Pikirkan Keselamatan & Kesehatan, Madura United Siap Absen Jika Liga 1 Lanjut
Gia Yuda Pradana | 27 Mei 2020 09:14
Bola.net - PSSI akan menggelar rapat virtual dengan para kontestan klub Liga 1 dan 2, Rabu (27/5/2020). Agendanya adalah membahas nasib kompetisi musim 2020. Namun, rapat belum digelar, Direktur Madura United, Haruna Soemitro, mengeluarkan pernyataan yang cukup mengejutkan.
"Madura United pasti tidak akan ikut kompetisi jika hasil rapat nanti diputuskan musim 2020 dilanjutkan. Kami siap menanggung segala risiko dan konsekuensi dari sikap yang kami pilih. Bagi kami keselamatan dan kesehatan semua orang menjadi yang paling utama," kata Haruna Soemitro.
Jika kompetisi diteruskan, jelas Haruna, potensi risiko yang ditanggung bakal lebih kompleks.
"Lebih rumit, njlimet, dan berat menghitung risiko akibat kompetisi dimulai daripada menghentikannya secara total. Jika kompetisi dimulai lagi di tengah ketidakpastian kontrol penyebaran COVID-19 ini, nanti risiko kontrol terhadap orang dengan mobilitas masing-masing akan mengancam kesehatan dan keselamatan orang dalam skala lebih besar," tegas Haruna.
"Jika penyebaran COVID-19 makin masif karena sepak bola berjalan lagi, maka pemecahan masalah di klub akan sangat sulit dan rumit karena status kompetisi sudah jalan lagi," lanjut Direktur Madura United itu.
Banyak Risiko

Menurut Haruna Soemitro, jika PSSI dan 18 klub Liga 1, termasuk Madura United, sepakat kompetisi musim ini benar-benar berhenti, maka risiko akan lebih ringan dan pemecahannya akan lebih sederhana.
"Bila kompetisi disetop, maka klub hanya fokus bagaimana tidak mendapatkan gugatan dari banyak pihak, seperti pemain, pelatih, dan unsur tim lainnya. Klub tidak memfasiltasi kegiatan yang berisiko terhadap penularan COVID-19 ini," ujar Haruna.
"Belum lagi risiko opini publik terhadap klub, bila ada dampak penyebaran COVID-19 dari pertandingan yang dilakukan klub tersebut," ujar Direktur Madura United itu.
Saat pandemi COVID-19 ini sanksi moral dan sosial dari masyarakat menjadi sangat kuat. Terutama bagaimana pemerintah daerah begitu serius untuk menangani dan memutus rantai penyebaran virus. Menurut Haruna, pertandingan sepak bola rentan menjadi klaster baru untuk penyebaran virus.
"Jadi jangan sampai sepak bola dijadikan kambing hitam oleh publik, bila terjadi penyebaran klaster baru akibat perhelatan pertandingan di sebuah kota. Saya kira pimpinan daerah di seluruh Indonesia saat ini juga sedang sibuk mengendalikan pandemi di wilayah mereka. Jadi jangan menambah beban mereka," jelas Haruna.
Apalagi dari pemahaman Haruna Soemitro, sepak bola bukanlah kebutuhan primer mayoritas orang. "Bahkan kebutuhan tersier saja bukan. Saat ini ada yang lebih primer, yaitu kesehatan dan keselamatan," pungkasnya.
Disadur dari: Bola.com/Gatot Susetyo/Benediktus Gerendo Pradigdo
Published: 27 Mei 2020
Baca juga artikel-artikel lainnya:
Karena Corona, Bek Persela Tidak Bisa Jalankan Tradisi Keluarga
Cara Fandi Eko Utomo Menjaga Silaturahmi di Tengah Pandemi
Dua Kenangan Tak Terlupakan Winger Persib dari Musim 2019
Tetap Pada Pendirian, Persiraja Ingin Shopee Liga 1 2020 Dilanjutkan
Pelatih Persipura Jayapura Sebut Kelanjutan Kompetisi Tergantung Pemerintah
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Beckham Putra Dicibir Oknum Suporter, Jay Idzes Langsung Beri Dukungan
Tim Nasional 11 Juni 2026, 11:48
-
Elkan Baggott, Pejuang di Lini Belakang Timnas Indonesia
Tim Nasional 10 Juni 2026, 09:06
LATEST UPDATE
-
Lewis Hall ke Manchester United? Kayaknya Bakal Susah Deh!
Liga Inggris 21 Juli 2026, 11:30
-
Tepati Janji! Marc Cucurella Segera Buat Tatto Luis De La Fuente
Piala Dunia 21 Juli 2026, 11:00
-
Manchester United Mundur dari Perburuan Cysencio Summerville?
Piala Dunia 21 Juli 2026, 10:30
-
Arsenal Ganggu Manchester United dalam Perekrutan Manu Kone?
Liga Inggris 21 Juli 2026, 10:00
-
Usai Rogers, Chelsea Kebut Transfer Bek Timnas Prancis Ini
Liga Inggris 21 Juli 2026, 08:30
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55









