Persebaya United Monoton, Ini Penjelasan Ibnu Grahan
Editor Bolanet | 20 September 2015 21:06
- Sebenarnya Persebaya United memainkan permainan monoton saat berhadapan dengan Sriwijaya FC, Minggu (20/9) sore. Mereka seolah menerapkan strategi yang sama seperti saat mengalahkan Persiba Balikpapan di babak grup. Sayang apa yang diterapkan oleh head coach Ibnu Grahan ternyata sering macet.
Terlalu banyak long ball yang langsung disodorkan ke striker Pedro Javier, membuat irama permainan Persebaya United dapat dengan muda terbaca. Meski berhasil memenangkan laga dengan skor 1-0 lewat gol Slamet Nurcahyo menit ke-84, tapi secara permainan, Persebaya United biasa-biasa saja.
Hari ini Sriwijaya FC mengalah kepada Persebaya. Banyak kans yang mereka buat, tapi tidak jadi gol, ucap Ibnu Grahan usai pertandingan.
Ibnu menambahkan, banyaknya pemain muda tim tim Persebaya United juga berdampak pada permainan tim yang sering tidak stabil.
Banyak anak muda yang kami mainkan sore ini. Ada tujuh pemain mantan Timnas U-19. Anak muda ya seperti itu, kadang bagus dan kadang turun, jelas Ibnu.
Ia memandang bahwa sentuhan timnya masih sangat minim. Utamanya pada babak pertama. Permainan baru naik di paruh kedua. Utamanya setelah Fandi Eko Utomo dan Slamet Nurcahyo memasuki lapangan.
Dengan masuknya Fandi dan Slamet, iramanya akhirnya ketemu. Kita saling serang di laga ini. Namun hanya satu kans yang bisa menjadi gol, tutup pelatih berkumis tebal ini. [initial]
(faw/pra)
Terlalu banyak long ball yang langsung disodorkan ke striker Pedro Javier, membuat irama permainan Persebaya United dapat dengan muda terbaca. Meski berhasil memenangkan laga dengan skor 1-0 lewat gol Slamet Nurcahyo menit ke-84, tapi secara permainan, Persebaya United biasa-biasa saja.
Hari ini Sriwijaya FC mengalah kepada Persebaya. Banyak kans yang mereka buat, tapi tidak jadi gol, ucap Ibnu Grahan usai pertandingan.
Ibnu menambahkan, banyaknya pemain muda tim tim Persebaya United juga berdampak pada permainan tim yang sering tidak stabil.
Banyak anak muda yang kami mainkan sore ini. Ada tujuh pemain mantan Timnas U-19. Anak muda ya seperti itu, kadang bagus dan kadang turun, jelas Ibnu.
Ia memandang bahwa sentuhan timnya masih sangat minim. Utamanya pada babak pertama. Permainan baru naik di paruh kedua. Utamanya setelah Fandi Eko Utomo dan Slamet Nurcahyo memasuki lapangan.
Dengan masuknya Fandi dan Slamet, iramanya akhirnya ketemu. Kita saling serang di laga ini. Namun hanya satu kans yang bisa menjadi gol, tutup pelatih berkumis tebal ini. [initial]
Jangan Lewatkan!
Sriwijaya FC Siap Balas Persebaya United di Jakabaring
Sriwijaya FC Sebut Persebaya United Pandai Cari Celah
Wasit Oki Ternyata Sering Memaki Pemain Persebaya United
Persebaya United Klaim Pedro Javier Dimaki Oleh Wasit Oki
Slamet Beri Kemenangan untuk Persebaya United
Inilah Line Up Persebaya United vs SFC
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Barcelona Tak Tutup Pintu untuk Kepergian Ronald Araujo
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 12:00
-
Kabar Baik untuk Real Madrid, Rodrygo Berpeluang Comeback Lebih Cepat
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 11:31
-
Tottenham Masuk Persaingan, 3 Klub Premier League Incar Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juli 2026, 11:01
-
Andoni Iraola Buka Suara soal Rumor Alexis Mac Allister ke Real Madrid
Liga Inggris 22 Juli 2026, 10:31
-
Gary Neville: Tanpa Lionel Messi, Argentina Sulit Tembus Semifinal
Piala Dunia 22 Juli 2026, 10:01
-
Inter Milan Dekati Cristian Romero, Tottenham Minta 50 Juta Euro
Liga Italia 22 Juli 2026, 08:01
-
Luka Modric Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan
Liga Italia 22 Juli 2026, 05:52
-
Italia Siap Buat Pengecualian Anggaran demi Datangkan Pep Guardiola
Piala Dunia 22 Juli 2026, 05:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55











