Bagaimana Evaluasi Ruben Amorim Pengaruhi Aktivitas Transfer AC Milan

Bagaimana Evaluasi Ruben Amorim Pengaruhi Aktivitas Transfer AC Milan
Pelatih AC Milan Ruben Amorim memimpin sesi latihan di markas AC Milan di Carnago, Italia, Senin, 13 Juli 2026 (c) AP Photo/Antonio Calanni

Bola.net - AC Milan memasuki fase krusial bursa transfer musim panas 2026 dengan waktu kian terbatas. Keputusan Ruben Amorim untuk memperpanjang evaluasi skuad berdampak langsung pada pergerakan klub di pasar pemain.

Setelah 10 Juli, ketika Mario Gila direkrut dari Lazio sebagai pemain kedua usai Goncalo Ramos dari PSG, belanja Milan mencapai sekitar €100 juta (Rp2,06 triliun). Aktivitas transfer kemudian berjalan nyaris tanpa perkembangan berarti.

Kamis, 13 Agustus, menjadi semacam hari penentuan karena musim baru hanya berjarak 10 hari. Amorim memang mendapatkan waktu untuk mengenal pemain, tetapi konsekuensinya adalah pekerjaan besar menanti pada periode akhir jendela.

Evaluasi Ruben Amorim dan Dampaknya pada Agenda Transfer

Amorim menahan aktivitas transfer untuk memahami skuad karena pendekatan 3-4-2-1 miliknya berbeda dari sistem Massimiliano Allegri. Milan sebelumnya memakai tiga bek dan wing-back, tetapi 3-4-2-1 memiliki filosofi berbeda dari 3-5-2.

Pelatih asal Portugal itu menguji sejumlah pemain yang semula diperkirakan masuk daftar jual. Evaluasi tersebut justru mencakup Fikayo Tomori, Youssouf Fofana, David Odogu, Christopher Nkunku, Filippo Terracciano, Santiago Gimenez, dan Pervis Estupinan.

Gambaran lebih jelas baru didapat setelah pramusim menghadapi Celtic, Inter Milan, dan Chelsea. Namun, keputusan muncul ketika waktu untuk menjual pemain dan mencari pengganti sudah semakin sempit.

Daftar Jual Membesar dan Opsi Strategi Penjualan

Milan kini hanya memiliki satu laga pramusim tersisa kontra Manchester United di Polandia pada Sabtu. Setelah itu, fokus Amorim diproyeksikan beralih ke komposisi terbaik untuk membuka musim.

Menjual pemain dalam jumlah besar bukan pekerjaan mudah, terlebih status mereka sebagai bukan bagian rencana klub sudah diketahui publik. Oleh karena itu, opsi peminjaman dengan klausul pembelian yang ditunda atau tidak sepenuhnya terjamin berpotensi dipertimbangkan.

Kasus Estupinan menggambarkan konsekuensi keputusan yang terlambat. Aston Villa sebelumnya mengajukan tawaran untuk bek asal Ekuador itu, tetapi Amorim menolak penjualan tersebut sebelum akhirnya memasukkan sang pemain ke daftar jual.

Kebutuhan Posisi dan Perlombaan Waktu Milan

Situasi Christopher Nkunku menunjukkan cepatnya penilaian pelatih berubah. Ia sempat dianggap cocok dengan gaya Amorim karena pengalaman dalam sistem pressing tinggi bersama RB Leipzig, tetapi kini tidak masuk rencana.

Selain tujuh nama tersebut, masa depan Rafael Leao juga belum sepenuhnya jelas. Dari sisi taktik, Leao memiliki kecocokan yang lebih rumit dengan sistem Amorim sehingga klub masih harus menentukan apakah hubungan keduanya dapat diperbaiki.

Milan masih membutuhkan bek tengah, wing-back, gelandang serang, dan kemungkinan gelandang tengah baru.

Dengan waktu kurang dari tiga pekan, klub harus menuntaskan penjualan sekaligus merekrut profil yang sesuai kebutuhan Amorim agar tidak memulai musim dengan skuad gemuk, tetapi belum lengkap.

Sumber: Sempre Milan