Review: Bantai Persipura, Arema Puncaki Grup B
Editor Bolanet | 22 Januari 2015 17:51
Meski kondisi lapangan penuh genangan air, kedua tim sama-sama tampil penuh determinasi dalam menyerang. Mengandalkan bola-bola panjang, Arema dan Persipura sama-sama berupaya membongkar pertahanan lawannya sejak laga dimulai.
Persipura unggul lebih dulu pada menit 5. Memanfaatkan sodoran Ian Louis Kabes dari sayap kiri pertahanan Arema, Boaz Solossa melepaskan sepakan ke pojok kanan bawah gawang Arema. I Made Wardhana, yang mengira bola bakal keluar, terperanjat namun tak bisa berbuat apapun mencegah gawangnya bobol.
Ketinggalan, Arema langsung meningkatkan intensitas serangan mereka. Namun, serbuan demi serbuan Abblode Yao Rudy dan kawan-kawan gagal menembus kokohnya pertahanan Persipura yang digalang Bio Paulin.
Terus digempur, benteng Persipura akhirnya bobol. Menit 17, memanfaatkan umpan matang Yao Rudy, Hendro Siswanto mendorong bola ke gawang Persipura yang telah kosong.
Kehilangan keunggulan mereka, Persipura mengubah taktik. Mereka lebih banyak bertahan menunggu pemain Arema kemudian melancarkan serangan balik cepat. Beberapa kali, serbuan mereka melalui Ricky Kayame dan Ian Kabes membahayakan gawang Arema.
Sementara itu, buruknya kondisi lapangan membuat aliran bola tak lancar. Umpan-umpan kedua tim banyak yang terhambat genangan air.
Selain itu, lapangan yang licin membuat beberapa kali terjadi benturan keras terjadi kala pemain berebut bola. Walhasil, menit 33, Arif Suyono harus diganti usai berbenturan dengan Immanuel Wanggai. Sebagai penggantinya, Suharno memasukkan bintang muda Arema, Ahmad Noviandani.
Pada babak kedua, kondisi lapangan sudah lebih baik ketimbang pada babak pertama. Genangan-genangan air sudah tak lagi nampak di lapangan. Walhasil, permainan kedua tim lebih hidup. Serangan demi serangan silih berganti dilakukan kedua tim.
Babak kedua berjalan belum semenit, Arema memiliki peluang unggul. Hendro Siswanto melepas umpan ke tengah kotak penalti Persipura. Penjaga gawang Persipura, Dede Sulaeman, yang berusaha mengantisipasi bola, gagal melaksanalan tugasnya dengan baik. Walhasil, bola malah mengarah ke Yao Rudy. Namun, pemain asal Liberia ini salah posisi. Walhasil, dia gagal menendang bola, yang kemudian disapu Bio Paulin keluar zona berbahaya.
Menit 52, giliran Persipura memiliki peluang emas kembali unggul dari Arema. Namun, kali ini sepakan Ian Kabes masih melambung di atas mistar gawang I Made Wardhana.
Yao Rudy membawa Arema unggul pada menit 60. Menerima sodoran Ferry Aman Saragih di kotak penalti Persipura, eks penggawa Persiwa ini melepas sepakan keras ke pojok kanan atas gawang Dede Sulaiman.
Peluang Persipura menyamakan kedudukan kian berat. Pasalnya, sejak menit 64, mereka harus bermain dengan sepuluh orang. Immanuel Wanggai dikartu merah wasit usai bersitegang dengan pemain Arema.
Unggul jumlah pemain, Arema Cronus terus menggempur pertahanan Persipura. Menit 71, Yao Rudy mendapat peluang menambah pundi-pundi golnya. Namun, kali ini sepakannya masih tepat mengarah ke pelukan Dede Sulaiman.
Arema terus melancarkan serbuan ke pertahanan Persipura. Beberapa kali mereka memiliki peluiang menambah gol. Namun, gol yang dinanti baru hadir pada menit 83. Kali ini sepakan jarak jauh I Gede Sukadana menerpa mistar dan meluncur ke dalam gawang Persipura.
Usai kebobolan ketiga kalinya, Persipura mencoba bermain lebih agresif. Mereka berupaya mengandalkan kecepatan untuk menyamakan kedudukan.
Namun, alih-alih mencetak gol, gawang Persipura justru kebobolan. Melalui aksi individunya, Sengbah Kennedy mencetak gol keempat Arema pada laga ini. Walhasil kala wasit Muslimin meniup peluit panjang, kedudukan menjadi 4-1 bagi kemenangan Arema. (den/pra)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nasib Persipura Jayapura: Jenderal Bintang 4 yang Terancam Turun ke Liga 3!
Bola Indonesia 26 Februari 2025, 12:09
-
Bukti Kehebatan Boaz Solossa: 4 Gelar Juara Liga, 3 Gelar Top Skor
Bola Indonesia 4 Oktober 2024, 09:41
LATEST UPDATE
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Monaco: Live SCTV, Mengenang Drama 2004 di Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:08
-
Tempat Menonton Bodo/Glimt vs Man City: Live SCTV dan Streaming di Vidio
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:00
-
Tempat Menonton Inter vs Arsenal: Jam Berapa Siaran Langsung UCL Laga Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:45
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06








