Mahaka: Sulit Untuk Konsisten di Sepakbola Indonesia
Editor Bolanet | 6 Oktober 2015 18:18
- Hasani Abdulgani mengaku kesulitan untuk bersikap konsisten di sepakbola Indonesia. CEO Mahaka Sports ini menyebut iklim sepakbola Indonesia masih belum ramah untuk pengelolaan yang profesional.
Di sepakbola memang tidak ada yang konsisten. Ini irasional, ujar Hasani.
Tidak bisa kita buat konsisten di Indonesia kalau masih kondisi sepakbola kita seperti ini, sambungnya.
Sebelumnya, sempat muncul tudingan bahwa Mahaka inkonsisten dengan keputusan mereka terkait venue partai puncak Piala Presiden. Awalnya, mereka memilih Stadion Utama Gelora Bung Karno. Namun, dengan berbagai pertimbangan dan bermacam skenario laga final, Mahaka menyiapkan dua opsi lain terkait format dan lokasi final.
Lebih lanjut, Hasani menyebut bahwa sepakbola Indonesia harus bisa seperti di luar. Menurutnya, di luar jadwal bermain setiap tim sudah jelas. Sementara, di Indonesia, hal seperti ini saja kerap berubah di tengah jalan.
Bisa saja ditunda karena Pilkada, keributan dan sebagainya, tandasnya. [initial]
(den/asa)
Di sepakbola memang tidak ada yang konsisten. Ini irasional, ujar Hasani.
Tidak bisa kita buat konsisten di Indonesia kalau masih kondisi sepakbola kita seperti ini, sambungnya.
Sebelumnya, sempat muncul tudingan bahwa Mahaka inkonsisten dengan keputusan mereka terkait venue partai puncak Piala Presiden. Awalnya, mereka memilih Stadion Utama Gelora Bung Karno. Namun, dengan berbagai pertimbangan dan bermacam skenario laga final, Mahaka menyiapkan dua opsi lain terkait format dan lokasi final.
Lebih lanjut, Hasani menyebut bahwa sepakbola Indonesia harus bisa seperti di luar. Menurutnya, di luar jadwal bermain setiap tim sudah jelas. Sementara, di Indonesia, hal seperti ini saja kerap berubah di tengah jalan.
Bisa saja ditunda karena Pilkada, keributan dan sebagainya, tandasnya. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
1 Dekade Piala Presiden 2025: Datang Bersih, Pulang Bersih
Bola Indonesia 15 Juli 2025, 21:33
-
Piala Presiden 2025: Wajah Dunia, Hati Indonesia
Bola Indonesia 15 Juli 2025, 16:36
LATEST UPDATE
-
Kai Havertz: Saya Hanya Bisa Minta Maaf
Piala Dunia 30 Juni 2026, 09:47
-
Orlando Gill Jadi Tembok Kokoh Paraguay saat Singkirkan Jerman
Piala Dunia 30 Juni 2026, 09:42
-
Jerman dan Mimpi Buruk Piala Dunia yang Tak Kunjung Usai
Piala Dunia 30 Juni 2026, 09:01
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Belgia vs Senegal, 2 Juli 2026
Piala Dunia 30 Juni 2026, 09:00
-
Singkirkan Jerman, Paraguay Tunggu Prancis atau Swedia di Babak 16 Besar
Piala Dunia 30 Juni 2026, 08:51
-
Man of the Match Jerman vs Paraguay: Orlando Gill
Piala Dunia 30 Juni 2026, 06:53
-
Hasil Jerman vs Paraguay: Die Mannschaft Kalah Adu Penalti
Piala Dunia 30 Juni 2026, 06:32
-
Tempat Menonton Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026, 30 Juni 2026
Piala Dunia 30 Juni 2026, 06:30
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Belanda vs Maroko 30 Juni 2026
Piala Dunia 30 Juni 2026, 05:30
-
Akhir Pekan Bersama Edwin van der Sar di Jakarta, Berbagi Cerita dan Ilmu
Lain Lain 30 Juni 2026, 05:00
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41








