Persebaya Isyaratkan Kehabisan Bensin
Editor Bolanet | 17 Juli 2014 09:40
- Persebaya Surabaya, tim kaya baru yang jor-joran dalam mengontrak pemain, dikabarkan mulai kehabisan bensin. Bahkan, manajemen berencana untuk lebih berhemat pada kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim depan.
Sinyal macetnya keuangan Persebaya menguat setelah manajemen dikabarkan belum membayarkan gaji pemain. Meski baru beberapa bulan, fakta ini jelas kontradiksi dengan apa yang dilakukan manajemen Persebaya di awal musim lalu.
Setelah menembus ISL dengan status sebagai juara Divisi Utama 2013, Persebaya menghambur-hamburkan uang dengan mendatangkan banyak pemain bintang. Diperkirakan lebih dari Rp 25 miliar mereka gelontorkan untuk mendapatkan pemain dengan label kelas 'A'.
Tapi dunia memang fana, tak terkecuali kekayaan Persebaya. Menjelang berakhirnya putaran kedua, alur duit Persebaya mulai tersendat. Bahkan, Predisen Direktur Diar Kusuma Putra sempat melontarkan ide untuk merasionalisasi gaji para pemain.
Namun Diar sadar, hal itu akan sukar dilakukan di tengah kompetisi yang sudah memasuki ujung jalan. Penghematan pun bakal dilakukan di musim depan. Mungkin kalau sekarang tidak mungkin pemain mau, kemungkinannya musim depan baru bisa, ujar Diar.
Baik Diar maupun asisten manajer Amran Said Ali memang kompak beralasan bahwa macetnya gaji pemain dikarenakan faktor administrasi. Mereka pun meminta tim besutan Rahmad Darmawan bersabar dan percaya bahwa manajemen secepatnya akan menuntaskan kewajibannya ke pemain.
Sinyal macetnya keuangan Persebaya menguat setelah manajemen dikabarkan belum membayarkan gaji pemain. Meski baru beberapa bulan, fakta ini jelas kontradiksi dengan apa yang dilakukan manajemen Persebaya di awal musim lalu.
Setelah menembus ISL dengan status sebagai juara Divisi Utama 2013, Persebaya menghambur-hamburkan uang dengan mendatangkan banyak pemain bintang. Diperkirakan lebih dari Rp 25 miliar mereka gelontorkan untuk mendapatkan pemain dengan label kelas 'A'.
Tapi dunia memang fana, tak terkecuali kekayaan Persebaya. Menjelang berakhirnya putaran kedua, alur duit Persebaya mulai tersendat. Bahkan, Predisen Direktur Diar Kusuma Putra sempat melontarkan ide untuk merasionalisasi gaji para pemain.
Namun Diar sadar, hal itu akan sukar dilakukan di tengah kompetisi yang sudah memasuki ujung jalan. Penghematan pun bakal dilakukan di musim depan. Mungkin kalau sekarang tidak mungkin pemain mau, kemungkinannya musim depan baru bisa, ujar Diar.
Baik Diar maupun asisten manajer Amran Said Ali memang kompak beralasan bahwa macetnya gaji pemain dikarenakan faktor administrasi. Mereka pun meminta tim besutan Rahmad Darmawan bersabar dan percaya bahwa manajemen secepatnya akan menuntaskan kewajibannya ke pemain.
Jadi harap ada saling pengertian, sehingga semua bisa berjalan. Sepak bola Indonesia yang profesional dan mandiri secara finansial juga bisa segera terwujud, tutup Diar. (faw/fjr)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Eksklusif Match: Persebaya vs Persik Live Streaming di Vidio
Bola Indonesia 22 Mei 2026, 19:31
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persik 23 Mei 2026
Bola Indonesia 22 Mei 2026, 17:27
LATEST UPDATE
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
-
Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
Liga Inggris 22 Juli 2026, 20:35
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
















