Ponaryo Astaman Bicara Tentang Sekolah dan Sepak Bola
Gia Yuda Pradana | 28 Mei 2020 09:35
Bola.net - Mantan kapten Timnas Indonesia, Ponaryo Astaman, menyoroti pentingnya pendidikan formal sebagai landasan pengetahuan bagi calon pesepak bola Indonesia di masa depan. General Manager APPI itu menegaskan, pemain sepak bola usia muda tetap harus menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama.
Saat ini cukup banyak para pemain sepak bola di Indonesia usia muda yang tetap menjalankan kewajibannya untuk bersekolah. Bahkan tak sedikit yang telah menyelesaikan sekolah menengah kemudian memutuskan untuk mengambil studi lanjutan di perguruan tinggi sembari berkarier sebagai pesepak bola.
Hal ini sangat disarankan oleh Ponaryo Astaman sebagai seorang mantan kapten Timnas Indonesia. Menurutnya sekolah dan sepak bola harus bisa berjalan beriringan.
"Tidak boleh dilupakan bahwa sebenarnya sepak bola itu sebenarnya hanya sampingan, entah itu hobi atau bakat. Sekolah harus tetap menjadi yang utama," tegas Ponaryo Astaman dalam Silaturahome Liputan6, Rabu (27/5/2020).
"Ketika seseorang berlatih sepak bola sejak kecil, belum tentu ketika dewasa akan menjadi pesepak bola. Kalau bicara sekolah, ilmunya akan terpakai hingga dewasa entah akan jadi apapun dia nanti," lanjutnya.
Ponaryo Astaman pun menegaskan bakal menjadi kesalahan bagi calon pesepak bola jika sejak kecil berpikiran untuk tidak serius atau meninggalkan sekolah demi mengejar mimpi menjadi pesepak bola.
"Kalau bicara tentang keinginan menjadi pesepak bola, bahkan sepak bola saat ini tidak bisa dilepaskan dari ilmu pengetahuan. Sepak bola itu bukan hanya sekadar main bola saja. Bahkan sebagai atlet, kalau memiliki IQ yang tinggi, itu akan membuat mereka akan menjadi lebih baik. Jadi akan menjadi kesalahan besar jika ada yang meninggalkan sekolah demi sepak bola," ujar Ponaryo Astaman.
Faktor Orang Tua
Selain itu, Ponaryo Astaman juga menegaskan pentingnya dukungan dari orang tua terhadap sang anak, entah untuk menjadi pesepak bola atau apapun yang menjadi keinginan sang anak. Ponaryo menceritakan bagaimana dirinya tidak memaksakan kedua putranya, atapun sang putri, untuk menjadi pesepak bola.
"Menurut saya, sepak bola itu bakat dan hobi. Kalau dia tidak bakat tapi melakukannya karena hobi, dia pasti senang. Kebetulan anak saya tidak dua-duanya. Anak saya yang terakhir suka diajak bermain, tapi bukan untuk serius, jadi hanya senang-senang saja," ujar Ponaryo Astaman yang memiliki dua putra dan satu putri itu.
Namun, ketika bicara mengenai keinginan anak untuk menjadi apapun, dukungan orang tua menjadi sangat penting. Hal itu yang juga ingin dibagikan oleh Ponaryo Astaman kepada para orang tua yang memiliki anak dengan hobi sepak bola.
"Pertama tentu harus didukung penuh, apalagi olahraga itu sehat dan aktif. Olahraga bisa membawa anak menghindari pengaruh buruk, seperti narkoba. Kedua, anak-anak akan belajar bersosialisasi lewat sepak bola karena ini merupakan olahraga tim. Mereka bisa mengenal teman-temannya dan belajar bekerja sama dengan orang lain," imbuhnya.
Disadur dari: Bola.com/Benediktus Gerendo Pradigdo
Published: 28 Mei 2020
Baca juga artikel-artikel lainnya:
- Silaturahome KLY, Ponaryo Astaman Bicara Soal tak bisa Mudik, Sampai Game Favoritnya
- Video: Pesan Tontowi Ahmad untuk Praveen Jordan/Melati Daeva Jelang Olimpiade
- Tontowi Ahmad Minta Praveen/Melati Jaga Konsistensi agar Sukses
- Video: Tontowi Ahmad Masih Suka Terbawa Suasana Bertanding Sebelum Tidur
- Sudah Pensiun, Tontowi Ahmad Akui Masih Kerap Terbayang Suasana Kompetisi Bulu Tangkis
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Yang Unik dari Piala AFF 2026: Durasi Turnamen Rasa Piala Dunia, Padahal Cuma 10 Tim
Tim Nasional 18 Januari 2026, 07:30
-
Hasil PSG vs LOSC: Verdonk Absen, Lille Remuk di Parc des Princes
Liga Eropa Lain 17 Januari 2026, 05:27
-
Serba-Serbi ASEAN Hyundai Cup 2026: Hasil Undian Sampai Jadwal Timnas Indonesia
Tim Nasional 16 Januari 2026, 10:57
-
Jadwal Lengkap, Hasil, Klasemen, dan Top Skor Piala AFF 2026
Tim Nasional 15 Januari 2026, 20:56
LATEST UPDATE
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Monaco: Live SCTV, Mengenang Drama 2004 di Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:08
-
Tempat Menonton Bodo/Glimt vs Man City: Live SCTV dan Streaming di Vidio
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:00
-
Tempat Menonton Inter vs Arsenal: Jam Berapa Siaran Langsung UCL Laga Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:45
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






