Review AFC Cup: Hanoi Curi Poin Penuh di Kandang Arema
Editor Bolanet | 11 Maret 2014 17:57
- Hanoi T&T sukses meraih poin penuh di kandang Arema Cronus dalam laga lanjutan AFC Cup 2014 di Stadion Kanjuruhan Malang, Selasa (11/03) petang. Dua gol yang dicetak Gonzalo Marronkle dan gol di menit akhir oleh Nguyen van Quyet, membawa tim asal Vietnam ini menaklukkan tuan rumah dengan skor 3-1.
Arema langsung tampil menggebrak sejak laga dimulai. Serbuan Thierry Gathuessi dari sisi kanan pertahanan Hanoi beberapa kali merepotkan barisan belakang Hanoi T&T.
Derasnya serbuan Arema membuat penggawa Hanoi harus bermain keras untuk menghentikan serbuan tuan rumah. Walhasil, akibat permainan keras ini, Nguyen Quoc Long mendapat kartu kuning di menit 9 usai melanggar Samsul Arif dari belakang.
Menit 11, Samsul Arif memiliki peluang emas mencetak gol ke gawang Hanoi. Namun, bola sepakannya masih bisa dihalau pemain belakang tim asal Vietnam ini.
Asyik menyerang, gawang Arema nyaris bobol. Umpan Nguyen van Quyet disambut Gonzalo Marronkle dengan sundulan akurat ke gawang Arema. Namun, Kurnia Meiga masih bisa menepis bola ke atas mistar gawangnya.
Semenit kemudian, memanfaatkan kelengahan lini belakang Arema, Van Quyet berhasil menembus benteng pertahanan tuan rumah dan tinggal berhadapan dengan Kurnia Meiga. Beruntung bagi Arema, bola lepas dari penguasaan pemain andalan Hanoi tersebut.
Gawang Arema akhirnya bobol di menit 20. Memanfaatkan bola muntah, hasil tepisan Kurnia Meiga, Gonzalo Marronkle membawa Hanoi unggul.
Arema berhasil menyamakan kedudukan di menit 25, melalui eksekusi penalti Cristian Gonzalez. Penalti ini diberikan wasit Ma Ning menyusul pelanggaran Dao Duy Khanh pada Beto Goncalves.
Tujuh menit kemudian, giliran Hanoi mendapat hadiah penalti, usai handsball Victor Igbonefo. Gonzalo Marronkle yang dipercaya menjadi algojo tak kesulitan menaklukkan Kurnia Meiga dan membawa Hanoi kembali unggul.
Kembali tertinggal, Arema berupaya mengejar. Namun, sampai babak pertama usai, kedudukan tetap bertahan bagi keunggulan anak asuh Phan Thanh Hung.
Di awal babak kedua, Arema melakukan pergantian pemain. I Gede Sukadana ditarik dan digantikan oleh Hendro Siswanto.
Masuknya Hedro membuat serangan Arema kian trengginas. Beberapa kali Beto Goncalves, Samsul Arif dan Cristian Gonzales membuat kelabakan barisan pertahanan Hanoi. Pada menit 57, Arema kembali melakukan pergantian. Kali ini Samsul Arif ditarik digantikan Sunarto.
Arema nyaris berhasil menyamakan kedudukan di menit 60. Namun, sepakan Dendi Santoso, usai menerima umpan Gonzales masih tipis di samping gawang Hanoi.
Usai peluang tersebut, Arema sempat mengurung pertahanan Hanoi. Namun, serangan bertubi-tubi Beto dan kawan-kawan gagal menembus kokohnya benteng Hanoi.
Menambah daya gedor, Arema kembali memasukkan darah segar. Dendi Santoso yang sudah kepayahan ditarik keluar. Posisinya diisi Irsyad Maulana.
Sepanjang sisa pertandingan, Arema terus berupaya menyamakan kedudukan. Namun, alih-alih menyamakan kedudukan, menit 88, gawang Arema harus bobol oleh Nguyen van Quyet. Kedudukan ini tak berubah sampai laga usai. (bola/dzi)
Arema langsung tampil menggebrak sejak laga dimulai. Serbuan Thierry Gathuessi dari sisi kanan pertahanan Hanoi beberapa kali merepotkan barisan belakang Hanoi T&T.
Derasnya serbuan Arema membuat penggawa Hanoi harus bermain keras untuk menghentikan serbuan tuan rumah. Walhasil, akibat permainan keras ini, Nguyen Quoc Long mendapat kartu kuning di menit 9 usai melanggar Samsul Arif dari belakang.
Menit 11, Samsul Arif memiliki peluang emas mencetak gol ke gawang Hanoi. Namun, bola sepakannya masih bisa dihalau pemain belakang tim asal Vietnam ini.
Asyik menyerang, gawang Arema nyaris bobol. Umpan Nguyen van Quyet disambut Gonzalo Marronkle dengan sundulan akurat ke gawang Arema. Namun, Kurnia Meiga masih bisa menepis bola ke atas mistar gawangnya.
Semenit kemudian, memanfaatkan kelengahan lini belakang Arema, Van Quyet berhasil menembus benteng pertahanan tuan rumah dan tinggal berhadapan dengan Kurnia Meiga. Beruntung bagi Arema, bola lepas dari penguasaan pemain andalan Hanoi tersebut.
Gawang Arema akhirnya bobol di menit 20. Memanfaatkan bola muntah, hasil tepisan Kurnia Meiga, Gonzalo Marronkle membawa Hanoi unggul.
Arema berhasil menyamakan kedudukan di menit 25, melalui eksekusi penalti Cristian Gonzalez. Penalti ini diberikan wasit Ma Ning menyusul pelanggaran Dao Duy Khanh pada Beto Goncalves.
Tujuh menit kemudian, giliran Hanoi mendapat hadiah penalti, usai handsball Victor Igbonefo. Gonzalo Marronkle yang dipercaya menjadi algojo tak kesulitan menaklukkan Kurnia Meiga dan membawa Hanoi kembali unggul.
Kembali tertinggal, Arema berupaya mengejar. Namun, sampai babak pertama usai, kedudukan tetap bertahan bagi keunggulan anak asuh Phan Thanh Hung.
Di awal babak kedua, Arema melakukan pergantian pemain. I Gede Sukadana ditarik dan digantikan oleh Hendro Siswanto.
Masuknya Hedro membuat serangan Arema kian trengginas. Beberapa kali Beto Goncalves, Samsul Arif dan Cristian Gonzales membuat kelabakan barisan pertahanan Hanoi. Pada menit 57, Arema kembali melakukan pergantian. Kali ini Samsul Arif ditarik digantikan Sunarto.
Arema nyaris berhasil menyamakan kedudukan di menit 60. Namun, sepakan Dendi Santoso, usai menerima umpan Gonzales masih tipis di samping gawang Hanoi.
Usai peluang tersebut, Arema sempat mengurung pertahanan Hanoi. Namun, serangan bertubi-tubi Beto dan kawan-kawan gagal menembus kokohnya benteng Hanoi.
Menambah daya gedor, Arema kembali memasukkan darah segar. Dendi Santoso yang sudah kepayahan ditarik keluar. Posisinya diisi Irsyad Maulana.
Sepanjang sisa pertandingan, Arema terus berupaya menyamakan kedudukan. Namun, alih-alih menyamakan kedudukan, menit 88, gawang Arema harus bobol oleh Nguyen van Quyet. Kedudukan ini tak berubah sampai laga usai. (bola/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kata Eks Timnas, Cristian Gonzales: Harusnya Indonesia Menang 2-1 Lawan Bahrain
Open Play 15 Oktober 2024, 09:59
-
Cristian Gonzales Yakin Timnas Indonesia Bungkam China, Asalkan...
Tim Nasional 13 Oktober 2024, 11:55
LATEST UPDATE
-
Prediksi Skor Real Madrid vs Inter 9 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 17:00
-
Jadwal Liga Champions di SCTV Pekan Ini, 8-10 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 16:45
-
Prediksi Porto vs Man City, 9 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 16:00
-
Ini Penyebab MU Gagal Menang dari Everton versi Michael Carrick
Liga Inggris 7 September 2026, 15:00
-
Arti Penting Kemenangan Lawan Chelsea untuk Arsenal
Liga Spanyol 7 September 2026, 14:30
-
Rodri yang Kian Menyatu dengan Denyut Nadi Barcelona
Liga Spanyol 7 September 2026, 14:00
-
Habis Futsal atau Gym? Lakukan 3 Langkah Ini Biar Tetap Bersih dan Wangi
Lain Lain 7 September 2026, 13:23
-
Barcelona Kian Kokoh di Puncak Klasemen, Hansi Flick: Bodo Amat!
Liga Spanyol 7 September 2026, 11:03
-
Kalah dari Arsenal, Xabi Alonso Soroti Rapuhnya Pertahanan Chelsea
Liga Inggris 7 September 2026, 10:37
-
Bukan Main Jelek, MU Gak Hoki Aja Gagal Menang Lawan Everton!
Liga Inggris 7 September 2026, 09:47
-
Wow! Baru Tiga Laga, Fiorentina Pecat Pelatih Kepala Mereka
Liga Italia 7 September 2026, 09:08
-
Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Juventus: Cisse Brillian, De Winter Solid!
Liga Italia 7 September 2026, 08:30
-
Comeback di Menit Akhir, Luciano Spalletti Acungi Jempol Perjuangan Juventus
Liga Italia 7 September 2026, 08:00
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51




