Menpora Diminta Tak Hanya Urusi Sepakbola
Editor Bolanet | 11 September 2015 16:12
- Mantan Deputi Kemenpora, Junusul Hairy, terus mengkritisi kebijakan Menteri Pemuda dan olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, yang tidak pada tugas dan fungsinya.
Karena itu, diingatkan Junusul, semestinya Menpora Imam lebih memprioritaskan tempat latihan dibanding membuang anggaran APBN dengan terus berkutat pada tata kelola sepak bola yang menjadi tanggung jawab KONI dan PSSI.
Olahraga itu bukan sepak bola saja, ujarnya.
Dilanjutkannya, di tengah prestasi olahraga Indonesia yang mengalami penurunan dan menghadapi tuan rumah Asian Games 2018, akan lebih baik Menpora Imam bersikap bijaksana. Terutama, dalam penggunaan dana yang tidak berurusan dengan sepak bola.
Sebab, dana akan lebih manfaat jika diperuntukkan membangun tempat latihan cabang olahraga yang telah mengukir prestasi di Olimpiade dan Asian Games.
Angkat besi dan panahan yang telah mengukir prestasi di Olimpiade harusnya sudah memiliki tempat latihan seperti Padepokan Bulutangkis Indonesia di Cipayung. Begitu juga cabang karate yang jadi andalan di Asian Games, katanya.
Meski sudah berprestasi, angkat besi, panahan dan karate tetap saja tidak mendapat perlakuan khusus. Tempat latihan ketiga cabang ini tidak semegah prestasinya.
Silahkan saja lihat kondisi tempat latihan angkat besi dan karate di Stadion Utama GBK yang cukup mengenaskan. Begitu juga panahan yang kalau hujan terpaksa menunda latihan, pungkasnya. (esa/dzi)
Karena itu, diingatkan Junusul, semestinya Menpora Imam lebih memprioritaskan tempat latihan dibanding membuang anggaran APBN dengan terus berkutat pada tata kelola sepak bola yang menjadi tanggung jawab KONI dan PSSI.
Olahraga itu bukan sepak bola saja, ujarnya.
Dilanjutkannya, di tengah prestasi olahraga Indonesia yang mengalami penurunan dan menghadapi tuan rumah Asian Games 2018, akan lebih baik Menpora Imam bersikap bijaksana. Terutama, dalam penggunaan dana yang tidak berurusan dengan sepak bola.
Sebab, dana akan lebih manfaat jika diperuntukkan membangun tempat latihan cabang olahraga yang telah mengukir prestasi di Olimpiade dan Asian Games.
Angkat besi dan panahan yang telah mengukir prestasi di Olimpiade harusnya sudah memiliki tempat latihan seperti Padepokan Bulutangkis Indonesia di Cipayung. Begitu juga cabang karate yang jadi andalan di Asian Games, katanya.
Meski sudah berprestasi, angkat besi, panahan dan karate tetap saja tidak mendapat perlakuan khusus. Tempat latihan ketiga cabang ini tidak semegah prestasinya.
Silahkan saja lihat kondisi tempat latihan angkat besi dan karate di Stadion Utama GBK yang cukup mengenaskan. Begitu juga panahan yang kalau hujan terpaksa menunda latihan, pungkasnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Real Madrid dan Seragam Putih yang Lahir dari Sebuah Mimpi di Inggris
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 22:10
-
Pemain PSG di Piala Dunia 2026: Fabian Ruiz Juara, Dembele Bersinar
Piala Dunia 21 Juli 2026, 21:21
-
Marcos Santos Bangun Identitas Baru untuk Arema FC Musim 2026/2027
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 21:07
-
Setelah Jadi Pahlawan Spanyol, Ferran Torres Diincar Real Madrid dan PSG
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 21:00
-
Menanti Daya Ledak Kembalinya Iwan Budianto Tangani Arema FC
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 20:59
-
Michael Olise Masih Aman di Bayern Munchen, Real Madrid Mundur
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 20:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55














