Persija Dihantui Kutukan untuk Juara Bertahan di Liga Indonesia
Aga Deta | 13 September 2019 08:56
Bola.net - Persija Jakarta terlihat kesulitan selama berkiprah Shopee Liga 1 2019. Sang juara bertahan tidak mampu bersaing dan bahkan terpuruk di zona degradasi.
Penderitaan tersebut sudah berlangsung sejak awal musim. Pergantian kepelatihan dari Ivan Kolev ke Julio Banuelos, terbukti belum ampuh.
Teranyar, Persija Jakarta dipaksa menelan kekalahan 0-2 dari Persipura Jayapura dalam laga tunda pekan ke-11 Shopee Liga 1 2019 yang baru dihelat Rabu (11/9/2019).
Kekalahan yang membuat Persija terpuruk di peringkat ke-17 alias satu tingkat dari dasar klasemen dengan jumlah 14 poin dari 15 laga yang sudah dimainkan.
Pelatih Julio Banuelos masih menyikapi situasi tersebut dengan positif. Pelatih asal Spanyol itu yakin tim asuhannya bisa bangkit dan kembali ke jalur kemenangan pada laga pekan ke-18 melawan PSIS Semarang di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Minggu (15/9/2019).
"Hasil pertandingan harus dilupakan dan fokus untuk laga berikutnya. Apalagi pada laga berikutnya kami sudah bisa tampil dengan full team. Saya harap pemain lebih fokus dan harus mati-matian untuk dapat hasil maksimal di kandang," tegas Banuelos setelah dikalahkan Persipura.
Semangat Banuelos memang tak boleh pudar. Namun, hal itu sepertinya sudah tak sejalan lagi dengan kesabaran manajemen yang kabarnya mulai menipis. Nama Banuelos bahkan masuk daftar target pelatih Shopee Liga 1 2019 yang akan dipecat dalam waktu dekat.
Andai kalah dari PSIS Semarang pada laga pekan ke-18, Minggu (15/9/2019), Julio Banuelos bisa mengucap selamat tinggal pada Macan Kemayoran.
Manajemen Persija tentu punya alasan jika pada akhirnya mendepak Banuelos. Di bawah asuhan mantan asisten Luis Milla itu, Persija hanya meraih dua kemenangan dari 12 laga di liga, dan sisanya meraih tujuh kali imbang serta tiga kekalahan.
Situasi pelik yang dialami Persija Jakarta ternyata bukan hal baru di Liga Indonesia. Sejarah sepak bola bangsa ini pernah mencatat klub peraih gelar harus kesulitan, bahkan pernah degradasi pada musim selanjutnya. Siapa saja?
PSIS Semarang dan Petrokimia Putra Jadi Korban
PSIS Semarang pernah merasakan gelar juara Liga Indonesia 1998-1999. Namun, cerita selanjutnya berakhir tragis karena pada musim setelah itu, Laskar Mahesa Jenar harus menelan pil pahit, finis di peringkat ke-13 Wilayah Timur.
Posisi tersebut membuat PSIS harus turun kasta. Sebuah tragedi ironi, di mana musim sebelumnya meraih gelar, namun musim selanjutnya tergerus zona degradasi.
Konflik internal dan krisis finansial ketika itu mengganggu fokus PSIS sehingga harus turun kasta. Sejarah mencatat, ini menjadi pertama kalinya di Indonesia, juara kasta tertinggi langsung terdegradasi musim berikutnya.
Situasi serupa menimpa Petrokimia Putra pada musim 2002. Klub asal Gresik, Jawa Timur, itu harus menelan pil pahit turun kasta pada musim 2003.
Petrokimia Putra ketika itu hanya berhasil mengumpulkan 42 poin dari 38 pertandingan yang dimainkan. Perinciannya adalah 11 kali menang, sembilan kali imbang, dan 18 kali kalah.
Namun, selepas itu tak ada lagi klub juara bertahan yang mengalami nasib turun kasta semusim setelah juara. Nasib yang lebih baik dialami Persik Kediri, finis di papan tengah yakni urutan kesembilan pada Divisi Utama Liga Indonesia 2004 atau semusim setelah juara pada 2003.
Wajib Bangkit
Begitu juga dengan Persipura Jayapura pada musim 2006. Klub berstatus juara bertahan itu hanya finis di papan tengah, yakni urutan kedelapan klasemen akhir Wilayah Dua.
Selebihnya sampai saat ini klub juara bertahan biasanya tak jauh finis di peringkat empat besar. Bahkan ada yang mampu menjadi runner-up setelah musim sebelumnya menjadi juara.
Hal itu dialami Persipura pada musim 2009-2010, 2011-2012, 2014 dan Arema FC pada 2010-2011. Jadi, bisa dipastikan nasib yang dialami Persija saat ini masih bisa diubah, apalagi dengan sisa 19 laga pada Shopee Liga 1 2019.
Syaratnya, Persija wajib bangkit dan kembali ke jalur kemenangan. Jika hal itu tak terjadi, Persija Jakarta akan mengulang nasib buruk yang pernah dialami PSIS Semarang dan Petrokimia Putra, yakni sebagai juara bertahan yang langsung turun kasta pada musim berikutnya.
Disadur dari: Bola.com/Penulis Zulfirdaus Harahap/Editor Aning Jati
Published: 13 September 2019
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Denis Kolinger, Tembok Udara Persija dengan Tinggi 199 Cm
Bola Indonesia 15 Juli 2026, 20:33
-
Misi Perdana Shin Tae-yong di Persija: Bangun Fondasi Fisik
Bola Indonesia 15 Juli 2026, 19:19
LATEST UPDATE
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Langka, Lampaui Pencapaian Messi dan Ronaldo
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:00
-
Real Madrid Resmi Rilis Jersey Tandang Hijau untuk Musim 2026/2027
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 19:49
-
Karim Adeyemi Resmi Gabung Barcelona dari Borussia Dortmund
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 18:24
-
Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Persaingan Ketat dan Optimisme Juara
Tim Nasional 23 Juli 2026, 15:59
-
Jordi Amat Bidik Gelar Juara Piala AFF 2026 Bersama Timnas Indonesia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 15:31
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34














