PT LPIS dan PT LI Terancam Tak Mendapatkan Rekomendasi
Editor Bolanet | 6 Desember 2012 07:17
- Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Haryo Yuniarto berencana mengeluarkan kebijakan baru mengenai izin pertandingan. Dalam hal ini, sasarannya adalah PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS) dan PT Liga Indonesia (PT LI).
Tujuan utamanya, dikatakan Haryo Yuniarto, adalah demi melindungi hak-hak para pemain dan pelatih. Sebab, jika masih terulang klub tidak memenuhi kewajibannya, BOPI bisa mengambil tindakan serius, yakni tidak memberikan rekomendasi menggelar pertandingan kepada PT LPIS dan PT LI.
Para penyelenggara olahraga profesional tidak bisa bermain-main terhadap hak para pemain. Kami meminta mereka untuk lebih peduli, ujarnya.
Dalam waktu dekat, Haryo Yuniarto mengatakan akan segera bertemu dengan PT LPIS dan PT LI untuk membahas kelanjutan hal tersebut. Bahkan, BOPI juga meningkatkan kerjasama dengan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Direktorat Jenderal (Dirjen) Keimigrasian, dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk melakukan pengawasan kepada olahragawan asing yang memilih berkompetisi di Indonesia.
Pengawasan dilakukan untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan. Sebab disinyalir, olahragawan asing menjadi agen pengedar narkoba di Indonesia. Selain itu, mereka juga kerap melakukan tindakan kejahatan, tuturnya.
Kemudian, BOPI juga meminta kepada pengelola PT LPIS dan PT LI untuk menghargai kontrak para pesepakbola. Kejadian meninggalnya Diego Mendieta harus menjadi pembelajaran.
Apabila ada tunggakan kepada pemain, maka harus segera diselesaikan, tutupnya. (esa/gia)
Tujuan utamanya, dikatakan Haryo Yuniarto, adalah demi melindungi hak-hak para pemain dan pelatih. Sebab, jika masih terulang klub tidak memenuhi kewajibannya, BOPI bisa mengambil tindakan serius, yakni tidak memberikan rekomendasi menggelar pertandingan kepada PT LPIS dan PT LI.
Para penyelenggara olahraga profesional tidak bisa bermain-main terhadap hak para pemain. Kami meminta mereka untuk lebih peduli, ujarnya.
Dalam waktu dekat, Haryo Yuniarto mengatakan akan segera bertemu dengan PT LPIS dan PT LI untuk membahas kelanjutan hal tersebut. Bahkan, BOPI juga meningkatkan kerjasama dengan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Direktorat Jenderal (Dirjen) Keimigrasian, dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk melakukan pengawasan kepada olahragawan asing yang memilih berkompetisi di Indonesia.
Pengawasan dilakukan untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan. Sebab disinyalir, olahragawan asing menjadi agen pengedar narkoba di Indonesia. Selain itu, mereka juga kerap melakukan tindakan kejahatan, tuturnya.
Kemudian, BOPI juga meminta kepada pengelola PT LPIS dan PT LI untuk menghargai kontrak para pesepakbola. Kejadian meninggalnya Diego Mendieta harus menjadi pembelajaran.
Apabila ada tunggakan kepada pemain, maka harus segera diselesaikan, tutupnya. (esa/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Persib B Belum Lengkapi Dokumen, BOPI Belum Beri Rekomendasi Liga 2
Bola Indonesia 19 Juni 2019, 13:03
-
BOPI Terbitkan Rekomendasi untuk Liga 1 2019
Bola Indonesia 10 Mei 2019, 17:07
LATEST UPDATE
-
Lamine Yamal Raih Pemain Terbaik La Liga 2025/2026
Liga Spanyol 6 Juni 2026, 16:05
-
Agen Jurgen Klopp Buka Suara soal Rumor ke Real Madrid
Liga Spanyol 6 Juni 2026, 16:00
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47
















