Review: Bekuk Persela, Arema Cronus ke Semifinal SCM 2015
Editor Bolanet | 20 Januari 2015 20:48
- Arema Cronus memastikan diri lolos ke Semifinal SCM Cup 2015. Menghadapi Persela Lamongan, di Stadion Kanjuruhan Malang, Selasa (20/01), Ahmad Bustomi dan kawan-kawan meraih kemenangan kedua mereka pada ajang ini dengan skor 2-1.
Arema Cronus langsung menggebrak pertahanan Persela begitu laga dimulai. Serbuan demi serbuan Samsul Arif dan kawan-kawan membuat lini belakang Persela yang dikomando David Pagbe pontang-panting mempertahankan area mereka.
Peluang perdana Arema datang menit ke-5. Sepakan Sengbah Kennedy mengarah tepat ke gawang Persela. Namun sepakan gelandang Liberia ini masih terlalu lemah.
Semenit kemudian, Samsul Arif berhasil mengontrol bola umpan Hendro Siswanto. Tanpa kesulitan, eks penggawa Persela ini melepas sepakan ke gawang Choirul Huda. Namun, bola masih melenceng dari sasaran.
Dua menit kemudian, lagi-lagi Samsul menebar teror di kotak penalti Arema. Namun, Huda masih sigap menepis bola yang melaju deras ke gawangnya.
Huda kembali menyelamatkan gawangnya pada menit ke-12. Dengan cekatan, eks penjaga gawang Timnas Indonesia ini menepis tendangan first-time Cristian Gonzales yang meluncur deras ke pojok kanan gawangnya.
Asyik menyerang, Arema justru kebobolan. Memanfaatkan kesalahan pemain belakang Arema, Balsa Bozovic melepas sepakan keras ke gawang Arema. Bola menghantam mistar dan masuk ke gawang Kadek Wardana.
Kebobolan, Arema meningkatkan intensitas serangan mereka. Upaya ini terus gagal berkat kokohnya tembok pertahanan Persela dan apiknya penampilan Huda.
Menit 42, Arema akhirnya bisa menyamakan kedudukan. Berawal dari aksi individu Sengbah Kennedy yang berhasil menembus lini belakang Persela, Mahyadi Panggabean melanggar pemain asal Liberia itu. Tanpa ampun, wasit Nuzur Fadila memberi hadiah penalti bagi Arema. Fabiano Beltrame -yang ditunjuk menjadi algojo- sukses membobol gawang mantan klubnya tersebut.
Usai menyamakan kedudukan, Arema terus berupaya menekan pertahanan Persela. Namun, sampai babak pertama usai, tak ada gol tambahan tercipta.
Tiga menit babak kedua berjalan, Arema akhirnya berbalik unggul. Meneruskan umpan sepak pojok Ahmad Bustomi, Cristian Gonzales menyundul bola ke gawang Persela. Upaya Huda menepis bola sia-sia belaka. Bola tetap menembus gawangnya.
Meski telah berbalik unggul, Arema terus tampil agresif. Mengandalkan kecepatan mereka, anak-anak asuh Suharno ini menekan pertahanan Persela.
Menit 60, Arema memiliki peluang menambah keunggulan. Namun aksi spektakuler Huda menepis sundulan Sengbah Kennedy membuat peluang Arema gagal.
Lima menit berselang, Huda kembali membuat penyelamatan spektakuler. Kali ini, dia terbang menepis sundulan Ahmad Noviandani yang melaju ke arah gawangnya.
Ahmad Noviandani kembali kehilangan peluang mencatatkan namanya di daftar pencetak gol pada laga ini. Meski telah berhadapan dengan Huda, sepakannya pada menit 73 masih melenceng dari gawang Persela.
Sampai akhir pertandingan, Arema terus menekan pertahanan Persela. Namun, sampai wasit Nuzur Fadilla meniup peluit panjang tanda laga usai tak ada tambahan gol tercipta. (den/dzi)
Arema Cronus langsung menggebrak pertahanan Persela begitu laga dimulai. Serbuan demi serbuan Samsul Arif dan kawan-kawan membuat lini belakang Persela yang dikomando David Pagbe pontang-panting mempertahankan area mereka.
Peluang perdana Arema datang menit ke-5. Sepakan Sengbah Kennedy mengarah tepat ke gawang Persela. Namun sepakan gelandang Liberia ini masih terlalu lemah.
Semenit kemudian, Samsul Arif berhasil mengontrol bola umpan Hendro Siswanto. Tanpa kesulitan, eks penggawa Persela ini melepas sepakan ke gawang Choirul Huda. Namun, bola masih melenceng dari sasaran.
Dua menit kemudian, lagi-lagi Samsul menebar teror di kotak penalti Arema. Namun, Huda masih sigap menepis bola yang melaju deras ke gawangnya.
Huda kembali menyelamatkan gawangnya pada menit ke-12. Dengan cekatan, eks penjaga gawang Timnas Indonesia ini menepis tendangan first-time Cristian Gonzales yang meluncur deras ke pojok kanan gawangnya.
Asyik menyerang, Arema justru kebobolan. Memanfaatkan kesalahan pemain belakang Arema, Balsa Bozovic melepas sepakan keras ke gawang Arema. Bola menghantam mistar dan masuk ke gawang Kadek Wardana.
Kebobolan, Arema meningkatkan intensitas serangan mereka. Upaya ini terus gagal berkat kokohnya tembok pertahanan Persela dan apiknya penampilan Huda.
Menit 42, Arema akhirnya bisa menyamakan kedudukan. Berawal dari aksi individu Sengbah Kennedy yang berhasil menembus lini belakang Persela, Mahyadi Panggabean melanggar pemain asal Liberia itu. Tanpa ampun, wasit Nuzur Fadila memberi hadiah penalti bagi Arema. Fabiano Beltrame -yang ditunjuk menjadi algojo- sukses membobol gawang mantan klubnya tersebut.
Usai menyamakan kedudukan, Arema terus berupaya menekan pertahanan Persela. Namun, sampai babak pertama usai, tak ada gol tambahan tercipta.
Tiga menit babak kedua berjalan, Arema akhirnya berbalik unggul. Meneruskan umpan sepak pojok Ahmad Bustomi, Cristian Gonzales menyundul bola ke gawang Persela. Upaya Huda menepis bola sia-sia belaka. Bola tetap menembus gawangnya.
Meski telah berbalik unggul, Arema terus tampil agresif. Mengandalkan kecepatan mereka, anak-anak asuh Suharno ini menekan pertahanan Persela.
Menit 60, Arema memiliki peluang menambah keunggulan. Namun aksi spektakuler Huda menepis sundulan Sengbah Kennedy membuat peluang Arema gagal.
Lima menit berselang, Huda kembali membuat penyelamatan spektakuler. Kali ini, dia terbang menepis sundulan Ahmad Noviandani yang melaju ke arah gawangnya.
Ahmad Noviandani kembali kehilangan peluang mencatatkan namanya di daftar pencetak gol pada laga ini. Meski telah berhadapan dengan Huda, sepakannya pada menit 73 masih melenceng dari gawang Persela.
Sampai akhir pertandingan, Arema terus menekan pertahanan Persela. Namun, sampai wasit Nuzur Fadilla meniup peluit panjang tanda laga usai tak ada tambahan gol tercipta. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
5 Klub dengan Skuad Termahal di Pegadaian Liga 2 2024/2025
Bola Indonesia 14 November 2024, 13:47
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persijap 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:06
-
Prediksi BRI Super League: Java United vs Bhayangkara FC 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:02
-
Bruno Fernandes On Fire, Siap Bawa MU Menang di Kandang Chelsea
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 18:00
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
Sir Jim Ratcliffe Pantau Langsung Laga Chelsea vs MU, Tekanan untuk Michael Carrick?
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:34
-
Tangan Dingin Carlos Pena Bikin Persita Tangerang Sulit Ditaklukkan
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:34
-
Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:30
-
3 Pemain Muda Borneo FC yang Mencuri Perhatian di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:27
-
Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali Perkuat Timnas Indonesia
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:20
-
Terungkap, Roy Keane Nyaris jadi Staff Pelatih Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:17
-
Update Nasib Piala Asia 2027, Erick Thohir Ungkap Jadwal Rapat Exco AFC
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:12
-
Terus Cadangkan Estevao, Ini Penjelasan Xabi Alonso
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 16:15
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







