Pemain Persebaya Terlalu Lama Pegang Bola
Editor Bolanet | 19 Agustus 2015 20:15
- Meski menang besar atas PON Jatim dalam uji coba, Rabu (19/8) sore tadi, pelatih , Ibnu Grahan menilai masih banyak kekurangan dari timnya yang harus diperbaiki. Ibnu mengkritik kebiasaan pemainnya yang terlalu lama pegang bola. Sehingga mudah direbut lawan.
Dalam uji coba yang dilangsungkan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) itu, kelima gol Persebaya disumbangkan oleh Siswanto, Erick Dwi Ermawansyah, Wage Dwi Aryo, Rudi Widodo, serta Otavio Dutra dari titik putih. Ini adalah uji coba dengan komposisi pemain yang lengkap, kata Ibnu usai laga.
Kepada Bola.net, Ibnu menyebut sejumlah kelemahan timnya yang harus segera diperbaiki. Anak-anak terlalu lama pegang bola. Terlalu banyak dribbling. Finishing touch masih lebah. Ketika berada di box penalti lawan, anak-anak kurang bisa memanfaatkan peluang dari crossing. Komunikasi juga kurang, kritik Ibnu.
Perhatian khusus harus diberikan atas Emile Mbamba. Meski dimainkan selama 70 menit, penyerang asal Kamerun ini gagal memberikan kontribusi. Setidaknya ada dua peluang yang seharusnya bisa dikonversi menjadi gol. Kondisi Mbamba sebenarnya sudah lumayan, jabar Ibnu.
Sementara itu, pelatih PON Jatim, Hanafing tak mempermasalahkan kekalahan timnya atas Persebaya. Ia berdalih anak asuhnya kecapekan. Anak-anak baru saja jalani pemusatan latihan fisik di Malang. Mereka belum menyentuh bola. Mereka terus kami genjot dengan latihan fisik, sehingga masih kelelahan,
Saya bilang ke pemain untuk habiskan seluruh kemampuan. Ternyata hanya sampai babak pertama saja. Babak kedua pemain habis, tutup Hanafing. [initial]
(faw/asa)
Dalam uji coba yang dilangsungkan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) itu, kelima gol Persebaya disumbangkan oleh Siswanto, Erick Dwi Ermawansyah, Wage Dwi Aryo, Rudi Widodo, serta Otavio Dutra dari titik putih. Ini adalah uji coba dengan komposisi pemain yang lengkap, kata Ibnu usai laga.
Kepada Bola.net, Ibnu menyebut sejumlah kelemahan timnya yang harus segera diperbaiki. Anak-anak terlalu lama pegang bola. Terlalu banyak dribbling. Finishing touch masih lebah. Ketika berada di box penalti lawan, anak-anak kurang bisa memanfaatkan peluang dari crossing. Komunikasi juga kurang, kritik Ibnu.
Perhatian khusus harus diberikan atas Emile Mbamba. Meski dimainkan selama 70 menit, penyerang asal Kamerun ini gagal memberikan kontribusi. Setidaknya ada dua peluang yang seharusnya bisa dikonversi menjadi gol. Kondisi Mbamba sebenarnya sudah lumayan, jabar Ibnu.
Sementara itu, pelatih PON Jatim, Hanafing tak mempermasalahkan kekalahan timnya atas Persebaya. Ia berdalih anak asuhnya kecapekan. Anak-anak baru saja jalani pemusatan latihan fisik di Malang. Mereka belum menyentuh bola. Mereka terus kami genjot dengan latihan fisik, sehingga masih kelelahan,
Saya bilang ke pemain untuk habiskan seluruh kemampuan. Ternyata hanya sampai babak pertama saja. Babak kedua pemain habis, tutup Hanafing. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Eksklusif Match: Persebaya vs Persik Live Streaming di Vidio
Bola Indonesia 22 Mei 2026, 19:31
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persik 23 Mei 2026
Bola Indonesia 22 Mei 2026, 17:27
LATEST UPDATE
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
-
Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
Liga Inggris 22 Juli 2026, 20:35
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
















