Review: Arema Cronus Sukses Bekuk Macan Kemayoran
Editor Bolanet | 13 Januari 2014 20:59
- Arema Cronus mengakhiri laga Zona Jawa 2 gelaran Inter Island Cup 2014 dengan manis. Di laga pamungkas grup, yang dihelat di Stadion Kanjuruhan, Senin (13/01), Ahmad Bustomi dan kawan-kawan mengandaskan perlawanan Persija Jakarta dua gol tanpa balas.
Mengandalkan kecepatan Samsul Arief dan Irsyad Maulana, Arema coba membongkar pertahanan Persija Jakarta. Namun, barisan belakang Macan Kemayoran -julukan Persija- masih kokoh menghalau serbuan Arema.
Persija sendiri bukannya nihil usaha untuk menekan Arema Cronus. Memanfaatkan mobilitas Ramdani Lestaluhu, Rohit Chand dan Mario Costas, anak asuh Benny Dollo ini beberapa kali menembus penjagaan Munhar dan Victor Igbonefo. Tapi, berkat kesigapan Ahmad Kurniawan mengamankan gawangnya, peluang-peluang tersebut tak berbuah gol.
Laga berjalan 23 menit kala Persija memiliki peluang emas pertama mereka. Namun, Ahmad Kurniawan masih sigap menepis bola hasil sepakan keras Rohit Chand.
Semenit kemudian, giliran Arema mengurung pertahanan Persija. Beberapa kali Andritany harus berjibaku mengamankan gawangnya dari serbuan Beto Goncalves dan kawan-kawan.
Kebuntuan akhirnya pecah menit 32. Umpan silang Gilang Ginarsa mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Beto. Ujung tombak Arema ini menyundul bola ke gawang Persija. Andritany hanya bisa terperangah melihat bola meluncur deras ke gawangnya.
Empat menit kemudian, Andritany harus keluar dari sarangnya untuk menghadang serbuan Samsul Arif. Namun, upayanya berbuah pelanggaran di luar kotak penalti. Wasit Kusni, yang memimpin laga, memberi tendangan bebas bagi Arema. Sayang bola sepakan Bustomi masih tipis melayang di atas mistar gawang Persija.
Jelang babak pertama usai, Ismed Sofyan harus ditandu ke luar lapangan dan dibawa ambulan usai bertabrakan dengan salah seorang pemain Arema. Kepalanya bocor dan harus mendapat jahitan.
Memasuki injury time babak pertama, Persija nyaris menyamakan kedudukan. Sayang, Rohit Chand lagi-lagi gagal menaklukkan Ahmad Kurniawan. Alhasil, skor bertahan bagi keunggulan Arema.
Babak kedua, Arema mengambil inisiatif permainan sejak laga kembali dimulai. Baru empat menit laga berjalan, anak asuh Suharno ini menciptakan peluang menggandakan keunggulan. Sayang, sepakan Samsul Arif masih tipis di samping gawang Andritany.
Menit 56, giliran Persija memiliki peluang apik. Namun, eksekusi tendangan bebas Rohit Chand masih mengarah tepat ke pelukan Ahmad Kurniawan.
Beto Goncalves akhirnya mampu menggandakan keunggulan Arema di menit 60. Sepakannya tak bisa diantisipasi Andritany.
Unggul dua gol, permainan Arema kian agresif. Berulang kali mereka membuat barisan belakang Persija jatuh bangun menghalau bola dari kotak penalti.
Menambah daya dobrak, menit 69, Suharno menarik Beto Goncalves yang sudah mulai menurun staminanya. Sebagai gantinya, Sunarto dimasukkan mengisi posisi pemain berdarah Brasil ini.
Masuknya Sunarto membuat lini belakang Persija kian kelabakan menghalau serbuan penggawa Arema. Namun, kurang apiknya penyelesaian akhir mereka membuat tak ada gol tercipta sampai laga usai. (den/dzi)
Mengandalkan kecepatan Samsul Arief dan Irsyad Maulana, Arema coba membongkar pertahanan Persija Jakarta. Namun, barisan belakang Macan Kemayoran -julukan Persija- masih kokoh menghalau serbuan Arema.
Persija sendiri bukannya nihil usaha untuk menekan Arema Cronus. Memanfaatkan mobilitas Ramdani Lestaluhu, Rohit Chand dan Mario Costas, anak asuh Benny Dollo ini beberapa kali menembus penjagaan Munhar dan Victor Igbonefo. Tapi, berkat kesigapan Ahmad Kurniawan mengamankan gawangnya, peluang-peluang tersebut tak berbuah gol.
Laga berjalan 23 menit kala Persija memiliki peluang emas pertama mereka. Namun, Ahmad Kurniawan masih sigap menepis bola hasil sepakan keras Rohit Chand.
Semenit kemudian, giliran Arema mengurung pertahanan Persija. Beberapa kali Andritany harus berjibaku mengamankan gawangnya dari serbuan Beto Goncalves dan kawan-kawan.
Kebuntuan akhirnya pecah menit 32. Umpan silang Gilang Ginarsa mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Beto. Ujung tombak Arema ini menyundul bola ke gawang Persija. Andritany hanya bisa terperangah melihat bola meluncur deras ke gawangnya.
Empat menit kemudian, Andritany harus keluar dari sarangnya untuk menghadang serbuan Samsul Arif. Namun, upayanya berbuah pelanggaran di luar kotak penalti. Wasit Kusni, yang memimpin laga, memberi tendangan bebas bagi Arema. Sayang bola sepakan Bustomi masih tipis melayang di atas mistar gawang Persija.
Jelang babak pertama usai, Ismed Sofyan harus ditandu ke luar lapangan dan dibawa ambulan usai bertabrakan dengan salah seorang pemain Arema. Kepalanya bocor dan harus mendapat jahitan.
Memasuki injury time babak pertama, Persija nyaris menyamakan kedudukan. Sayang, Rohit Chand lagi-lagi gagal menaklukkan Ahmad Kurniawan. Alhasil, skor bertahan bagi keunggulan Arema.
Babak kedua, Arema mengambil inisiatif permainan sejak laga kembali dimulai. Baru empat menit laga berjalan, anak asuh Suharno ini menciptakan peluang menggandakan keunggulan. Sayang, sepakan Samsul Arif masih tipis di samping gawang Andritany.
Menit 56, giliran Persija memiliki peluang apik. Namun, eksekusi tendangan bebas Rohit Chand masih mengarah tepat ke pelukan Ahmad Kurniawan.
Beto Goncalves akhirnya mampu menggandakan keunggulan Arema di menit 60. Sepakannya tak bisa diantisipasi Andritany.
Unggul dua gol, permainan Arema kian agresif. Berulang kali mereka membuat barisan belakang Persija jatuh bangun menghalau bola dari kotak penalti.
Menambah daya dobrak, menit 69, Suharno menarik Beto Goncalves yang sudah mulai menurun staminanya. Sebagai gantinya, Sunarto dimasukkan mengisi posisi pemain berdarah Brasil ini.
Masuknya Sunarto membuat lini belakang Persija kian kelabakan menghalau serbuan penggawa Arema. Namun, kurang apiknya penyelesaian akhir mereka membuat tak ada gol tercipta sampai laga usai. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Link Streaming BRI Super League: Persija vs Arema, 21 Oktober 2026
Bola Indonesia 21 Oktober 2026, 18:11
-
I.League Tegaskan Belum Ada Aturan Pengurangan Poin di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 21 Oktober 2026, 16:58
-
Prediksi BRI Super League: Persija vs Arema FC 21 Oktober 2026
Bola Indonesia 20 Oktober 2026, 17:17
-
Link Streaming Persita vs Persija Hari Ini - Pekan ke-5 BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 17 Oktober 2026, 11:45
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





