal! Ferran Torres Tinggalkan Barcelona untuk PSG
Liga Spanyol 14 Agustus 2026, 05:09
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59



