Pandangan Divaldo Alves soal Regulasi U-23 di BRI Super League: Demi Masa Depan Timnas Indonesia!
Editor Bolanet | 12 Agustus 2025 15:45
Bola.net - Kompetisi BRI Super League 2025/2026 kembali bergulir dengan sejumlah kebijakan baru. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah penerapan regulasi pemain U-23.
Dalam aturan tersebut, operator liga mewajibkan setiap klub mendaftarkan lima pemain kelahiran 2003. Satu di antaranya bahkan harus bermain sebagai starter setidaknya selama 45 menit pertama.
Kebijakan ini sontak memantik berbagai respons dari para pelaku sepak bola nasional. Namun, pandangan positif datang dari pelatih kepala PSBS Biak, Divaldo Alves.
Juru taktik asal Portugal itu melihat aturan ini bukan sekadar kewajiban, melainkan sebuah investasi jangka panjang. Ia meyakini ada manfaat besar yang bisa dipetik untuk masa depan sepak bola Indonesia.
Sokongan Penuh untuk Regenerasi Timnas
Di tengah pro dan kontra yang mengemuka, Divaldo Alves secara tegas memberikan dukungan penuh. Ia menilai regulasi pemain U-23 merupakan langkah yang sangat strategis dari operator kompetisi.
Menurut pandangannya, kebijakan ini selaras dengan program pengembangan pemain muda yang sedang digalakkan. Muaranya tentu saja adalah untuk menciptakan regenerasi yang sehat bagi Timnas Indonesia.
Secara terbuka, mantan pelatih Persik Kediri ini menguraikan alasannya.
"Kalau saya perhatikan, Timnas Indonesia saat ini memiliki banyak pemain muda, termasuk dari kelompok U-23. Saya rasa program PSSI untuk pemain U-23, yang mengharuskan mereka bermain sesuai regulasi, adalah program yang sangat bagus karena sudah ada beberapa pemain yang bisa menembus Timnas Indonesia sekarang," ujar Divaldo Alves kepada Bola.com.
Menjaga Momentum dan Stabilitas Skuad Garuda
Lebih jauh, Divaldo Alves meyakini bahwa menit bermain yang terjamin akan terus mengasah kemampuan para talenta muda. Hal ini menjadi berkah tersendiri bagi pemain yang menjadi langganan tim nasional.
Ia lantas menyoroti pentingnya menjaga stabilitas di dalam skuad Garuda. Dengan waktu berkumpul yang relatif singkat, tim nasional tidak bisa terlalu sering bongkar pasang pemain.
Pelatih yang akrab disapa Alves ini pun menjelaskan pandangannya secara rinci.
"Saya kira di Timnas Indonesia, kondisi seperti ini masih bisa berjalan untuk beberapa tahun ke depan karena pemain timnas tidak boleh sering diganti-ganti. Mereka berkumpul hanya sesekali,"
"Kalau berkumpulnya jarang, harus pemain yang sudah saling memahami cara bermain kawannya dan strategi tim. Kalau sering diganti-ganti, itu tidak akan efektif. Jadi saya kira untuk saat ini, regulasi tersebut tidak terlalu mengganggu liga kita," pungkas pelatih asal Portugal itu.
Disadur dari: Bola.com (Ana Dewi/Aning Jati)
Jangan Sampai Ketinggalan ini Bolaneters!
'Senjata Rahasia' Pelatih Asing yang Belum Dimiliki Juru Taktik Lokal di BRI Super League
Jordi Amat Usai Laga Persija vs Persita di BRI Super League: Atmosfer JIS Magis, tapi...
Comeback dari Cedera, Begini Perasaan Saddil Ramdani usai Bela Persib di BRI Super League
Kalahkan Semen Padang, Persib Berada di Jalur yang Tepat untuk Pertahankan Gelar BRI Super League
Jalani Debut Bersama Bali United di BRI Super League, Ini Pengakuan Jens Raven
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Karakter Impian Pratama Arhan di Persija: Pekerja Keras dan Disiplin
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 19:23
-
Prancis di Piala Dunia 2026: Terbaik, Skilful, dan Paling Berbahaya
Piala Dunia 10 Juli 2026, 17:53
-
Herdman Ingin Bawa Timnas Indonesia Angkat Trofi Piala AFF 2026
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 17:37
-
Hadapi Musim yang Padat, Persib Kelola Fisik dan Mental
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 16:58
-
Luis De La Fuente: Belgia Dulu, Baru Prancis!
Piala Dunia 10 Juli 2026, 15:00
-
Romelu Lukaku: Belgia Punya Semua yang Dibutuhkan untuk Jegal Spanyol!
Piala Dunia 10 Juli 2026, 14:30
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55















