Piala Presiden Sudah Miliki Komdis dan Komding
Editor Bolanet | 21 Agustus 2015 00:22
- Promotor turnamen Piala Presiden, Hasani Abdul Gani, memastikan sudah memiliki Komisi Disiplin (Komdis) dan Komisi Banding (Komding). Namun disampaikannya, hal tersebut berasal dari tim legal induk.
Selain regulasi, dilanjutkannya, ketiga tim tersebut sebelumnya menjadi pertanyaan besar dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).
Semua nama-namanya juga sudah kami serahkan. Pihak luar dipakai hanya untuk Komite wasit. Banding dan Disiplin dari legal Mahaka. Bukan dari kami, tapi holding-nya dan mereka akan bertugas apabila ada kejadian di Piala Presiden, kata Hasani Abdul Gani.
Nantinya, ditambahkan Hasani, bahwa Komite Wasit dipimpin Kolonel Corps Polisi Militer, Rudi Yulianto. Bahkan, juga sudah menggandeng konsultan auditor Price Water House.
Itu ketuanya, dan nanti akan memiliki anggota. Kalau soal keterbukaan, tidak perlu khawatir karena kami bekerja sama dengan Price Water. Laporan akan berasal dari Price Water. Mereka pihak ketiga dan punya nama serta bisa dipertanggungjawabkan. Kalau ingin buka-bukaan atau bersih-bersih, salah satunya seperti ini, tukasnya.
Sebelumnya, Hasani mengaku telah mendapatkan rekomendasi dari BOPI. Selain itu, menyepakati perubahan nama Persebaya, dan pengambilalihan hak panitia pelaksana pertandingan Arema Cronus.
Masih disampaikan Hasani, tidak menampik keharusan perubahan nama. Namun, belum bisa menyebut nama baru Persebaya untuk Piala Presiden.
Tadi ada dialog dengan saya, BOPI, dan Pak Gede. Mereka yang akan memutuskan tambahan nama. Dengan Bonek 1927, sepertinya tidak keberatan solusi ini, pungkasnya. [initial]
(esa/pra)
Selain regulasi, dilanjutkannya, ketiga tim tersebut sebelumnya menjadi pertanyaan besar dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).
Semua nama-namanya juga sudah kami serahkan. Pihak luar dipakai hanya untuk Komite wasit. Banding dan Disiplin dari legal Mahaka. Bukan dari kami, tapi holding-nya dan mereka akan bertugas apabila ada kejadian di Piala Presiden, kata Hasani Abdul Gani.
Nantinya, ditambahkan Hasani, bahwa Komite Wasit dipimpin Kolonel Corps Polisi Militer, Rudi Yulianto. Bahkan, juga sudah menggandeng konsultan auditor Price Water House.
Itu ketuanya, dan nanti akan memiliki anggota. Kalau soal keterbukaan, tidak perlu khawatir karena kami bekerja sama dengan Price Water. Laporan akan berasal dari Price Water. Mereka pihak ketiga dan punya nama serta bisa dipertanggungjawabkan. Kalau ingin buka-bukaan atau bersih-bersih, salah satunya seperti ini, tukasnya.
Sebelumnya, Hasani mengaku telah mendapatkan rekomendasi dari BOPI. Selain itu, menyepakati perubahan nama Persebaya, dan pengambilalihan hak panitia pelaksana pertandingan Arema Cronus.
Masih disampaikan Hasani, tidak menampik keharusan perubahan nama. Namun, belum bisa menyebut nama baru Persebaya untuk Piala Presiden.
Tadi ada dialog dengan saya, BOPI, dan Pak Gede. Mereka yang akan memutuskan tambahan nama. Dengan Bonek 1927, sepertinya tidak keberatan solusi ini, pungkasnya. [initial]
Jangan Lewatkan!
- Erick Thohir Pastikan Piala Presiden Bebas dari Dana Pemerintah
- Promotor Piala Presiden Gandeng Konsultan Auditor Internasional
- Rekomendasi Tak Turun, Promotor Piala Presiden Akan Lapor Jokowi
- Pertahankan Arema dan Persebaya, Promotor Piala Presiden Ogah Rugi
- Promotor Piala Presiden Siap Lengkapi Dokumen yang Diminta BOPI
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
3 Hal Penting Jelang Athletic Club vs Barcelona di La Liga
Liga Spanyol 7 Maret 2026, 18:25
-
Prediksi Susunan Pemain Newcastle vs Man City, Tim Tamu Tanpa Haalad
Liga Inggris 7 Maret 2026, 18:01
-
Tempat Menonton Wrexham vs Chelsea: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Inggris 7 Maret 2026, 18:00
-
Live Streaming Wrexham vs Chelsea - Link Nonton Piala FA/FA Cup di Vidio
Liga Inggris 7 Maret 2026, 17:45
-
Prediksi Susunan Pemain Juventus Kontra Pisa, Bianconeri Wajib Menang
Liga Italia 7 Maret 2026, 17:31
-
Prediksi BRI Super League: PSBS Biak vs Semen Padang 8 Maret 2026
Bola Indonesia 7 Maret 2026, 14:54















