Menpora Imam Paparkan Alasan Tidak Berikan Rekomendasi ISL
Editor Bolanet | 18 Februari 2015 20:02
- Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memiliki alasan kuat untuk tidak memberikan rekomendasi terselenggaranya kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2015, pada 20 Februari.
Sebab diterangkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, sudah meminta PT Liga Indonesia (PT LI) untuk melengkapi persyaratan dari BOPI sejak April 2014.
BOPI sudah menyurati ke induk olahraga, termasuk PT LI untuk kirim data sebagai data base. Baik menyangkut organisasi, manajemen, SDM, kepengurusan, dan klub profesional seperti pembinaan dan pengembangan. Khusus PT LI, surat tersebut belum pernah direspon, terang Imam Nahrawi.
Kemudian, BOPI mengirim lagi pada 6 Januari 2015, meminta dokumen untuk kepentingan verifikasi kelayakan dan seterusnya. Kemudian, surat itu dipertegas dengan harapan 19 Januari verifikasi dokumen maupun faktual, sambungnya.
Namun dipaparkan Imam Nahrawi, bahwa surat permintaan BOPI baru direspon pada 23 Januari dan data yang dikirimkan, tidak sesuai harapan.
PT LI baru merespon dengan mengirim data administrasi, legal klub-klub yang sangat terbatas. Untuk verifikasi optimal, BOPI berusaha komunikasi proaktif untuk dapat data. Namun sampai 13 Februari, data baru 30 persen. Upaya BOPI untuk melengkapi dengan melakukan komunikasi intens dengan PT LI sehingga menjadi 50 persen, pungkasnya. (esa/dzi)
Sebab diterangkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, sudah meminta PT Liga Indonesia (PT LI) untuk melengkapi persyaratan dari BOPI sejak April 2014.
BOPI sudah menyurati ke induk olahraga, termasuk PT LI untuk kirim data sebagai data base. Baik menyangkut organisasi, manajemen, SDM, kepengurusan, dan klub profesional seperti pembinaan dan pengembangan. Khusus PT LI, surat tersebut belum pernah direspon, terang Imam Nahrawi.
Kemudian, BOPI mengirim lagi pada 6 Januari 2015, meminta dokumen untuk kepentingan verifikasi kelayakan dan seterusnya. Kemudian, surat itu dipertegas dengan harapan 19 Januari verifikasi dokumen maupun faktual, sambungnya.
Namun dipaparkan Imam Nahrawi, bahwa surat permintaan BOPI baru direspon pada 23 Januari dan data yang dikirimkan, tidak sesuai harapan.
PT LI baru merespon dengan mengirim data administrasi, legal klub-klub yang sangat terbatas. Untuk verifikasi optimal, BOPI berusaha komunikasi proaktif untuk dapat data. Namun sampai 13 Februari, data baru 30 persen. Upaya BOPI untuk melengkapi dengan melakukan komunikasi intens dengan PT LI sehingga menjadi 50 persen, pungkasnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Konsisten di Jalur Emas, Indonesia Lampaui Target Harian SEA Games 2025
Olahraga Lain-Lain 15 Desember 2025, 16:55
-
Bonus Emas SEA Games 2025 Tembus Rp1 Miliar, Menpora Erick: Bukti Cinta Presiden Prabowo
News 12 Desember 2025, 15:36
LATEST UPDATE
-
Prediksi Kolombia vs Yordania 8 Juni 2026
Piala Dunia 7 Juni 2026, 03:23
-
Prediksi Ekuador vs Guatemala 8 Juni 2026
Piala Dunia 7 Juni 2026, 03:09
-
Hasil Portugal vs Chili: Selecao Menangkan Duel 10 Lawan 10!
Piala Dunia 7 Juni 2026, 02:50
-
Prediksi Maroko vs Norwegia 8 Juni 2026
Piala Dunia 7 Juni 2026, 02:30
-
Prediksi Kroasia vs Slovenia 8 Juni 2026
Piala Dunia 7 Juni 2026, 01:59
-
Manchester United Kejar Tonali, Newcastle Minta 115 Juta Euro
Liga Inggris 7 Juni 2026, 00:40
-
MU Sudah Kelarkan Transfer Ederson, Tapi Belum Bisa Disahkan?
Liga Inggris 6 Juni 2026, 23:40
-
10 Momen Tak Terlupakan yang Membentuk Sejarah Piala Dunia
Piala Dunia 6 Juni 2026, 23:03
-
Nasib Unik Matthijs de Ligt, Selalu Berganti Pelatih Setiap Musim
Liga Inggris 6 Juni 2026, 22:40
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47








