Pelatih PSIS Semarang, Gilbert Agius Terkejut Lilhat Kebiasaan Jam Karet di Indonesia
Richard Andreas | 24 Maret 2024 09:15
Bola.net - Pelatih PSIS Semarang, Gilbert Agius memiliki banyak pengalaman culture shock ketika pertama kali tiba di Indonesia. Dia merasakan perbedaan kebiasaan dan budaya yang signifikan.
Agius datang sebagai nakhoda baru PSIS Semarang pada putaran kedua BRI Liga 1 2022/2023. Saat pertama kali datang ke Indonesia, pelatih asal Malta itu harus beradaptasi dengan perbedaan budaya yang sangat kentara.
Dia mengatakan, tak mudah untuk melakukan penyesuaian. Perbedaan ini tak hanya ditemui saat berinteraksi dengan internal klub saja, tetapi juga sampai kebiasaan masyarakat di jalan raya.
“Saya sebetulnya lebih memilih tinggal di negara saya. Namun, saya tidak ingin mengeluh. Setelah setahun berkarier di Indonesia, kini saya merasa lebih terbiasa dengan kulturnya,” kata Gilbert dikutip dari kanal YouTube PSIS TV.
“Pada awalnya memang terasa sangat sulit. Semuanya sangat berbeda di Indonesia, baik itu bahasa, makanan, agama, hingga lalu lintasnya. Semua berbeda dengan negara saya,” tambahnya.
Ugal-ugalan di Jalan
Salah satu fenomena yang membuat pelatih berusia 50 tahun itu cukup tercengang ialah kebiasaan pengendara sepeda motor di Indonesia saat melakukan manuver di jalanan. Dia merasa seperti tak ada aturan dalam berkendara di Indonesia.
“Di Malta, lalu lintasnya sebetulnya juga padat, tetapi memang berbeda. Di sini, terlalu banyak sepeda motor. Jadi, saat saya mengendarai mobil, sepeda motor seperti tidak ada aturan,” ujar Gilbert.
“Sampai sekarang tidak ada masalah. Untungnya, di negara ini jalur berkendaranya sama. Setir mobil berada di kanan, dan kita berkendara di lajur kiri. Bagi saya itu memudahkan untuk beradaptasi,” lanjutnya.
Fenomena Jam Karet
Mantan pelatih Timnas Malta itu juga mengeluhkan soal kebiasaan para pemain Indonesia yang sering terlambat datang. Fenomena jam karet ini, kata Gilbert, terlihat seperti hal yang lumrah terjadi di Indonesia.
“Satu hal ketika saya datang ke sini, masalahnya adalah waktu. Mereka selalu terlambat. Namun, saya melihat hal itu seperti sesuatu yang normal di Indonesia. Ketika seseorang datang terlambat, mereka menganggapnya hal normal,” ujarnya.
“Seperti bukan hal yang asing. Menurut saya ini tidak normal. Akhirnya kami membuat kesepakatan. Sekarang para pemain datang lebih tepat waktu. Mungkin ada satu dua yang terlambat, tetapi mereka harus membayar denda,” tambahnya.
Perkembangan Tim
Pelatih yang mengantongi lisensi UEFA Pro itu memang telah merasakan banyak perkembangan setelah setahun menakhodai Mahesa Jenar. Chemistry antarpemain kini sudah terjalin dengan sangat kuat.
Bagi Gilbert, ini menjadi modal berharga untuk membawa Mahesa Jenar meraih prestasi. Apalagi, Septian David Maulana dan kolega mendapat target untuk menembus babak championship series BRI Liga 1 2023/2024.
“Sekarang para pemain sudah membangun chemistry yang bagus, selayaknya saudara sendiri. Karena, itu merupakan tantangan yang besar untuk saya. Apalagi, kami punya perbedaan budaya, termasuk dengan pemain asing. Namun, menurut saya, kini sudah cukup baik,” ujarnya.
Sumber: Kanal Youtube PSIS TV
Disadur dari: Bola.com (Radifa Arsa/Aryo Atmaja) 24 Maret 2024
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil BRI Super League: Bhayangkara FC Ditahan PSM Makassar
Bola Indonesia 26 Oktober 2026, 21:09
-
Hasil BRI Super League: Sempat Tertinggal, Persija Taklukkan Persik Kediri 2-1
Bola Indonesia 26 Oktober 2026, 21:04
-
Hasil Persebaya Surabaya vs Madura United: Bajul Ijo Menang 3-1
Bola Indonesia 26 Oktober 2026, 20:57
-
Link Live Streaming Bhayangkara FC vs PSM di BRI Super League
Bola Indonesia 26 Oktober 2026, 18:54
-
Link Live Streaming Persija vs Persik di BRI Super League
Bola Indonesia 26 Oktober 2026, 18:34
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



