PSSI Optimis Soal Penggabungan Kompetisi
Editor Bolanet | 17 Oktober 2012 19:32
- Seolah setia terhadap komitmen yang dibangun, PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS) dan PT Liga Indonesia (PT LI), terus membahas proses penggabungan kompetisi. Perbedaan pendapat yang masih terjadi, diupayakan dapat diminimalisir hingga berujung hilangnya hal tersebut.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Halim Mahfudz mengatakan, PT LPIS dan PT LI dipastikan menggelar pertemuan lanjutan membahas beberapa poin penting terkait penggabungan kompetisi di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Kamis (18/10) petang.
Pembahasan ini memang alot. Sebab tidak mudah menyatukan visi dan misi dari kedua belah pihak. Namun, saya optimis keduanya mampu mendapatkan solusi sebelum waktu yang sudah ditentukan habis, terang Halim.
Pembahasan penggabungan kompetisi baru tersebut merupakan hasil kesepakatan Joint Committee (JC) di Kuala Lumpur, Malaysia, 20 September lalu. Dalam Memorandum of Understanding (MoU), kedua pihak tersebut akhirnya menyepakati supaya terbentuknya kompetisi baru yang nantinya direncanakan bergulir pada tahun 2014.
Penggabungan kompetisi memang tidak bisa datang secara tiba-tiba. Hal mendasar yang harus dilakukan adalah melakukan evaluasi terhadap kekurangan dua kompetisi, tutur CEO PT LI sekaligus anggota JC, Joko Driyono.
Salah satu poin penting yang akan kembali kami bahas yakni seputar standarisasi klub yang bisa mengikuti kompetisi baru, tutupnya. (esa/dzi)
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Halim Mahfudz mengatakan, PT LPIS dan PT LI dipastikan menggelar pertemuan lanjutan membahas beberapa poin penting terkait penggabungan kompetisi di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Kamis (18/10) petang.
Pembahasan ini memang alot. Sebab tidak mudah menyatukan visi dan misi dari kedua belah pihak. Namun, saya optimis keduanya mampu mendapatkan solusi sebelum waktu yang sudah ditentukan habis, terang Halim.
Pembahasan penggabungan kompetisi baru tersebut merupakan hasil kesepakatan Joint Committee (JC) di Kuala Lumpur, Malaysia, 20 September lalu. Dalam Memorandum of Understanding (MoU), kedua pihak tersebut akhirnya menyepakati supaya terbentuknya kompetisi baru yang nantinya direncanakan bergulir pada tahun 2014.
Penggabungan kompetisi memang tidak bisa datang secara tiba-tiba. Hal mendasar yang harus dilakukan adalah melakukan evaluasi terhadap kekurangan dua kompetisi, tutur CEO PT LI sekaligus anggota JC, Joko Driyono.
Salah satu poin penting yang akan kembali kami bahas yakni seputar standarisasi klub yang bisa mengikuti kompetisi baru, tutupnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Menanti Debut John Herdman! Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Tim Nasional 13 Februari 2026, 16:28
-
Asian Games 2026: Aturan Baru Jegal Timnas Indonesia, PSSI Wajib Lobi AFC!
Tim Nasional 13 Februari 2026, 15:47
-
Timnas Indonesia U-23 Dikabarkan Terancam Absen di Asian Games 2026, Ini Respons PSSI
Tim Nasional 12 Februari 2026, 18:37
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: PSBS Biak vs Semen Padang 8 Maret 2026
Bola Indonesia 7 Maret 2026, 14:54
-
Krisis Memanas, Tottenham Bisa Jadi Favorit Kena Degradasi!
Liga Inggris 7 Maret 2026, 14:34
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Persik 8 Maret 2026
Bola Indonesia 7 Maret 2026, 13:49
-
Tidak Ada yang Peduli dengan Marcus Rashford di Barcelona
Liga Spanyol 7 Maret 2026, 12:38
-
Beratnya Jadi Man United, Sudah Masuk 3 Besar pun Masih Dikritik Keras
Liga Inggris 7 Maret 2026, 11:35
















