PSSI Inginkan Peran Aktif Asprov Untuk Pembinaan Usia Muda
Editor Bolanet | 9 Juni 2014 20:34
- Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terus mendukung penuh pelaksanaan kepelatihan usia muda dan kompetisi di daerah-daerah. Karena itu, memerlukan peran aktif Asosiasi Provinsi (Asprov) dalam melakukan penyelenggaraan.
PSSI siap mendukung secara nyata, sehingga program yang diterima para pelatih di daerah bisa merata. Sejauh ini, para anggota komite eksekutif setuju untuk meningkatkan pelatih usia muda. Baik dari segi pelaksanaan, maupun kepelatihan. Sehingga, pembinaan dapat merata, kata Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin.
Dalam pandangan Djohar, jika hal tersebut bisa berjalan baik maka potensi para pemain muda di daerah bisa merata. Kemudian, berpotensi besar untuk kesiapan tim nasional Indonesia di masa mendatang.
Keseragaman kurikulum sudah kita terapkan, sehingga para pemain di daerah bisa memiliki metode yang sama. Untuk itulah, kita serahkan kepada Asprov. Sehingga, dari pembinaan yang merata tersebut PSSI mendapatkan data pemain yang kualitas, imbuh Djohar.
PSSI kini menerapkan kepengurusan baru untuk merambah daerah-daerah dengan membentuk Asprov. Sehingga, kebijakan dan pelaksanaan bisa dilakukan pihak daerah. Termasuk, dari segi pelaksanaan kompetisi.
Dengan terbentuknya Asprov tersebut, kompetisi usia muda di daerah bisa semakin giat dan berjalan secara konsisten. Pembinaan pemain, pun dapat terus berjalan. Nantinya, Asprov memiliki wewenang dalam menyiapkan semuanya, tuturnya.
Kami di pusat, hanya mendorong sehingga konsistensi terus ada. Karena, jika PSSI yang melakukan akan menjadi beban terlalu besar, pungkasnya. (esa/dzi)
PSSI siap mendukung secara nyata, sehingga program yang diterima para pelatih di daerah bisa merata. Sejauh ini, para anggota komite eksekutif setuju untuk meningkatkan pelatih usia muda. Baik dari segi pelaksanaan, maupun kepelatihan. Sehingga, pembinaan dapat merata, kata Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin.
Dalam pandangan Djohar, jika hal tersebut bisa berjalan baik maka potensi para pemain muda di daerah bisa merata. Kemudian, berpotensi besar untuk kesiapan tim nasional Indonesia di masa mendatang.
Keseragaman kurikulum sudah kita terapkan, sehingga para pemain di daerah bisa memiliki metode yang sama. Untuk itulah, kita serahkan kepada Asprov. Sehingga, dari pembinaan yang merata tersebut PSSI mendapatkan data pemain yang kualitas, imbuh Djohar.
PSSI kini menerapkan kepengurusan baru untuk merambah daerah-daerah dengan membentuk Asprov. Sehingga, kebijakan dan pelaksanaan bisa dilakukan pihak daerah. Termasuk, dari segi pelaksanaan kompetisi.
Dengan terbentuknya Asprov tersebut, kompetisi usia muda di daerah bisa semakin giat dan berjalan secara konsisten. Pembinaan pemain, pun dapat terus berjalan. Nantinya, Asprov memiliki wewenang dalam menyiapkan semuanya, tuturnya.
Kami di pusat, hanya mendorong sehingga konsistensi terus ada. Karena, jika PSSI yang melakukan akan menjadi beban terlalu besar, pungkasnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ulang Tahun ke-96, PSSI Pasang Target Lolos ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 19 April 2026, 19:39
LATEST UPDATE
-
Arsenal Juara Liga Inggris, Netizen Meradang: Dibantu PGMOL!
Liga Inggris 20 Mei 2026, 15:25
-
Gavi Sindir Real Madrid Usai Barcelona Juara La Liga
Liga Spanyol 20 Mei 2026, 14:53
LATEST EDITORIAL
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25
-
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di Bawah Xabi Alonso
Editorial 18 Mei 2026, 12:13














