Politisi Dominasi Pengurus PSSI Surabaya

Editor Bolanet | 13 Juni 2010 19:00
Politisi Dominasi Pengurus PSSI Surabaya
- Kepengurusan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kota Surabaya periode 2010-2014 hasil musyawarah cabang luar biasa di Hotel Utami Sidoarjo, Senin (7/6) lalu, dipenuhi politisi yang kini menjadi anggota DPRD setempat. Dalam susunan kepengurusan PSSI Surabaya yang dilantik di lobi gedung DPRD setempat, Sabtu, terdapat sedikitnya 14 anggota dewan dari berbagai partai politik yang masuk jajaran pengurus.

Masuknya para politisi itu tidak lepas dari campur tangan Ketua Umum Pengcab PSSI Surabaya terpilih Wisnu Wardhana yang kini masih aktif menjabat Ketua DPRD Kota Surabaya.

Anggota dewan yang masuk kepengurusan adalah Simon Lekatompesi (PDS), Armuji (PDIP), M. Mahmud (Demokrat), M. Naim Ridwan (PKB), Rusli Yusuf (Demokrat), Blegur (Golkar), Wisnu Sakti Buana (PDIP).

Selain itu, masih ada Musyafak Rouf (PKB), Ahmad Suyanto (PKS), Sachirul Alim (Demokrat), Masduki Toha (PKB), Eddy Rusianto (Gerindra), Agus Sudarsono (Golkar), dan Rio Patisilano (PDS).

"Keberadaan anggota dewan diharapkan bisa menampung aspirasi dari masyarakat bawah karena mereka adalah wakil rakyat. Mereka (anggota DPRD) kita tempatkan di posisi yang tidak banyak kerja, sedangkan bidang pembinaan diisi orang-orang yang mengerti sepak bola," kata Wisnu Wardhana usai pelantikan.

Acara pelantikan hanya dihadiri beberapa pengurus Pengprov PSSI Jatim dan perwakilan klub internal PSSI Surabaya. Sementara jajaran pejabat muspida, Pemkot dan KONI Surabaya tidak tampak hadir.

Kepengurusan Pengcab PSSI Surabaya pimpinan Wisnu Wardhana juga cenderung asal comot orang, karena terdapat sejumlah figur yang sebelumnya sudah menjadi pengurus Pengcab PSSI Surabaya hasil muscablub di Rumah Makan Tamansari Surabaya pada 26 April 2010 yang diketuai Saleh Ismail Mukadar.

Mereka di antaranya H. Ismail (wakil bendahara), Suprastowo (bidang organisasi, hukum dan fair play), Nurhadi (bidang kompetisi, status dan alih status), Supangat (bidang promosi dan pemasaran), Masriel Djamaloes (komisi etika), dan Ferril Raymond Hattu (bagian kompetisi).

"Saya tidak pernah dihubungi dan akan mundur dari kepengurusan yang baru dilantik itu. Saya juga tidak mau terlibat dalam sengketa dualisme kepengurusan PSSI Surabaya," kata salah satu pengurus yang identitasnya minta dirahasiakan.

Ketua Umum Pengurus Provinsi PSSI Jatim Haruna Soemitro, menegaskan pelantikan Pengcab PSSI Surabaya pimpinan Wisnu Wardhana ini, sekaligus mengakhiri konflik yang terjadi di kepengurusan sebelumnya.

"Kalau sebelumnya masih terdengar penyebutan Pengcab PSSI versi Taman Sari atau Pengcab PSSI versi Hotel Utami, sekarang semuanya sudah selesai. Pengcab PSSI Surabaya yang sah sekarang pimpinan Wisnu Wardhana," katanya.

Haruna Soemitro mengatakan muscablub Pengcab PSSI Surabaya di Hotel Utami Sidoarjo pada 7 Juni lalu, berlangsung demokratis dan sesuai prosedur. "Karena itu, saya tidak ragu-ragu mengesahkannya," tambahnya.

Muscablub PSSI Surabaya di Hotel Utami Sidoarjo berlangsung tertutup bagi wartawan dan dihadiri kurang dari dua pertiga anggota atau tidak kuorum. Bahkan, sejumlah utusan yang hadir dikabarkan tidak mengantongi surat mandat dari pimpinan klub anggota PSSI Surabaya. (ant/den)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT

LATEST UPDATE