Liestiadi Sebut Dapat Pengalaman Berharga di Piala Presiden
Editor Bolanet | 4 September 2015 23:52
- Gresik United harus rela tersingkir dari persaingan menuju gelar juara turnamen Piala Presiden. Pemicunya, dua kali kekalahan yang diperoleh Kebo Giras- julukan skuad Gresik.
Terbaru, Gresik dihajar Pusamania Borneo FC (PBFC) dengan skor 3-1. Tiga gol bagi PBFC, masing-masing dicetak oleh Srdjan Lopicic pada menit ke-9 dan 49, serta Terens Puhiri menit ke-29. Sementara satu gol Gresik United, dicetak Fitra Ridwan pada menit ke-17.
Sedangkan sebelumnya, dipukul PSM Makassar dengan skor 0-3, di laga perdana Grup D.
Gresik United mayoritas diisi pemain muda, hampir 60-70 persen yang dibimbing pemain senior seperti Bima Sakti dan Supriyono. Sementara Borneo diisi mayoritas pemain yang menghuni tim nasional, ditambah Boaz Solossa yang menjadi pemain kunci lewat serangan balik, kata Pelatih Kepala Gresik, Liestiadi.
Saya akui Borneo lebih bagus, terutama dari hasil. Sementara dari statistik, kami tidak kalah. Saya dan manajemen mengapresiasi kinerja pemain. Banyak pemain yang tidak berpengalaman, mungkin hanya Bima Sakti dan Supriyono, imbuhnya.
Ditambahkannya lagi, jika para pemainnya mendapat pengalaman berharga. Setidaknya, pemain muda yang ada merasakan kompetisi ketat dan diharapkan bisa lebih siap apabila kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim ini jadi digelar.
Ini menjadi modal sebelum ke kompetisi. Mereka tahu bagaimana bermain di level tinggi seperti ini. Sedangkan soal kinerja wasit, saya tidak ingin berkomentar meski memang ada kesalahan di babak pertama. Sekalipun saya mengkritik, tapi biar publik saja yang menilai, pungkasnya. [initial]
(esa/asa)
Terbaru, Gresik dihajar Pusamania Borneo FC (PBFC) dengan skor 3-1. Tiga gol bagi PBFC, masing-masing dicetak oleh Srdjan Lopicic pada menit ke-9 dan 49, serta Terens Puhiri menit ke-29. Sementara satu gol Gresik United, dicetak Fitra Ridwan pada menit ke-17.
Sedangkan sebelumnya, dipukul PSM Makassar dengan skor 0-3, di laga perdana Grup D.
Gresik United mayoritas diisi pemain muda, hampir 60-70 persen yang dibimbing pemain senior seperti Bima Sakti dan Supriyono. Sementara Borneo diisi mayoritas pemain yang menghuni tim nasional, ditambah Boaz Solossa yang menjadi pemain kunci lewat serangan balik, kata Pelatih Kepala Gresik, Liestiadi.
Saya akui Borneo lebih bagus, terutama dari hasil. Sementara dari statistik, kami tidak kalah. Saya dan manajemen mengapresiasi kinerja pemain. Banyak pemain yang tidak berpengalaman, mungkin hanya Bima Sakti dan Supriyono, imbuhnya.
Ditambahkannya lagi, jika para pemainnya mendapat pengalaman berharga. Setidaknya, pemain muda yang ada merasakan kompetisi ketat dan diharapkan bisa lebih siap apabila kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim ini jadi digelar.
Ini menjadi modal sebelum ke kompetisi. Mereka tahu bagaimana bermain di level tinggi seperti ini. Sedangkan soal kinerja wasit, saya tidak ingin berkomentar meski memang ada kesalahan di babak pertama. Sekalipun saya mengkritik, tapi biar publik saja yang menilai, pungkasnya. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Ada Peran Ancelotti dalam Sinar Estevao Willian di Chelsea
Liga Inggris 7 Maret 2026, 08:00
-
Man of the Match Celta Vigo vs Real Madrid: Aurelien Tchouameni
Liga Spanyol 7 Maret 2026, 07:45
-
Man of the Match Wolves vs Liverpool: Andrew Robertson
Liga Inggris 7 Maret 2026, 07:43
-
Magis Liam Rosenior! Ada Trik Pochettino dalam Misi Kebangkitan Chelsea
Liga Inggris 7 Maret 2026, 04:44


















