Rochy Putiray: Pelatih Usia Muda Sekarang Sudah Keluar Jalur
Editor Bolanet | 30 April 2015 20:32
- Mantan pemain tim nasional Indonesia, Rochy Melkiano Putiray menilai bahwa saat ini para pelatih usia muda di Indonesia sudah keluar dari jalurnya. Menurutnya, pelatih tim usia muda saat ini tak punya visi jelas dan hanya memikirkan materi saja.
Berbicara dalam konferensi pers Coke Kicks 2015, di mana ia menjadi ambassador dan ditunjuk sebagai monitoring Coke Kicks, Putiray menilai bahwa pelatih tim usia dini saat ini hanya asal-asalan dalam sesi pelatihan.
Karena itu, ia berharap bahwa pelatihan yang digelar Asian Soccer Academy (ASA) Foundation dan Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI), terkait pelatihan teknik dan dasar serta pembangunan karakter dalam sepakbola, akan memberikan manfaat bagi pelatih dan juga pemain usia dini dalam perkembangan sepakbola Indonesia.
Dengan fokus tersebut, sangat penting bagi pembangunan bakat muda, yaitu kemampuan teknis dan karakter positif. Saya percaya, bahwa program ini sangat bermanfaat. Bahkan, PSSI juga yang nanti mendapatkan hasil positifnya. Sebab, mereka mendapatkan data base pemain dan pelatih yang bisa ikut mengembangkan dan memberikan prestasi bagi bangsa ini, terangnya.
Saya perhatikan sekarang, target dan visi dari para pelatih sudah keluar jalur. Yakni, hanya mendapatkan sebanyak-banyaknya murid dan gajian saja. Sedangkan kualitas melatih dan kemampuan si anak, sama sekali tidak diperhatikan. Karena itu, kesempatan yang sangat penting untuk membangun prestasi sepak bola Indonesia, harus benar-benar dimanfaatkan, tutupnya. (esa/dzi)
Berbicara dalam konferensi pers Coke Kicks 2015, di mana ia menjadi ambassador dan ditunjuk sebagai monitoring Coke Kicks, Putiray menilai bahwa pelatih tim usia dini saat ini hanya asal-asalan dalam sesi pelatihan.
Karena itu, ia berharap bahwa pelatihan yang digelar Asian Soccer Academy (ASA) Foundation dan Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI), terkait pelatihan teknik dan dasar serta pembangunan karakter dalam sepakbola, akan memberikan manfaat bagi pelatih dan juga pemain usia dini dalam perkembangan sepakbola Indonesia.
Dengan fokus tersebut, sangat penting bagi pembangunan bakat muda, yaitu kemampuan teknis dan karakter positif. Saya percaya, bahwa program ini sangat bermanfaat. Bahkan, PSSI juga yang nanti mendapatkan hasil positifnya. Sebab, mereka mendapatkan data base pemain dan pelatih yang bisa ikut mengembangkan dan memberikan prestasi bagi bangsa ini, terangnya.
Saya perhatikan sekarang, target dan visi dari para pelatih sudah keluar jalur. Yakni, hanya mendapatkan sebanyak-banyaknya murid dan gajian saja. Sedangkan kualitas melatih dan kemampuan si anak, sama sekali tidak diperhatikan. Karena itu, kesempatan yang sangat penting untuk membangun prestasi sepak bola Indonesia, harus benar-benar dimanfaatkan, tutupnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Eks Bintang Timnas Ini Mengaku Pernah Terima Suap
Bola Indonesia 13 Desember 2014, 23:36
LATEST UPDATE
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
-
Nonton Piala Dunia 2026 Full 104 Laga Cukup Beli Voucher FolaPlay di GoPay
Lain Lain 23 Juli 2026, 11:03
-
Kabar Duka, Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 11:00
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
-
Al Hilal Terus Berburu Bintang, Kini Bidik Ousmane Dembele
Asia 23 Juli 2026, 08:46
-
Masih Ada yang Kurang dari Performa Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 23 Juli 2026, 07:27
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34










