PSSI Jatim Bekukan Empat Pengcab

Editor Bolanet | 3 Mei 2010 22:15
PSSI Jatim Bekukan Empat Pengcab
PSSI
- Pengurus Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Jawa Timur membekukan kepengurusan empat Pengcab PSSI di wilayah setempat, karena belum menggelar musyawarah cabang untuk penyesuaian pedoman dasar yang baru.

Sekretaris Umum Pengprov PSSI Jatim Djoko Tetuko kepada wartawan di Surabaya, Senin, menjelaskan keempat Pengcab PSSI yang dibekukan itu adalah Surabaya, Sampang, Bangkalan, dan Jember.

Sesuai hasil Rapat Paripurna Daerah (Raparda) PSSI Jatim pada Februari 2010, seluruh Pengcab PSSI di Jatim sudah harus menggelar muscab untuk penyesuaian pedoman dasar dan kepengurusan paling lambat 30 April 2010.

"Dari 38 pengurus kabupaten/kota, Pengcab Sampang dan Bangkalan belum menggelar muscab, sementara Pengcab Surabaya dan Jember telah mengadakan muscab, tapi masih bermasalah," ujarnya.

Muscab PSSI Jember gagal menghasilkan keputusan karena terjadi konflik di internal pengurus. Sementara Muscab PSSI Surabaya dianggap tidak sah, karena pesertanya tidak memenuhi kuorum yakni dua pertiga dari jumlah anggota.

Sebagai tindak lanjut dari pembekuan tersebut, lanjut Djoko Tetuko, Pengprov PSSI Jatim mengambil alih kepengurusan dan membentuk "careteker" dengan menempatkan pengurus PSSI Jatim dan perwakilan pengcab di organisasi tersebut.

"Tugas careteker adalah secepatnya melakukan konsolidasi dengan pengcab untuk menggelar muscab, paling lambat hingga tiga bulan ke depan. Kami tidak mau berandai-andai, tapi kalau memang nantinya muscab masih gagal digelar, pengcab tersebut bisa dibubarkan," jelas Djoko Tetuko.

Namun, kasus pembekuan Pengcab PSSI Surabaya yang paling jadi sorotan. Apalagi, setelah PSSI Jatim menempatkan orang-orang yang kontra terhadap kepengurusan Saleh Ismail Mukadar (Ketua Umum Pengcab PSSI Surabaya).

Bahkan, beberapa perwakilan dari 11 klub anggota Pengcab PSSI Surabaya yang menolak hasil muscab, masuk sebagai careteker, sementara tidak ada perwakilan klub anggota pendukung muscab yang dimasukkan.

"Pembentukan careteker Pengcab PSSI Surabaya merupakan hasil keputusan rapat Pengprov PSSI Jatim yang diperluas, bukan keputusan orang per orang. Kami juga memasukkan nama-nama tokoh bola yang ada di Surabaya, seperti Dahlan Iskan, Mohammad Barmen, Edi Yuwono Slamet, dan Wisnu Wardhana (Ketua DPRD Surabaya)," tambahnya.

Careteker Pengcab PSSI Surabaya Wastomi Suheri yang dikonfirmasi terpisah juga enggan menjelaskan soal susunan careteker yang dianggap bermasalah tersebut.

"Soal itu silakan tanyakan kepada pengurus PSSI Jatim. Tugas saya sekarang adalah melakukan konsolidasi dengan pengurus pengcab dan klub anggota untuk secepatnya menggelar muscab," ujar Wastomi yang juga pengurus Bidang Organisasi PSSI Jatim.

Ketua Harian Pengcab PSSI Surabaya Cholid Goromah yang dikonfirmasi soal pembekuan tersebut, mengaku tidak kaget karena sejak jauh hari sudah mengetahui adanya rencana Pengprov PSSI Jatim tersebut.

"Sebelum putusan itu muncul, kami sudah tahu lebih dulu skenario tersebut. Mereka memang sengaja mengobok-obok Pengcab PSSI Surabaya dengan menggagalkan pelaksanaan muscab pada 27 April lalu," katanya. (ant/row)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT

LATEST UPDATE