'Sepakbola Indonesia Sulit Bersatu Karena Politisasi'
Editor Bolanet | 18 Januari 2013 19:00
- Mendung di sepakbola Indonesia belum juga beranjak pergi, bahkan semakin hari solusi penyelesaian kisruh tak kunjung diketemukan.
Menurut pengamat sepakbola dari Kalimantan Selatan, Nasib Alamsyah, salah satu penyebabnya adalah adanya politisasi dalam sepakbola nasional.
Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) yang baru Roy Surya dengan segala upayanya, saya kira sulit mempersatukan PSSI bila masih ada boncengan politisasi, ujarnya seperti dilansir Antara.
Ditambahkan oleh Nasib Alamsyah, untuk mencapai solusi yang diinginkan, dia berharap pihak-pihak yang berselisih mampu mengesampingkan unsur politik dalam kisruh ini.
Coba kita belakangkan unsur-unsur politis dan tetap berpijak pada semangat persaudaraan serta sportivitas, insya Allah PSSI tidak akan kisruh seperti belakangan ini, lanjutnya.
Pensiunan TNI AD ini pun berharap masalah dualisme PSSI segera berakhir. Menurutnya, apabila tak kunjung selesai maka citra sepakbola Indonesia di mata dunia semakin buruk.
Sebab kalau sampai batas waktu yang diberikan FIFA (sebuah organisasi persepakbolaan dunia) masalah dualisme PSSI tak kunjung selesai, maka citra persepakbolaan tanah air kita bisa kurang baik di mata internasional, tandasnya. (ant/dzi)
Menurut pengamat sepakbola dari Kalimantan Selatan, Nasib Alamsyah, salah satu penyebabnya adalah adanya politisasi dalam sepakbola nasional.
Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) yang baru Roy Surya dengan segala upayanya, saya kira sulit mempersatukan PSSI bila masih ada boncengan politisasi, ujarnya seperti dilansir Antara.
Ditambahkan oleh Nasib Alamsyah, untuk mencapai solusi yang diinginkan, dia berharap pihak-pihak yang berselisih mampu mengesampingkan unsur politik dalam kisruh ini.
Coba kita belakangkan unsur-unsur politis dan tetap berpijak pada semangat persaudaraan serta sportivitas, insya Allah PSSI tidak akan kisruh seperti belakangan ini, lanjutnya.
Pensiunan TNI AD ini pun berharap masalah dualisme PSSI segera berakhir. Menurutnya, apabila tak kunjung selesai maka citra sepakbola Indonesia di mata dunia semakin buruk.
Sebab kalau sampai batas waktu yang diberikan FIFA (sebuah organisasi persepakbolaan dunia) masalah dualisme PSSI tak kunjung selesai, maka citra persepakbolaan tanah air kita bisa kurang baik di mata internasional, tandasnya. (ant/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Roy Suryo: Penyelesaian Kisruh Sepakbola Segera Muncul
Bola Indonesia 9 Februari 2013, 17:15
-
Bahas Penyelesaian Konflik, Perwakilan Pemerintah Akan Bertemu AFC
Bola Indonesia 4 Februari 2013, 22:56
-
"Penyelesaian Konflik PSSI Berada di Anggotanya"
Bola Indonesia 23 Januari 2013, 21:18
-
'Roy Suryo Tak Paham Sepakbola Indonesia'
Bola Indonesia 23 Januari 2013, 19:30
-
Roy Suryo Akan Temui Arifin Panigoro dan Nirwan Bakrie
Bola Indonesia 22 Januari 2013, 21:18
LATEST UPDATE
-
Michael Carrick Patah Hati! Mantan Anak Asuhnya Ogah Gabung MU!
Liga Inggris 7 Juni 2026, 07:30
-
Hasil Brasil vs Mesir: Endrick Jadi Penentu Kemenangan Selecao
Piala Dunia 7 Juni 2026, 07:26
-
Prediksi Timnas Indonesia U-19 vs Vietnam U-19 7 Juni 2026
Tim Nasional 7 Juni 2026, 07:00
-
Lewis Hall Mahal, MU Kejar Bek Lincah Barcelona Ini
Liga Inggris 7 Juni 2026, 06:00
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47











