Mantan Wasit ISL Diminta Buat Surat Perjanjian
Editor Bolanet | 29 Mei 2013 23:39
- Kesempatan kedua dimiliki wasit Aeng Suarlan dan untuk tetap memimpin pertandingan di kompetisi milik PT Liga Indonesia (PT LI).
Namun, bukan lagi Indonesia Super League (ISL), melainkan Divisi Utama musim yang bergulir pada musim ini.
Keduanya, sama-sama mendapatkan sanksi didegradasikan ke Divisi Utama lantaran terbukti melakukan kekeliruan dalam memimpin pertandingan kasta utama.
Semula, Aeng Suarlan diputuskan untuk off selama satu musim kompetisi ISL. Namun, setelah Komite Wasit melakukan evaluasi, masa hukumannya menjadi dikurangi.
Ketua Komite Wasit PSSI sekaligus anggota Komite Eksekutif (Exco), Robertho Rouw mengatakan, jika keduanya ingin kembali menjadi pengadil lapangan, tidak cukup sebatas menjalani ujian kelayakan. Namun, harus membuat surat perjanjian.
Isinya yakni, berupa hukuman yang harus diterima jika mereka kembali terbukti membuat kesalahan. Mereka harus bersedia dijatuhkan hukuman, sekalipun berupa grounded, kata Bertho- panggilan Robertho Rouw.
Apa yang dialami Muhaimin, merupakan buntut ketika pertandingan lanjutan ISL antara Pelita Bandung Raya (PBR) lawan Persiwa Wamena, di Bandung, Jawa Barat, pada 21 April lalu.
Kala itu, pemain Persiwa Wamena, Edison Pieter Romaropen tidak menerima keputusan Muhaimin dan langsung layangkan tinju ke arah wajahnya. Akibatnya, Romaropen dihukum Komite Banding (Komding) PSSI berupa larangan aktif di pentas sepak bola selama satu tahun dan wajib membayar denda materi sebesar Rp100 juta.
Ada akibat, pasti ada sebabnya. Kami mencoba bertindak adil. Karena itu, tidak hanya pemain yang mendapatkan sanksi tapi juga kepada wasit. Semoga, apa yang kami lakukan dapat menjaga dan memperbaiki kualitas kompetisi, tutupnya. (esa/rdt)
Namun, bukan lagi Indonesia Super League (ISL), melainkan Divisi Utama musim yang bergulir pada musim ini.
Keduanya, sama-sama mendapatkan sanksi didegradasikan ke Divisi Utama lantaran terbukti melakukan kekeliruan dalam memimpin pertandingan kasta utama.
Semula, Aeng Suarlan diputuskan untuk off selama satu musim kompetisi ISL. Namun, setelah Komite Wasit melakukan evaluasi, masa hukumannya menjadi dikurangi.
Ketua Komite Wasit PSSI sekaligus anggota Komite Eksekutif (Exco), Robertho Rouw mengatakan, jika keduanya ingin kembali menjadi pengadil lapangan, tidak cukup sebatas menjalani ujian kelayakan. Namun, harus membuat surat perjanjian.
Isinya yakni, berupa hukuman yang harus diterima jika mereka kembali terbukti membuat kesalahan. Mereka harus bersedia dijatuhkan hukuman, sekalipun berupa grounded, kata Bertho- panggilan Robertho Rouw.
Apa yang dialami Muhaimin, merupakan buntut ketika pertandingan lanjutan ISL antara Pelita Bandung Raya (PBR) lawan Persiwa Wamena, di Bandung, Jawa Barat, pada 21 April lalu.
Kala itu, pemain Persiwa Wamena, Edison Pieter Romaropen tidak menerima keputusan Muhaimin dan langsung layangkan tinju ke arah wajahnya. Akibatnya, Romaropen dihukum Komite Banding (Komding) PSSI berupa larangan aktif di pentas sepak bola selama satu tahun dan wajib membayar denda materi sebesar Rp100 juta.
Ada akibat, pasti ada sebabnya. Kami mencoba bertindak adil. Karena itu, tidak hanya pemain yang mendapatkan sanksi tapi juga kepada wasit. Semoga, apa yang kami lakukan dapat menjaga dan memperbaiki kualitas kompetisi, tutupnya. (esa/rdt)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lima Bulan Bertugas di Wamena, Ini Kenangan Penggawa Arema pada Papua
Bolatainment 21 Agustus 2019, 23:23
-
Persiwa Usung Ambisi Bobol Gawang Persib
Bola Indonesia 26 Januari 2019, 21:37
-
Keroyok Wasit, Kapten Persiwa Disanksi Seumur Hidup
Bola Indonesia 24 September 2018, 21:47
-
Tagih Gaji ke PBR, Kubu Darko Senang Dengan Respon PSSI
Bola Indonesia 12 April 2017, 20:21
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47














