Kabar Piala Dunia 2026: Frenkie de Jong Siap Memimpin Belanda, Cedera Kini Tinggal Kenangan

Kabar Piala Dunia 2026: Frenkie de Jong Siap Memimpin Belanda, Cedera Kini Tinggal Kenangan
Aksi Frenkie de Jong (tengah) saat sesi latihan timnas Belanda dalam persiapan jelang Piala Dunia 2026. (c) AP Photo/ Patrick Post

Bola.net - Frenkie de Jong datang ke Piala Dunia kali ini dengan satu kabar yang melegakan bagi Timnas Belanda: ia sudah pulih sepenuhnya. Gelandang berusia 29 tahun itu siap kembali menjadi jantung permainan Oranje saat mereka berjuang di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.

Peran De Jong memang sulit digantikan. Dari lini tengah, ia mengatur tempo, membuka ruang, dan menjadi penghubung utama antara pertahanan dan serangan. Tak jarang permainan Belanda kehilangan ritme ketika ia tidak berada di lapangan.

Cedera engkel dan robekan hamstring sempat membuat perjalanan kariernya tersendat. Bahkan, masalah fisik itu memaksanya melewatkan Euro 2024, sebuah momen yang masih membekas hingga sekarang. Akibatnya, jumlah penampilannya bersama tim nasional masih tertahan di angka 64 caps.

Kini suasananya berbeda. De Jong kembali ke skuad dengan kondisi yang jauh lebih baik, membawa semangat baru sekaligus pengalaman yang dibentuk oleh masa-masa sulit selama proses pemulihan.

Ambisi Besar Menatap Piala Dunia

Ambisi Besar Menatap Piala Dunia

Para pemain Timnas Belanda dalam sesi latihan tim jelang Piala Dunia 2026. (c) AP Photo/ Patrick Post

Bagi De Jong, Piala Dunia kali ini terasa lebih istimewa. Setelah melewati periode panjang di ruang perawatan, hasratnya untuk tampil dan memberikan yang terbaik justru semakin besar.

Ia juga melihat potensi besar dalam skuad Belanda saat ini. Menurutnya, generasi yang ada sekarang memiliki kualitas untuk bersaing dengan tim-tim terbaik di dunia, asalkan mampu berkembang menjadi satu kesatuan yang solid.

"Keinginan saya untuk berada di sana dan memberikan yang terbaik jadi semakin besar. Sejak saya bergabung dengan tim nasional, saya merasa inilah skuad Belanda yang memiliki potensi terbesar. Tetapi kami juga harus memastikan bahwa kami bisa menjadi tim terbaik," ujar De Jong kepada The Guardian.

Penderitaan Panjang Akibat Cedera Parah

Absen di Euro 2024 menjadi salah satu pukulan terbesar dalam karier De Jong. Cedera pergelangan kaki yang ia alami membuatnya harus menepi hampir enam bulan, waktu yang terasa sangat panjang bagi seorang pemain sepak bola.

Selama masa itu, ia kehilangan banyak pertandingan penting bersama klub maupun tim nasional. Bagi De Jong, pengalaman tersebut jauh lebih berat dibanding cedera yang pernah dialaminya di masa lalu.

"Bagi pemain seperti saya, enam bulan terasa seperti selamanya. Itu adalah masa tersulit dalam hidup saya," kata De Jong.

"Saya pernah mengalami cedera saat masih di Ajax pada 2018, ketika Ronald Koeman akan memanggil saya ke tim nasional. Saat latihan, saya mencoba menghalau bola lalu mendarat dengan posisi yang salah hingga ligamen di pergelangan kaki saya robek. Namun itu tidak ada apa-apanya dibanding cedera yang saya alami kali ini," lanjutnya.

Rekor Bersejarah Bersama Barcelona dan Respons Koeman

Di level klub, De Jong baru saja mencatatkan pencapaian yang membanggakan. Ia kini menjadi pemain Belanda dengan jumlah penampilan terbanyak bersama Barcelona, melampaui nama-nama besar seperti Johan Cruyff dan Patrick Kluivert dengan torehan 293 pertandingan.

Meski begitu, akhir musimnya sempat terganggu oleh cedera hamstring saat Barcelona memastikan gelar La Liga. Kondisi itu membuat banyak pihak khawatir menjelang Piala Dunia.

Ronald Koeman memilih merespons dengan tenang. Pelatih Belanda itu menegaskan tidak ada alasan untuk panik, meski ia mengakui akan lebih baik jika De Jong sempat mendapat lebih banyak menit bermain sebelum turnamen.

"Kami tidak khawatir, meskipun tentu akan lebih baik jika dia sempat bermain," ujar Koeman.

Piala Dunia nanti menjadi panggung penting bagi De Jong untuk menuntaskan perjalanan panjang yang ia lalui selama setahun terakhir. Jika sang gelandang mampu menjaga kebugarannya, Belanda akan memiliki salah satu senjata terkuat mereka dalam upaya mengejar trofi paling bergengsi di sepak bola dunia.