PSSI Belum Setujui Kenaikan Uang Saku Timnas
Editor Bolanet | 20 Agustus 2012 20:00
- Upaya manajer tim nasional Indonesia, Habil Marati menaikkan uang harian bagi pemain tim nasional Indonesia selama menjalani pemusatan latihan/training centre (tc), nampaknya sulit diwujudkan. Bak pemanis di bibir saja, keinginan tersebut rupanya hanya datang Habil dan bukan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia ().
Sebelumnya, Habil sesumbar akan memberikan uang sebar Rp1 juta per hari bagi para pemain yang mengikuti TC. Dikatakannya lagi, itu merupakan strategi supaya pemain asal kompetisi Indonesia Super League () bersedia mengikuti TC.
Rencana tersebut memang belum disetujui PSSI, sebab hanya ide saya pribadi. Apa pun yang terbaik bagi Timnas, tentu harus disampaikan. Termasuk, rencana menambahkan uang harian semula Rp500 ribu lalu menjadi Rp1 juta. Saya berharap, PSSI dapat mempertimbangkannya, ujar Habil Marati.
Habil kembali beralasan, rencana menaikkan uang harian sejatinya merupakan langkan populer demi menaikkan gengsi membela Timnas. Apalagi, cara tersebut dianggap akan mempengaruhi minat pemain yang klubnya hanya memberikan izin gabung Timnas jika pengelolaan sudah diberikan ke komite gabungan/Joint committee (JC).
Sejauh berusaha, kita tidak boleh menyerah. Apapun, harus kita lakukan demi Timnas, tuntasnya. (esa/bgn)
Sebelumnya, Habil sesumbar akan memberikan uang sebar Rp1 juta per hari bagi para pemain yang mengikuti TC. Dikatakannya lagi, itu merupakan strategi supaya pemain asal kompetisi Indonesia Super League () bersedia mengikuti TC.
Rencana tersebut memang belum disetujui PSSI, sebab hanya ide saya pribadi. Apa pun yang terbaik bagi Timnas, tentu harus disampaikan. Termasuk, rencana menambahkan uang harian semula Rp500 ribu lalu menjadi Rp1 juta. Saya berharap, PSSI dapat mempertimbangkannya, ujar Habil Marati.
Habil kembali beralasan, rencana menaikkan uang harian sejatinya merupakan langkan populer demi menaikkan gengsi membela Timnas. Apalagi, cara tersebut dianggap akan mempengaruhi minat pemain yang klubnya hanya memberikan izin gabung Timnas jika pengelolaan sudah diberikan ke komite gabungan/Joint committee (JC).
Sejauh berusaha, kita tidak boleh menyerah. Apapun, harus kita lakukan demi Timnas, tuntasnya. (esa/bgn)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Rekor Pertemuan Timnas Indonesia vs Singapura, Siapa Lebih Unggul?
Tim Nasional 5 Agustus 2026, 12:13
-
Galatasaray Gencar Rayu Rafael Leao, Victor Osimhen Ikut Bantu
Liga Italia 5 Agustus 2026, 10:43
-
Xabi Alonso Buka Suara soal Masa Depan Mykhailo Mudryk di Chelsea
Liga Inggris 5 Agustus 2026, 10:13
-
Neymar Akui Bisa Pensiun Usai Kontraknya di Santos Berakhir pada Desember
Bola Dunia Lainnya 5 Agustus 2026, 09:43
-
Bukan Cuma Bradley Barcola, Liverpool Juga Kejar Winger PSG Ini
Liga Inggris 5 Agustus 2026, 06:06
-
Statistik Persebaya vs Arema: Bajul Ijo Tak Dominan, tetapi Sangat Efektif
Bola Indonesia 4 Agustus 2026, 23:11
-
Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya Berebut Trofi Juara
Bola Indonesia 4 Agustus 2026, 22:34
-
Final Piala Presiden 2026: Persib Bandung vs Persebaya Surabaya
Bola Indonesia 4 Agustus 2026, 22:21
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
-
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang Bisa Diburu Liverpool
Editorial 29 Juli 2026, 13:16











