PSBK Mogok, Persebaya DU Dinyatakan Menang
Editor Bolanet | 27 Desember 2012 21:45
- Aksi mogok mewarnai laga Grup B Piala Gubernur Jawa Timur 2012 yang digelar di Stadion Kanjuruhan Malang. PSBK Kota Blitar melakukan walk out dan Persebaya DU akhirnya dinyatakan menang.
Dengan alasan match fee yang belum terbayar, PSBK mogok saat jeda. Padahal mereka sudah sempat melakoni babak pertama dan harus tertinggal 0-1 dari Persebaya DU melalui gol Serdjan Lopicic di menit ke-24.
Menurut M Samanhudi Anwar mewakili manajemen tim berjuluk Laskar Peta itu, hak PSBK terkait match fee belum lunas terbayar. Mereka baru mendapatkan setengah dari yang dijanjikan panitia sebesar Rp 10 juta pada tiap laganya. Bukan masalah uangnya, tapi komitmen panitia yang saya minta. Lawan Arema kemarin baru dibayar setengahnya. Saya tanya untuk yang ini kok katanya nggak ada, bebernya usai laga.
Pria yang juga menjabat sebagai Walikota Blitar ini mengaku akan melanjutkan aksi mereka ke meja hijau. Ini sudah mencoreng nama Gubernur juga dan saya yakin Gubernur tak tahu hal ini. Kalau nggak diginikan, mafia-mafia di sepakbola akan terus ada, tambah Samanhudi.
Terlepas dari aksi mogok ini. PSBK sendiri sempat bermain cantik di menit-menit awal. Mereka sempat mendapatkan empat peluang di sepuluh menit berjalan. Akan tetapi kericuhan terjadi begitu mereka memasuki ruang ganti.
Setelah menunggu PSBK keluar dari ruang ganti selama 2 x 5 menit sebelum memulai babak kedua, Perangkat Pertandingan pun akhirnya menyatakan Persebaya DU mendapatkan tiga angka dalam laga ini. Namun, belum diputuskan berapa gol kemenangan yang didapatkan Persebaya DU. Apakah tetap 3-0 atau gol Lopicic tetap dihitung sehingga mereka mendapatkan kemenangan 4-0.
Kami akan kirim berita acara pertandingan ke Pengprov (PSSI Jatim). Nanti biar mereka yang memutuskan, Persebaya menang 3-0 atau 4-0, ujar Pengawas Pertandingan laga ini, Mariono.
Selisih gol tersebut sedikit banyak memang berarti bagi Persebaya DU. Sebab, mereka akan menyamai perolehan Arema yang kemarin menang gol 4-0 tanpa balas. Jika mampu menahan imbang tim bertabur bintang tersebut besok, maka Persebaya DU bisa membidik adu penalti untuk lolos ke final.
Kami sih inginnya menang 4-0, manual liga biasanya tetap menghitung gol yang tercipta, tambah asisten manajer Persebaya DU, Amran Ali Said. (fjr/hsw)
Dengan alasan match fee yang belum terbayar, PSBK mogok saat jeda. Padahal mereka sudah sempat melakoni babak pertama dan harus tertinggal 0-1 dari Persebaya DU melalui gol Serdjan Lopicic di menit ke-24.
Menurut M Samanhudi Anwar mewakili manajemen tim berjuluk Laskar Peta itu, hak PSBK terkait match fee belum lunas terbayar. Mereka baru mendapatkan setengah dari yang dijanjikan panitia sebesar Rp 10 juta pada tiap laganya. Bukan masalah uangnya, tapi komitmen panitia yang saya minta. Lawan Arema kemarin baru dibayar setengahnya. Saya tanya untuk yang ini kok katanya nggak ada, bebernya usai laga.
Pria yang juga menjabat sebagai Walikota Blitar ini mengaku akan melanjutkan aksi mereka ke meja hijau. Ini sudah mencoreng nama Gubernur juga dan saya yakin Gubernur tak tahu hal ini. Kalau nggak diginikan, mafia-mafia di sepakbola akan terus ada, tambah Samanhudi.
Terlepas dari aksi mogok ini. PSBK sendiri sempat bermain cantik di menit-menit awal. Mereka sempat mendapatkan empat peluang di sepuluh menit berjalan. Akan tetapi kericuhan terjadi begitu mereka memasuki ruang ganti.
Setelah menunggu PSBK keluar dari ruang ganti selama 2 x 5 menit sebelum memulai babak kedua, Perangkat Pertandingan pun akhirnya menyatakan Persebaya DU mendapatkan tiga angka dalam laga ini. Namun, belum diputuskan berapa gol kemenangan yang didapatkan Persebaya DU. Apakah tetap 3-0 atau gol Lopicic tetap dihitung sehingga mereka mendapatkan kemenangan 4-0.
Kami akan kirim berita acara pertandingan ke Pengprov (PSSI Jatim). Nanti biar mereka yang memutuskan, Persebaya menang 3-0 atau 4-0, ujar Pengawas Pertandingan laga ini, Mariono.
Selisih gol tersebut sedikit banyak memang berarti bagi Persebaya DU. Sebab, mereka akan menyamai perolehan Arema yang kemarin menang gol 4-0 tanpa balas. Jika mampu menahan imbang tim bertabur bintang tersebut besok, maka Persebaya DU bisa membidik adu penalti untuk lolos ke final.
Kami sih inginnya menang 4-0, manual liga biasanya tetap menghitung gol yang tercipta, tambah asisten manajer Persebaya DU, Amran Ali Said. (fjr/hsw)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Laga Kontra Persija Menentukan Nasib Persebaya untuk Bermarkas di Sidoarjo
Bola Indonesia 20 Februari 2020, 16:04
-
Tiba Lebih Awal, Persija Diangkut Pakai Rantis ke Stadion Gelora Delta
Bola Indonesia 20 Februari 2020, 14:26
-
Usai Piala Gubernur Jatim 2020, Arema Kembali Rombak Skuad
Bola Indonesia 20 Februari 2020, 13:00
-
Bonek Pertanyakan Kredibilitas Asprov PSSI Jatim Menggelar Piala Gubernur
Bola Indonesia 20 Februari 2020, 10:10
-
Persebaya vs Persija, Menjaga Tradisi
Bola Indonesia 20 Februari 2020, 09:48
LATEST UPDATE
-
Barcelona Tak Tutup Pintu untuk Kepergian Ronald Araujo
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 12:00
-
Kabar Baik untuk Real Madrid, Rodrygo Berpeluang Comeback Lebih Cepat
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 11:31
-
Tottenham Masuk Persaingan, 3 Klub Premier League Incar Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juli 2026, 11:01
-
Andoni Iraola Buka Suara soal Rumor Alexis Mac Allister ke Real Madrid
Liga Inggris 22 Juli 2026, 10:31
-
Gary Neville: Tanpa Lionel Messi, Argentina Sulit Tembus Semifinal
Piala Dunia 22 Juli 2026, 10:01
-
Inter Milan Dekati Cristian Romero, Tottenham Minta 50 Juta Euro
Liga Italia 22 Juli 2026, 08:01
-
Luka Modric Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan
Liga Italia 22 Juli 2026, 05:52
-
Italia Siap Buat Pengecualian Anggaran demi Datangkan Pep Guardiola
Piala Dunia 22 Juli 2026, 05:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55







