'Raker Komisi X DPR RI Dengan Kemenpora dan BOPI Sia-sia!'
Editor Bolanet | 6 April 2015 20:29
- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memenuhi undangan rapat kerja (Raker) dengan Komisi X DPR RI, di kantor DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (6/4).
Dalam kesempatan tersebut, pihak Kemenpora didampingi Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Ketua Masyarakat Sepak Bola Indonesia (MSBI), Sarman L Hakim, menilai jika Raker yang dilakukan merupakan sebuah kesia-siaan. Sebab dilanjutkan Sarman, sama sekali tidak membahas prestasi yang anjlok.
Dalam pandangan Sarman, poin utama dari Raker tersebut seharusnya yakni memperjuangkan kompetisi demi hadirnya sebuah prestasi.
ISL (Indonesia Super League atau sekarang QNB League), sudah berjalan lama tapi tidak menghasilkan apa-apa. Kalau klub sehat, tentu ada pemain yang bisa digunakan ke Timnas untuk membela negaranya, tutur Sarman.
Ditambah lagi, persoalan utama justru ada di pihak Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Sebagai regulator, PSSI juga merangkap menjadi operator. Sehingga, kompetisi (QNB League) tidak ada yang mengawasi, dan prestasi menjadi semakin terjun bebas.
Karena itu dilanjutkannya, PSSI harus dapat membedakan antara tugas dan tanggung jawab. Dengan demikian, prestasi tidak terus-terusan menjadi anjlok.
Karena itu disayangkan Sarman, Raker Kemenpora, BOPI dan Komisi X DPR RI justru berkutat hanya membahas alasan seputar tidak direkomendasikannya Arema Cronus dan Persebaya Surabaya berlaga di QNB League.
Hal mendasar yang harus dibahas dalam Raker ini adalah kegagalan Timnas Indonesia U-23 ke Piala Asia tahun 2016 di Qatar dan Olimpiade. Karena, prestasi tertinggi sepak bola yakni Piala Dunia dan bukan klub. Kalau berkutat di klub, kita tidak bisa hadir di kawasan Asia hingga dunia, pungkasnya. (esa/dzi)
Dalam kesempatan tersebut, pihak Kemenpora didampingi Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Ketua Masyarakat Sepak Bola Indonesia (MSBI), Sarman L Hakim, menilai jika Raker yang dilakukan merupakan sebuah kesia-siaan. Sebab dilanjutkan Sarman, sama sekali tidak membahas prestasi yang anjlok.
Dalam pandangan Sarman, poin utama dari Raker tersebut seharusnya yakni memperjuangkan kompetisi demi hadirnya sebuah prestasi.
ISL (Indonesia Super League atau sekarang QNB League), sudah berjalan lama tapi tidak menghasilkan apa-apa. Kalau klub sehat, tentu ada pemain yang bisa digunakan ke Timnas untuk membela negaranya, tutur Sarman.
Ditambah lagi, persoalan utama justru ada di pihak Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Sebagai regulator, PSSI juga merangkap menjadi operator. Sehingga, kompetisi (QNB League) tidak ada yang mengawasi, dan prestasi menjadi semakin terjun bebas.
Karena itu dilanjutkannya, PSSI harus dapat membedakan antara tugas dan tanggung jawab. Dengan demikian, prestasi tidak terus-terusan menjadi anjlok.
Karena itu disayangkan Sarman, Raker Kemenpora, BOPI dan Komisi X DPR RI justru berkutat hanya membahas alasan seputar tidak direkomendasikannya Arema Cronus dan Persebaya Surabaya berlaga di QNB League.
Hal mendasar yang harus dibahas dalam Raker ini adalah kegagalan Timnas Indonesia U-23 ke Piala Asia tahun 2016 di Qatar dan Olimpiade. Karena, prestasi tertinggi sepak bola yakni Piala Dunia dan bukan klub. Kalau berkutat di klub, kita tidak bisa hadir di kawasan Asia hingga dunia, pungkasnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
-
Jorge Martin Resmi Bisa Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:50
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
-
Hasil FP1 MotoGP Malaysia 2026: Marc Marquez Tercepat Meski Sempat Terjadi Insiden
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:40
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:32
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







