Rancangan Panduan Protokol Kesehatan Kompetisi Bocor, Apa Kata Dirtek PSSI?
Gia Yuda Pradana | 6 Juni 2020 22:02
Bola.net - Sejumlah skenario disiapkan PSSI bila nantinya Liga 1 dan Liga 2 2020 diputar kembali. Satu di antaranya yaitu adanya protokol kesehatan.
Rancangan protokol kesehatan dari PSSI pun bocor. Sebuah dokumen berjudul Panduan Pencegahan dan Pengendalian Pandemi COVID-19 dalam Penyelanggaraan Pertandingan Sepak Bola Liga Indonesia Baru (LIB) beredar luas.
Ada tujuh bagian dalam panduan tersebut. Rinciannya meliputi, Dasar Pemikiran, Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 untuk Klub Sepak Bola, Panduan Sebelum Pertandingan, Orang-orang yang Boleh Berada di Stadion, Panduan Saat Hari Pertandingan, Panduan Setelah Pertandingan, serta Penerapan Higienis dan Sanitasi Lingkungan di Area Stadion.
Protokol tersebut disusun oleh beberapa orang. Di antaranya, Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi, Wakil Sekjen PSSI Maaike Ira Puspita, Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri, Ketua Tim Medis PSSI Syarif Alwi, Dokter Timnas Indonesia U-19 Dicky M. Shofwan, Dokter Timnas Indonesia U-16 Ifran Ahmad, dan Dokter Timnas Putri Indonesia Leksolie FoEs.
Namun ternyata, protokol kesehatan tersebut belum sah. Saat ini, pedoman itu tengah dipertimbangkan dan sedang disosialisasikan kepada para peserta kompetisi.
"Masih belum final. Dokter Syarif Alwi masih melakukan pertimbangan lainnya yang harus diperbaiki dan seharusnya belum disebarluaskan. Masih dibicarakan di internal PSSI. Tapi, memang Dokter Syarif Alwi sudah memperbolehkan untuk di-share untuk sosialisasi kepada klub untuk dimintai masukan," ujar Indra Sjafri.
Baca halaman berikutnya ya Bolaneters.
Wajib Rapid Test

Sementara itu, salah satu isi protokol kesehatan tersebut yaitu setiap klub diwajibkan melakukan pemeriksaan rapid test COVID-19 sebanyak satu kali setiap minggunya yang diperuntukkan untuk para pemain dan seluruh personel tim selama kompetisi berlangsung. Panduan itu tertuang pada bagian kedua poin satu.
Adapun, protokol kesehatan tersebut dirumuskan melalui berbagai referensi. Di antaranya dari FIFA, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), hingga Bundesliga Liga Jerman.
(Bola.net/Fitri Apriani)
Baca juga artikel-artikel lainnya:
Kangen Main Bola, Novan Sasongko Bersyukur Jika Kompetisi Kembali Digulirkan
Cerita Jonathan Cantillana Main di Indonesia, Berbekal Informasi Rekan Senegara
Jakarta Terapkan PSBB Transisi, Kapan Persija Mulai Berlatih?
Leonard Tupamahu yang Ingin Bermain Sepak Bola Hingga 40 Tahun
PSSI Hapus Degradasi, Kapten Bhayangkara FC: Kurang Seru dan Kehilangan Motivasi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 22:42
-
Klasemen Pembalap Formula 1 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 22:42
-
Klasemen Sementara Formula 1 2026 Usai Grand Prix Monako di Monte Carlo
Otomotif 7 Juni 2026, 22:40
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47















