PSSI Sebut Isu Pemain Naturalisasi ke BRI Super League Demi Piala AFF 2026 Sebagai Teori Konspirasi

Asad Arifin | 9 Februari 2026 18:12
PSSI Sebut Isu Pemain Naturalisasi ke BRI Super League Demi Piala AFF 2026 Sebagai Teori Konspirasi
Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga. (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Bola.net - Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga merespons isu yang beredar mengenai keputusan sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia berkarier di BRI Super League 2025/26. Ia menegaskan bahwa narasi yang mengaitkan langkah tersebut dengan peluang dipanggil ke Piala AFF 2026 tidak berdasar.

Isu yang berkembang menyebutkan pemain naturalisasi memilih bermain di BRI Super League agar lebih mudah dipantau dan dipanggil Timnas Indonesia. Narasi itu ramai dibicarakan di media sosial dalam beberapa waktu terakhir.

Advertisement

Sebanyak sembilan pemain naturalisasi tercatat bermain di BRI Super League pada musim ini. Mereka tersebar di beberapa klub seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, Dewa United, dan Bali United.

Daftar pemain tersebut mencakup Jordi Amat, Shayne Pattynama, dan Mauro Zijlstra yang bergabung dengan Persija. Nama lain adalah Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Dion Markx di Persib, serta Ivar Jenner dan Rafael Struick di Dewa United, dan Jens Raven di Bali United.

1 dari 2 halaman

Urusannya Tentang Uang

Urusannya Tentang Uang

Striker anyar Persija Jakarta, Mauro Zijlstra (c) Dok. Persija Jakarta

Arya menilai isu tersebut sebagai teori konspirasi dan menekankan bahwa PSSI tidak mencampuri keputusan karier pemain. Ia juga menyebut bahwa proses transfer sepenuhnya menjadi urusan pemain dan klub.

"Ya ini, kita ini terlalu banyak teori konspirasi. Jadi saya harap teman-teman wartawan juga mencerdaskan. Yang memberikan isu juga maunya mencerdaskan, karena namanya pemain, transfer, itu menyangkut uang. Yang bayar pemain siapa? Apakah PSSI atau klub?" ujar Arya kepada wartawan.

Menurutnya, PSSI tidak memiliki urusan dalam hal bayaran pemain, sehingga anggapan adanya skenario PSSI terkait Piala AFF dinilainya tidak masuk akal.

Arya juga menilai mustahil pemain bersedia dibayar murah, karena setiap pemain memiliki standar tawaran tertentu, sementara klub harus memastikan kemampuan finansialnya.

"PSSI tidak ada ikutan chip-in. Dari mana uang PSSI untuk chip-in pemain, dan itu di dunia tidak terjadi seperti itu. Tidak ada yang namanya federasi ikutan chip-in di klub, tidak ada. Mana ada. Mana, tidak pernah terjadi seperti itu," lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Mekanisme Pasar

Mekanisme Pasar

Pemain Persib Bandung, Dion Markx (c) Dok. Persib

Arya menegaskan bahwa keputusan pemain naturalisasi bergabung dengan klub BRI Super League berkaitan dengan mekanisme pasar. Ia menyebut faktor negosiasi kontrak dan kesepakatan finansial menjadi penentu utama dalam proses transfer pemain.

"Jadi itu mekanisme pasar saja dan mereka, kita kan tidak bisa, seperti yang saya katakan, kecuali PSSI menggaji mereka. Kan tidak ada gaji PSSI terhadap pemain. Jadi sudahlah, teori-teori konspirasi silakan, tapi tolong yang cerdas."

"Jangan tidak cerdas. Kalau tidak cerdas, nanti malu juga pengamatnya. Cari yang cerdas. Malu. Di mana logikanya gitu. Ya, jadi pengamat harus cerdas juga, jangan tidak cerdas. Kasihan nanti dihitung orang logikanya," imbuhnya.

LATEST UPDATE