LPIS Akui Masih Kedodoran Urus Timnas
Editor Bolanet | 29 Agustus 2012 17:48
- CEO PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), mengakui kalau pihaknya masih keteteran dalam mengurus Timnas. Hal itu diungkapkannya saat menanggapi surat balasan La Nyalla Mahmud Mattalitti kepada AFC.
Ketua umum PSSI bentukan KPSI itu sempat menyebut kalau IPL memiliki kualitas yang sangat rendah. Imbasnya, Timnas Indonesia menjadi terpuruk. Akibat dari rendahnya kualitas IPL menyebabkan pemain-pemain yang dipanggil untuk memperkuat Timnas kurang memiliki pengalaman dan talenta untuk bertanding melawan timnas lain yang memiliki liga domestik yang kuat. Keterpurukan Timnas Indonesia akan terus berlanjut selama kepemimpinan dipegang oleh DAH (Djohar Arifin ), tulis La Nyalla dalam surat balasan tersebut.
Selaku CEO LPIS yang merupakan pengelola IPL, Widja mengakuinya. Kendati beberapa hal saya berbeda pendapat, tapi di sisi lain, dalam penyusunan program yang komprehensif, solid, untuk kesinambungan Timnas Indonesia memang kita masih kedodoran, hal ini harus kami akui, katanya dalam pesan Blackberry Messenger yang diterima , Rabu (29/8).
Menurut Widja, dualisme organisasi liga dan kepengurusan PSSI yang terjadi di sepak bola Indonesia lah penyebab hal itu. Penyebab dari kedodoran ini karena lahirnya rivalitas dalam PSSI pasca kongres Solo, tambahnya. (fjr/end)
Ketua umum PSSI bentukan KPSI itu sempat menyebut kalau IPL memiliki kualitas yang sangat rendah. Imbasnya, Timnas Indonesia menjadi terpuruk. Akibat dari rendahnya kualitas IPL menyebabkan pemain-pemain yang dipanggil untuk memperkuat Timnas kurang memiliki pengalaman dan talenta untuk bertanding melawan timnas lain yang memiliki liga domestik yang kuat. Keterpurukan Timnas Indonesia akan terus berlanjut selama kepemimpinan dipegang oleh DAH (Djohar Arifin ), tulis La Nyalla dalam surat balasan tersebut.
Selaku CEO LPIS yang merupakan pengelola IPL, Widja mengakuinya. Kendati beberapa hal saya berbeda pendapat, tapi di sisi lain, dalam penyusunan program yang komprehensif, solid, untuk kesinambungan Timnas Indonesia memang kita masih kedodoran, hal ini harus kami akui, katanya dalam pesan Blackberry Messenger yang diterima , Rabu (29/8).
Menurut Widja, dualisme organisasi liga dan kepengurusan PSSI yang terjadi di sepak bola Indonesia lah penyebab hal itu. Penyebab dari kedodoran ini karena lahirnya rivalitas dalam PSSI pasca kongres Solo, tambahnya. (fjr/end)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: PSBS Biak vs Semen Padang 8 Maret 2026
Bola Indonesia 7 Maret 2026, 14:54
-
Krisis Memanas, Tottenham Bisa Jadi Favorit Kena Degradasi!
Liga Inggris 7 Maret 2026, 14:34
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Persik 8 Maret 2026
Bola Indonesia 7 Maret 2026, 13:49
-
Tidak Ada yang Peduli dengan Marcus Rashford di Barcelona
Liga Spanyol 7 Maret 2026, 12:38


















