Persija Diledek APBD FC Usai Disponsori 4 BUMD Jakarta, Mohamad Prapanca Gerah dan Beri Jawaban Menohok!

Persija Diledek APBD FC Usai Disponsori 4 BUMD Jakarta, Mohamad Prapanca Gerah dan Beri Jawaban Menohok!
Skuad Persija Jakarta saat berhadapan dengan Persijap Jepara (c) Bola.net/Abdul Aziz

Bola.net - Persija Jakarta belakangan ini kerap mendapat sindiran pedas dari netizen, terutama rival di papan atas, dengan sebutan "APBD FC". Label ini muncul usai empat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jakarta menjadi sponsor Macan Kemayoran di BRI Super League 2025/26.

Keempat perusahaan pelat merah tersebut meliputi Bank Jakarta, Transjakarta, MRT Jakarta, dan PAM Jaya yang logonya terpampang di jersey klub. Direktur Persija, Mohamad Prapanca mengaku cukup terusik dengan komentar-komentar miring yang beredar di media sosial belakangan ini.

"Oke. Agak, apa namanya, agak risih juga ya dengarnya ya. Dan saya nggak tahu itu buzzer atau memang itu suporter Persija, atau provokator gitu ya," ujar Prapanca kepada wartawan.

"Tapi ya balik lagi, karena kelemahan kita di filterisasi digital, jadi semua orang wes seenak udelnya dewe omong gitu di sosial media," katanya menambahkan.

Komitmen Gubernur Jakarta

Komitmen Gubernur Jakarta

Aditya Warman merayakan gol untuk Persija Jakarta pada pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (3/1/2026) sore WIB (c) Bola.com/Abdul Aziz

Prapanca menjelaskan bahwa kerja sama ini bermula dari komitmen Gubernur Jakarta, Pramono Anung yang ingin melihat identitas kota semakin kuat. Gubernur ingin Jakarta lebih Persija yang kemudian ditindaklanjuti dengan diskusi mengenai kolaborasi strategis antara kedua pihak.

Pria yang akrab disapa Panca ini menyatakan bahwa kerja sama tersebut murni hubungan bisnis yang saling menguntungkan, bukan pemberian uang secara gratis. Setiap BUMD memiliki kepentingan untuk mensosialisasikan program kerja melalui media sosial Persija yang memiliki basis massa besar.

"Anyway, saya bisa jelaskan terkait dengan apa yang kolaborasi dengan pihak Pak Gubernur, dalam hal ini. Di mana pada saat Pak Gubernur dilantik menjadi apa, Pak Pramono dilantik menjadi gubernur, beliau memberikan statement 'Ingin Jakarta Lebih Persija'. Silakan dicek semua itu ada di statement beliau," kata Panca.

Kolaborasi Persija dengan BUMD

Kolaborasi Persija dengan BUMD

Pemain Persija Jakarta di laga melawan Bali United pada pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026, Minggu (15/2/2026) malam WIB. (c) Dok. Persija Jakarta

Salah satu contohnya adalah PAM Jaya yang menggunakan platform Persija untuk mengedukasi masyarakat mengenai proyek galian atau kendala banjir. Hal ini dilakukan agar warga Jakarta tidak kaget dan memahami alasan di balik pengerjaan infrastruktur yang terkadang menyebabkan kemacetan.

Begitu juga dengan Bank Jakarta yang sedang melakukan proses rebranding besar-besaran dari nama sebelumnya, yakni Bank DKI. Prapanca menyebut bahwa menggunakan jasa Persija jauh lebih efektif dan efisien secara anggaran dibandingkan menggunakan jasa konsultan promosi konvensional.

"Dari Bank DKI ke Bank Jakarta tujuannya apa? Karena menurut Pak Gubernur, beliau mau, apa namanya, ini akan menjadi stepping stone agar Bank DKI menjadi salah satu bank yang bisa listed di bursa. Perlu kerja keras untuk me-rebranding," tegas Panca.

Kewajiban Persija

Kewajiban Persija

Ekspresi Rizky Ridho usai Persija bermain imbang 2-2 lawan Borneo FC pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 (c) Muhammad Iqbal Ichsan

Persija memiliki kewajiban untuk memproduksi konten kreatif demi mendongkrak popularitas produk dan layanan dari para sponsor tersebut. Prapanca meyakinkan bahwa setiap sen yang dikeluarkan oleh BUMD diawasi ketat oleh lembaga seperti BPK dan BPKP agar tetap transparan.

"Tapi kita juga kerja untuk membuat konten, untuk membuat program PAM lebih diketahui oleh khalayak umum. Khususnya warga Jakarta. Gitu. Itu terkait PAM. Saya harus jelasin detail ini, biar nanti para stakeholder termasuk apa namanya, dewan pengawas dari masing-masing BUMD ini juga bisa melihat ini. Gitu. Itu kan ada BPKP, ada BPK, ada Irjen dan lain-lain," beber Panca.

Untuk MRT dan Transjakarta, kolaborasi ini difokuskan untuk mempromosikan kemajuan transportasi publik Jakarta kepada dunia internasional. Persija dijadikan alat diplomasi agar Jakarta dikenal sebagai Global City melalui aset-aset ikonik milik moda transportasi tersebut.

Bisa Jadi Manfaat yang Baik

Bisa Jadi Manfaat yang Baik

Persija Jakarta. (c) ist

Prapanca menyayangkan jika rivalitas antar suporter justru merembet ke urusan dapur klub yang sebenarnya bisa dicontoh oleh daerah lain. Baginya, setiap daerah memiliki peluang yang sama untuk mengkolaborasikan klub lokal dengan pemerintah demi kemajuan bersama.

"Lho, kalau seandaikan gitu, silakan klub lain lakukan hal yang sama. Kan bagus juga. Gitu. Kan masing-masing klub kan punya Pemprov. Pemprov-nya perlu untuk mensosialisasikan, biar enggak saling menyalahkan, gitu," tutur Panca.

"Nah Jakarta ini, mudah-mudahan warganya selalu bisa berkolaborasi, gitu. Dan pasti, saya bilang, selalu ada oknum. Tapi gimana caranya melalui kanal media Persija, ini akan menjadi manfaat yang baik. Nah, itu mungkin kira-kira yang saya bisa sampaikan," imbuhnya.