Makanan, Masalah Terbesar Pesepakbola Indonesia
Dimas Ardi Prasetya | 16 Desember 2017 01:26
Bola.net - - Pelatih Fisik Arema FC, Dusan Momcilovic menyoroti kebiasaan pesepakbola Indonesia yang kerap tak memperdulikan menu makanan mereka. Menurutnya, kebiasaan ini tak sehat dan bisa mempengaruhi performa sang pemain di lapangan.
Masalah utama adalah makanan. Kita tak bisa mengontrol kebiasaan para pemain di rumah, ujar Momcilovic.
Terlebih, masakan Indonesia kurang bagus bagi para atlet, sambung pelatih asal Serbia ini.
Pria yang karib disapa Dule tersebut mengatakan bahwa makanan Indonesia mengandung banyak minyak. Selain itu, ia menyebut bahwa masalah lain timbul dari makanan yang banyak mengandalkan nasi putih.
Jika makan banyak nasi putih, Anda akan merasa cepat lelah dan perlu istirahat, tuturnya.
Dule menambahkan, bagi atlet, diperlukan asupan makanan yang tepat. Asupan tepat tersebut adalah makanan yang mengandung vitamin, protein dan dan suplemen.
Hal ini penting karena mereka bekerja keras dan memerlukan banyak energi, Dule menjelaskan.
Lebih lanjut, pelatih yang pernah menangani Timnas Tanzania ini menyebut, makanan ibarat bahan bakar bagi tubuh seseorang. Tanpa bahan bakar yang tepat, ia menambahkan, tubuh tak mampu mengeluarkan potensi terbaiknya.
Karenanya, bagi atlet diperlukan makanan yang tepat, ia menandaskan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Rekap Piala AFF U-17 2026: Australia Kunci Tiket ke Semifinal
Tim Nasional 18 April 2026, 01:19
-
Man City vs Arsenal, Aaron Ramsey Ingin The Gunners Keluar Sebagai Pemenang
Liga Inggris 17 April 2026, 19:58
-
Live Streaming Inter vs Cagliari - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 17 April 2026, 18:45
-
Ada Kabar Kurang Sedap Bagi Man United Soal Cedera Matthijs De Ligt
Liga Inggris 17 April 2026, 18:44
LATEST EDITORIAL
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00












