"PSSI Harus Selesaikan Masalah Secara Internal"
Editor Bolanet | 27 Maret 2013 17:45
- Polemik pengurus di Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), belum juga reda. Terbaru, terkait adanya silang pendapat dari anggota Komite Eksekutif dalam menyikapi hasil Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (23/3).
Enam anggota Komite Eksekutif (Exco) yang diskorsing, Sihar Sitorus, Bob Hippy, Tuty Dau, Mawardi Nurdin, Widodo Santoso dan Farid Rahman, melakukan korespondensi kepada FIFA terkait hasil KLB. Kemudian, FIFA memberikan balasan yang menerangkan hanya mengakui tiga agenda, yaitu penyatuan (unifikasi) liga, pengembalian empat Exco, serta revisi statuta.
Sihar Sitorus dan kawan-kawan, merasa keberatan dengan adanya skorsing dan penambahan jumlah Exco.
Kalau ada Exco yang menganggap status skorsing tidak sah, sebaiknya diselesaikan secara internal. Begitupun, dalam menyelesaikan persoalan-persoalan lain yang menyangkut hasil KLB, terang Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Rita Subowo, memberikan masukkan untuk PSSI.
Jangan sedikit-sedikit minta bantuan kepada pemerintah atau FIFA. Lebih baik, gunakan waktu, tenaga, dan pikiran untuk menjalankan pembinaan. Kasihan atlet dan pelatih yang sudah berjuang untuk sepakbola nasional, imbuhnya.
Lebih jauh dikatakan Rita, FIFA atas nama Presiden Sepp Blatter, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Jerome Valcke, dan Plt Presiden AFC Zhang Jilong, sudah memrikan ucapan selamat dan apresiasi terhadap hasil yang dicapai dalam KLB.
Sehingga, masih dikatakan Rita, jangan ada lagi persoalan yang membuat kondisi persepakbolaan Indonesia terus-terusan memburuk dengan konflik.
Konflik ini sudah berjalan selama dua tahun. Seharusnya, semua pihak lelah dan memikirkan prestasi. Setelah KLB, seharusnya konflik pun ikut berakhir, tuntasnya. (esa/dzi)
Enam anggota Komite Eksekutif (Exco) yang diskorsing, Sihar Sitorus, Bob Hippy, Tuty Dau, Mawardi Nurdin, Widodo Santoso dan Farid Rahman, melakukan korespondensi kepada FIFA terkait hasil KLB. Kemudian, FIFA memberikan balasan yang menerangkan hanya mengakui tiga agenda, yaitu penyatuan (unifikasi) liga, pengembalian empat Exco, serta revisi statuta.
Sihar Sitorus dan kawan-kawan, merasa keberatan dengan adanya skorsing dan penambahan jumlah Exco.
Kalau ada Exco yang menganggap status skorsing tidak sah, sebaiknya diselesaikan secara internal. Begitupun, dalam menyelesaikan persoalan-persoalan lain yang menyangkut hasil KLB, terang Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Rita Subowo, memberikan masukkan untuk PSSI.
Jangan sedikit-sedikit minta bantuan kepada pemerintah atau FIFA. Lebih baik, gunakan waktu, tenaga, dan pikiran untuk menjalankan pembinaan. Kasihan atlet dan pelatih yang sudah berjuang untuk sepakbola nasional, imbuhnya.
Lebih jauh dikatakan Rita, FIFA atas nama Presiden Sepp Blatter, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Jerome Valcke, dan Plt Presiden AFC Zhang Jilong, sudah memrikan ucapan selamat dan apresiasi terhadap hasil yang dicapai dalam KLB.
Sehingga, masih dikatakan Rita, jangan ada lagi persoalan yang membuat kondisi persepakbolaan Indonesia terus-terusan memburuk dengan konflik.
Konflik ini sudah berjalan selama dua tahun. Seharusnya, semua pihak lelah dan memikirkan prestasi. Setelah KLB, seharusnya konflik pun ikut berakhir, tuntasnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Trofi Bundesliga di Kantong, tapi Ambisi Bayern Munchen Masih Membara!
Bundesliga 20 April 2026, 17:17
-
Mikel Arteta: Premier League Dimulai Lagi!
Liga Inggris 20 April 2026, 16:45
LATEST EDITORIAL
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00


















