Milo Membantah Kerap Bobolnya Gawang Arema Akibat Stopper Mereka Lambat
Ari Prayoga | 29 Juni 2019 02:20
Bola.net - Pelatih Arema FC, Milomir Seslija, mengakui bahwa dua stopper andalan timnya, Hamka Hamzah dan Arthur Cunha, tak tergolong pemain yang memiliki kecepatan. Namun, ia memastikan bahwa bukan hal inilah yang membuat benteng pertahanan timnya rapuh, terutama dari skema serangan balik.
"Memang, untuk beradu sprint, Hamka dan Arthur bukan pemain cepat. Namun, memang tak ada stopper yang memiliki kecepatan. Tak hanya di Indonesia, di Inggris pun demikian." kata Milo, sapaan karib Milomir Seslija.
"Ketika masih aktif bermain, saya dulu berposisi stoper. Saya pun tak terlalu cepat. Namun, tak ada yang menilai saya berdasar kecepatan," sambungnya.
Menurut Milo, serangan balik merupakan skema yang sangat sulit untuk diredam. Bahkan, Barcelona dan Real Madrid pun kerap kesulitan mengantisipasi serangan macam ini.
"Masalah datang ketika kita kehilangan bola kala sedang menyusun serangan. Tidak ada seorang pemain pun yang bisa bertahan dengan bagus," tuturnya.
Arema sendiri akan menjamu PS TIRA Persikabo pada laga pekan keenam Shopee Liga 1 musim 2019 ini. Pertandingan, yang akan disiarkan langsung Indosiar, tersebut bakal digelar di Stadion Gajayana Kota Malang, Sabtu (29/06).
Pertandingan ini dihelat di tengah keraguan terhadap kondisi lini pertahanan Arema. Sebelumnya, penampilan barisan pertahanan Arema berada dalam sorotan. Hal ini tak lepas dari tingginya tingkat kebobolan mereka pada Shopee Liga 1 musim 2019 ini.
Dari tiga pertandingan, gawang Arema sudah bobol tujuh kali. Lima gol bersarang ke gawang Kurniawan Kartika Ajie dalam dua pertandingan, kontra PSS Sleman dan Borneo FC. Sementara, dua gol sisanya, terjadi ke gawang Utam Rusdiyana, pada laga kontra Persela Lamongan.
Dari gol-gol yang bersarang ke gawang Arema, sebagian besarnya terjadi melalui skenario serangan balik.
Bagaimana persiapan Arema agar tak mudah kebobolan kala menghadapi PS TIRA? Simak di bawah ini.
Belajar dari Pengalaman Lawan Persebaya
Milo pun menyebut bahwa menghadapi ancaman serangan balik bukanlah hal baru bagi para pemainnya. Mereka, menurut pelatih asal Bosnia ini, sudah pernah menghadapi tim yang mengandalkan serangan balik.
"Kami sudah pernah menghadapi Persebaya. Mereka adalah tim dengan serangan balik paling berbahaya dan kami bisa menahan mereka pada dua pertandingan, sekali imbang dan sekali menang," kata Milo.
Dari dua pertandingan tersebut, Milo mengaku, ada pelajaran yang bisa dipetik untuk mengantisipasi serangan balik. Mereka, sambung pelatih berusia 54 tahun ini, wajib memperkecil peluang lawan untuk melakukan serangan balik.
"Kami harus bermain permainan kami sendiri. Bermain dengan cerdas. Kami harus bisa mengambil inisiatif dan mendominasi permainan," ia menandaskan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bojan Hodak Blak-blakan soal Perekrutan Layvin Kurzawa dan Dion Markx ke Persib
Bola Indonesia 26 Januari 2026, 08:23
-
Resmi! Persib Bandung Daratkan Layvin Kurzawa dan Dion Markx
Bola Indonesia 25 Januari 2026, 22:04
LATEST UPDATE
-
Bedah Taktik Michael Carrick Saat Man United Permalukan Arsenal: Masterclass!
Liga Inggris 28 Januari 2026, 05:15
-
Casemiro Bidik Piala Dunia 2026, Performa di Man United Jadi Kunci
Liga Inggris 27 Januari 2026, 22:50
-
Barcelona Dicampakkan Dro Fernandez, Presiden Klub Bahkan Dibuat Terkejut
Liga Spanyol 27 Januari 2026, 22:17
-
John Herdman Blak-blakan Alasannya Mengunjungi Latihan Persija, Pantau Pemain Muda
Tim Nasional 27 Januari 2026, 22:11
-
Prediksi Athletic Bilbao vs Sporting Lisbon, 29 Januari 2026
Liga Champions 27 Januari 2026, 21:52
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam Borussia Dortmund dan Inter Milan
Editorial 27 Januari 2026, 16:30
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United
Editorial 27 Januari 2026, 10:41
-
5 Bintang Manchester United yang Bisa Bersinar di Bawah Michael Carrick
Editorial 23 Januari 2026, 06:04
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05










