Manajemen Arema Cronus Sementara Tak Akan Bubarkan Tim
Editor Bolanet | 4 Mei 2015 20:52
- Para penggawa Arema Cronus boleh sedikit bernafas lega. Manajemen klub berlogo kepala singa ini menegaskan tak akan membubarkan tim. Paling tidak, untuk sementara waktu.
Secara prinsip, manajemen Arema untuk sementara ini, sebelum kita bertemu dengan pemain tidak akan membubarkan tim ini, ujar Media Officer Arema Cronus Sudarmaji.
Prinsipnya, kami akan mencari win-win solution seperti apa, sambungnya.
Sebelumnya, PSSI memutuskan menghentikan gelaran QNB League musim ini. Menurut Wakil Ketua Umum PSSI, Hinca Panjaitan, penghentian ini disebabkan adanya force majeure. Hinca menyebut force majeure ini tak lepas dari pembekuan PSSI dan tak keluarnya izin kepolisian untuk pertandingan QNB musim ini.
Kompetisi ISL 2015 dinyatakan force majeure sehubungan dengan kondisi luar biasa di luar PSSI yang menyebabkan kompetisi tidak bisa berjalan dengan baik, kompetisi tidak bisa tuntas diselesaikan, jadi kompetisi dihentikan, ucap Hinca.
Sementara, status force majeure ini membuat pemain ketar-ketir. Pasalnya, mereka yakin dengan status force majeure ini mereka akan otomatis putus kontrak.
Lebih lanjut, Sudarmaji membeber opsi-opsi yang dia maksud sebagai win-win solution tersebut. Menurut mantan wartawan ini ada opsi negosiasi ulang kontrak, kontrak baru, dan berbagai macam kemungkinan lain dalam pembicaraan antara manajemen dan pemain.
Yang jelas, ini harus dibicarakan pada pemain seperti apa masa depannya, tandasnya. (den/dzi)
Secara prinsip, manajemen Arema untuk sementara ini, sebelum kita bertemu dengan pemain tidak akan membubarkan tim ini, ujar Media Officer Arema Cronus Sudarmaji.
Prinsipnya, kami akan mencari win-win solution seperti apa, sambungnya.
Sebelumnya, PSSI memutuskan menghentikan gelaran QNB League musim ini. Menurut Wakil Ketua Umum PSSI, Hinca Panjaitan, penghentian ini disebabkan adanya force majeure. Hinca menyebut force majeure ini tak lepas dari pembekuan PSSI dan tak keluarnya izin kepolisian untuk pertandingan QNB musim ini.
Kompetisi ISL 2015 dinyatakan force majeure sehubungan dengan kondisi luar biasa di luar PSSI yang menyebabkan kompetisi tidak bisa berjalan dengan baik, kompetisi tidak bisa tuntas diselesaikan, jadi kompetisi dihentikan, ucap Hinca.
Sementara, status force majeure ini membuat pemain ketar-ketir. Pasalnya, mereka yakin dengan status force majeure ini mereka akan otomatis putus kontrak.
Lebih lanjut, Sudarmaji membeber opsi-opsi yang dia maksud sebagai win-win solution tersebut. Menurut mantan wartawan ini ada opsi negosiasi ulang kontrak, kontrak baru, dan berbagai macam kemungkinan lain dalam pembicaraan antara manajemen dan pemain.
Yang jelas, ini harus dibicarakan pada pemain seperti apa masa depannya, tandasnya. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Arema FC Tegaskan Status Ahmad Nufiandani
Bola Indonesia 18 Januari 2017, 16:02
-
Arema FC Batal Pinang Kapten Timnas Afghanistan
Bola Indonesia 13 Januari 2017, 09:09
-
Penggawa Bali United Ikut Berduka Atas Wafatnya Achmad Kurniawan
Bola Indonesia 12 Januari 2017, 15:35
-
AK Wafat, Perpanjangan Kontrak Pemain Arema FC Ditunda
Bola Indonesia 11 Januari 2017, 15:07
-
Arema FC Gagal Pinang Irfan Bachdim
Bola Indonesia 11 Januari 2017, 14:46
LATEST UPDATE
-
Hasil Lengkap Pertandingan AVC Women's Volleyball Cup 2026
Voli 7 Juni 2026, 11:51
-
Jadwal Lengkap Pertandingan AVC Women's Volleyball Cup 2026, 6-14 Juni 2026
Voli 7 Juni 2026, 11:51
-
Jadwal Lengkap Pertandingan Indonesia Open 2026, 2-7 Juni 2026
Bulu Tangkis 7 Juni 2026, 11:43
-
Hasil Lengkap Pertandingan Indonesia Open 2026
Bulu Tangkis 7 Juni 2026, 11:42
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47











