Federico Dimarco Hidupkan Bayangan Roberto Carlos di Inter Milan: Sudah Bikin 5 Gol dan 13 Assist

Federico Dimarco Hidupkan Bayangan Roberto Carlos di Inter Milan: Sudah Bikin 5 Gol dan 13 Assist
Bek Inter Milan, Federico Dimarco. (c) AP Photo/Martin Meissner

Bola.net - Federico Dimarco sedang berada di puncak performa bersama Inter Milan pada musim 2025/2026. Perannya bukan sekadar bek sayap, melainkan motor serangan yang menentukan.

Gaya bermain Dimarco mencuri perhatian karena agresivitasnya yang ekstrem. Ia menyerang dengan intensitas tinggi, seolah mengaburkan batas antara bek dan winger.

Produktivitasnya menjadi bukti nyata. Dari 22 laga Serie A, Dimarco mencatat lima gol dan 13 assist, angka yang sangat jarang dicapai pemain bertahan.

Performa tersebut memunculkan satu perbandingan klasik. Banyak pihak melihat Dimarco bermain layaknya Roberto Carlos, mantan bek kiri Inter Milan sekaligus legenda Timnas Brasil.

Dimarco, Bek Sayap yang Menyerang Tanpa Ragu

Dimarco, Bek Sayap yang Menyerang Tanpa Ragu

Aksi Federico Dimarco di laga Cremonese vs Inter Milan pada laga pekan ke-23 Serie A, Senin (2/2) dini hari WIB (c) Dok. Inter Milan/@Inter

Catatan statistik Dimarco musim ini berada di level elite. Lima gol dan 13 assist menunjukkan kontribusinya yang konsisten dalam fase menyerang.

Salah satu momen paling menonjol datang saat menghadapi Sassuolo. Dalam laga tersebut, Dimarco mencatat hattrick assist dan menjadi pusat kreativitas Inter.

Data WhoScored memperkuat kesan tersebut. Pemain berusia 28 tahun itu unggul dalam crossing, umpan kunci, serta eksekusi bola mati.

Dimarco juga memiliki kaki kiri yang sangat kuat. Kombinasi teknik, visi, dan keberanian mengambil risiko membuatnya menjadi senjata utama Inter dari sisi kiri.

Pertandingan Selanjutnya
Serie A Serie A | 15 Februari 2026
Inter Milan Inter Milan
02:45 WIB
Juventus Juventus

Jejak Roberto Carlos yang Diikuti Dimarco

Jejak Roberto Carlos yang Diikuti Dimarco

Federico Dimarco merayakan gol keempat timnya dalam laga Serie A antara Inter Milan vs Pisa di Giuseppe Meazza, 24 Januari 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Perbandingan dengan Roberto Carlos bukan tanpa dasar. Legenda Brasil itu pernah membela Inter Milan pada musim 1995/1996 dengan catatan lima gol dan tiga assist di Serie A.

Puncak produktivitas Roberto Carlos justru terjadi bersama Real Madrid. Ia mencetak lima gol dan 12 assist di La Liga 1996/1997, lalu menambah lima gol dan 11 assist pada musim 2002/2003.

Roberto Carlos dikenal sebagai bek kiri dengan naluri menyerang luar biasa. Tendangan kaki kiri dan eksekusi bola matinya menjadi ikon sepak bola dunia.

Dimarco Tetap Berpijak di Tanah

Dimarco Tetap Berpijak di Tanah

Pemain Inter Milan Federico Dimarco merayakan gol pada laga fase liga Liga Champions antara Borussia Dortmund vs Inter Milan di Dortmund, Jerman, Rabu, 28 Januari 2026 (c) AP Photo/Martin Meissner

Dimarco menunjukkan mentalitas elit. Meski dalam performa bagus, Dimarco tidak ingin tinggi hati. Dimarco sadar bahwa performa seorang pemain bisa naik dan turun. Bagi Dimarco, yang terpenting adalah tim.

“Saya tidak merasa seperti apa pun. Ketika Anda bermain bagus, Anda disebut fenomena. Jika tidak, Anda dianggap buruk. Begitulah sepak bola,” ujar Dimarco kepada DAZN usai laga melawan Sassuolo.

"Saya pernah melalui momen penting sebelumnya, dan ini mungkin yang paling menentukan dari sisi angka. Namun yang terpenting adalah tim dan berada di puncak klasemen hingga bulan Mei,” katanya kepada Sky.