PSSI Akhirnya Menjawab Protes Petar Segrt
Editor Bolanet | 9 Mei 2012 08:36
- Surat protes pelatih PSM Makassar, Petar Segrt, kepada PSSI telah mendapat jawaban. Induk organisasi sepakbola Indonesia itu berjanji akan memanggil pemain dari semua klub.
“PSSI sekarang ingin berkompromi dan memanggil pemain dari semua klub seperti , Semen Padang, dan ,” ujar Petar melalui pesan singkatnya.
Petar yang berulang tahun ke-46 hari ini, Rabu (08/5), sudah berkali-kali menyampaikan protesnya kepada PSSI terkait masalah tersebut. Bahkan, ia sempat mengancam akan menarik pemainnya dari Timnas jika memang PSSI tidak memberikan respon.
“Sebenarnya, kita tidak mau buat masalah dengan PSSI. Tapi kita sudah berbuat baik dan menolong PSSI tapi kenapa mereka tidak menghargai kita?” katanya.
“Sekarang PSSI sudah ingin kompromi dan dua pemain PSM tetap ke Palestina. Sebenarnya saya tidak bahagia dengan ini tapi kami bisa menerimanya,” lanjut Petar.
Sebelumnya, Petar keberatan atas sikap PSSI yang membiarkan beberapa klub menolak mengirimkan pemainnya ke timnas seperti Semen Padang, Arema, atau Persebaya yang menarik semua pemainnya. Padahal PSM selalu mengikuti aturan PSSI dengan tetap mengirimkan pemainnya ke timnas.
Saat kalah dari Persiba Bantul, akhir pekan lalu, Petar mengakui jika timnya tampil tidak maksimal. Alasannya, pemainnya hanya latihan bersama selama sejam dikarenakan tujuh pemain PSM yang ada di Timnas baru bergabung sehari sebelum laga digelar.
Kekhawatiran Petar kian memuncak karena PSSI kemudian mengeluarkan kebijakan bahwa pemain yang ada di Timnas tidak bisa ladi dipinjam klub karena sudah menjelang keberangkatan ke Palestina untuk mengikuti turnamen internasional Al-Nakbah.
Turnamen tersebut digelar 13-23 Mei mendatang. Yang berarti bahwa dua pemain PSM di Timnas, M Rahmat dan Satrio Syam, tidak bisa tampil saat PSM tiga kali bertemu Arema, baik di ajang IPL maupun Piala Indonesia serta saat melawan Persija Jakarta, 19 Mei.
Pelatih asal Kroasia itu jelas khawatir karena disaat timnya harus pincang, lawannya Arema memiliki skuad yang lengkap karena tidak mengirimkan pemainnya ke timnas. Makanya, Petar minta agar PSSI berlaku adil pada semua klub.
“Bagaimana bisa menang lawan Arema jika semua pemain terbaik kami ada di timnas? Saya juga meminta agar PSSI dan PT LPIS menunda laga IPL dan Piala Indonesia yang akan digelar dalam sepekan mendatang sampai turnamen di Palestina usai. Tapi, hal ini tidak dikabulkan PSSI,” katanya. (nda/dzi)
“PSSI sekarang ingin berkompromi dan memanggil pemain dari semua klub seperti , Semen Padang, dan ,” ujar Petar melalui pesan singkatnya.
Petar yang berulang tahun ke-46 hari ini, Rabu (08/5), sudah berkali-kali menyampaikan protesnya kepada PSSI terkait masalah tersebut. Bahkan, ia sempat mengancam akan menarik pemainnya dari Timnas jika memang PSSI tidak memberikan respon.
“Sebenarnya, kita tidak mau buat masalah dengan PSSI. Tapi kita sudah berbuat baik dan menolong PSSI tapi kenapa mereka tidak menghargai kita?” katanya.
“Sekarang PSSI sudah ingin kompromi dan dua pemain PSM tetap ke Palestina. Sebenarnya saya tidak bahagia dengan ini tapi kami bisa menerimanya,” lanjut Petar.
Sebelumnya, Petar keberatan atas sikap PSSI yang membiarkan beberapa klub menolak mengirimkan pemainnya ke timnas seperti Semen Padang, Arema, atau Persebaya yang menarik semua pemainnya. Padahal PSM selalu mengikuti aturan PSSI dengan tetap mengirimkan pemainnya ke timnas.
Saat kalah dari Persiba Bantul, akhir pekan lalu, Petar mengakui jika timnya tampil tidak maksimal. Alasannya, pemainnya hanya latihan bersama selama sejam dikarenakan tujuh pemain PSM yang ada di Timnas baru bergabung sehari sebelum laga digelar.
Kekhawatiran Petar kian memuncak karena PSSI kemudian mengeluarkan kebijakan bahwa pemain yang ada di Timnas tidak bisa ladi dipinjam klub karena sudah menjelang keberangkatan ke Palestina untuk mengikuti turnamen internasional Al-Nakbah.
Turnamen tersebut digelar 13-23 Mei mendatang. Yang berarti bahwa dua pemain PSM di Timnas, M Rahmat dan Satrio Syam, tidak bisa tampil saat PSM tiga kali bertemu Arema, baik di ajang IPL maupun Piala Indonesia serta saat melawan Persija Jakarta, 19 Mei.
Pelatih asal Kroasia itu jelas khawatir karena disaat timnya harus pincang, lawannya Arema memiliki skuad yang lengkap karena tidak mengirimkan pemainnya ke timnas. Makanya, Petar minta agar PSSI berlaku adil pada semua klub.
“Bagaimana bisa menang lawan Arema jika semua pemain terbaik kami ada di timnas? Saya juga meminta agar PSSI dan PT LPIS menunda laga IPL dan Piala Indonesia yang akan digelar dalam sepekan mendatang sampai turnamen di Palestina usai. Tapi, hal ini tidak dikabulkan PSSI,” katanya. (nda/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Petar Ingin PSM Permanenkan Posisi Imran
Bola Indonesia 25 Juni 2013, 13:13
-
Petar Berharap Bisa Pamitan di Stadion Andi Mattalatta
Bola Indonesia 24 Juni 2013, 18:10
-
Menunggu Uangnya, Petar Masih Tertahan di Makassar
Bola Indonesia 24 Juni 2013, 17:12
-
Petar Segrt Gelar Perpisahan di Warung Coto
Bolatainment 23 Juni 2013, 18:55
-
Say Good Bye, Petar Ingin Traktir Pemain Coto Makassar
Bolatainment 17 Juni 2013, 18:30
LATEST UPDATE
-
Liverpool Jalani Pramusim, 8 Pemain Ini Butuh Penampilan Impresif
Liga Inggris 24 Juli 2026, 01:00
-
Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 22:03
-
Italia Tunggu Jawaban Guardiola
Piala Eropa 23 Juli 2026, 20:49
-
Lamine Yamal Tetap di Sayap, Barcelona Tolak Ubah Peran Jadi False Nine
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:39
-
Karim Adeyemi Tegaskan Ambisi Besar Usai Gabung Barcelona
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:34
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34










