PSM Usung Misi Balas Dendam Lawan Persebaya
Editor Bolanet | 19 Mei 2014 17:10
- Pelatih PSM Makassar, Rudy William Keltjes menegaskan kepada pasukannya agar tak mengulang pencapaian saat menjamu Persebaya Surabaya pada putaran pertama. Rudy menginginkan Juku Eja mencuri angka dalam pertemuan kedua tim di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Selasa (20/5) besok malam.
Kondisinya berbeda dengan Persebaya. Saat pertemuan pertama, permainan dikuasai Persebaya. Nah di laga kedua ini jangan sampai hal itu terulang lagi, kata Rudy di hadapan sejumlah media usai sesi technical meeting, Senin (19/5) siang.
Saya tidak ingin mereka bermain seperti pertemuan pertama lalu. Saya berharap pada laga besok, permainan anak-anak lebih enak untuk ditonton, imbuh mantan pelatih Persebaya dan Persipura Jayapura ini.
Pada putaran pertama lalu, PSM menyerah atas Persebaya dengan skor 0-2. Kala itu, Juku Eja tak bisa menurunkan sejumlah pemain andalan karena cedera, yakni Michael Baird dan Mario Costas. Tanpa penyerang utama, lini depan tim asuhan Rudy Keltjes pun melempem.
Sejauh ini persiapan kami cukup maksimal. Meski hasilnya kurang memuaskan untuk perekrutan pemain baru. Problemnya masih sama, di ujung tombak. Kita sudah coba cari pemain lokal, tapi belum menemukan yang cocok, keluh Rudy.
Pada putaran kedua ini, Juku Eja dipastikan tak akan diperkuat Mario Costas dan Robertino Pugliara. Keduanya sudah dicoret dari tim. Kehilangan Costas dan Robertino tidak menjadi masalah bagi pelatih Indo-Belanda tersebut.
Saya tidak menangisi kepergian mereka, karena keduanya tidak memberi kontribusi. Saya lebih pilih orbitkan pemain lokal. Saya cari pemain yang mau bekerja. Toh saya masih punya Rasyid. Tidak kan ada perubahan permainan meski tanpa dua pilar itu. Karena anak-anak harus mengikuti style yang saya instruksikan, tutup Rudy. (faw/dzi)
Kondisinya berbeda dengan Persebaya. Saat pertemuan pertama, permainan dikuasai Persebaya. Nah di laga kedua ini jangan sampai hal itu terulang lagi, kata Rudy di hadapan sejumlah media usai sesi technical meeting, Senin (19/5) siang.
Saya tidak ingin mereka bermain seperti pertemuan pertama lalu. Saya berharap pada laga besok, permainan anak-anak lebih enak untuk ditonton, imbuh mantan pelatih Persebaya dan Persipura Jayapura ini.
Pada putaran pertama lalu, PSM menyerah atas Persebaya dengan skor 0-2. Kala itu, Juku Eja tak bisa menurunkan sejumlah pemain andalan karena cedera, yakni Michael Baird dan Mario Costas. Tanpa penyerang utama, lini depan tim asuhan Rudy Keltjes pun melempem.
Sejauh ini persiapan kami cukup maksimal. Meski hasilnya kurang memuaskan untuk perekrutan pemain baru. Problemnya masih sama, di ujung tombak. Kita sudah coba cari pemain lokal, tapi belum menemukan yang cocok, keluh Rudy.
Pada putaran kedua ini, Juku Eja dipastikan tak akan diperkuat Mario Costas dan Robertino Pugliara. Keduanya sudah dicoret dari tim. Kehilangan Costas dan Robertino tidak menjadi masalah bagi pelatih Indo-Belanda tersebut.
Saya tidak menangisi kepergian mereka, karena keduanya tidak memberi kontribusi. Saya lebih pilih orbitkan pemain lokal. Saya cari pemain yang mau bekerja. Toh saya masih punya Rasyid. Tidak kan ada perubahan permainan meski tanpa dua pilar itu. Karena anak-anak harus mengikuti style yang saya instruksikan, tutup Rudy. (faw/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Eksklusif Match: Persebaya vs Persik Live Streaming di Vidio
Bola Indonesia 22 Mei 2026, 19:31
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persik 23 Mei 2026
Bola Indonesia 22 Mei 2026, 17:27
-
Prediksi BRI Super League: Madura United vs PSM 23 Mei 2026
Bola Indonesia 22 Mei 2026, 16:39
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Kolombia vs RD Kongo: Daniel Munoz
Piala Dunia 24 Juni 2026, 11:12
-
Hasil Kolombia vs RD Kongo: Gol Daniel Munoz Antar Los Cafeteros Lolos
Piala Dunia 24 Juni 2026, 10:58
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28










